Artikel Khutbah Jum'at : Islam Adalah Agama Wahyu Jumat, 08 Nopember 13
Åöäø ÇáúÍóãúÏó öááåö äóÍúãóÏõåõ æóäóÓúÊóÚöíúäõåõ æóäóÓúÊóÛúÝöÑõåõ æóäóÚõæúÐõ ÈöÇááåö ãöäú ÔõÑõæúÑö ÃóäúÝõÓöäóÇ æóÓóíøÆóÇÊö ÃóÚúãóÇáöäóÇ ãóäú íóåúÏöåö Çááåõ ÝóáÇó ãõÖöáø áóåõ æóãóäú íõÖúáöáú ÝóáÇó åóÇÏöíó áóåõ ÃóÔúåóÏõ Ãóäú áÇó Åöáåó ÅöáÇø Çááåõ æóÃóÔúåóÏõ Ãóäø ãõÍóãøÏðÇ ÚóÈúÏõåõ æóÑóÓõæúáõåõ
Çóááåõãø Õóáø æóÓóáøãú Úóáì ãõÍóãøÏò æóÚóáì Âáöåö æöÃóÕúÍóÇÈöåö æóãóäú ÊóÈöÚóåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò Åöáóì íóæúãö ÇáÏøíúä.
íóÇÃóíøåóÇ ÇáøÐóíúäó ÂãóäõæúÇ ÇÊøÞõæÇ Çááåó ÍóÞø ÊõÞóÇÊöåö æóáÇó ÊóãõæúÊõäø ÅöáÇø æóÃóäúÊõãú ãõÓúáöãõæúäó
íóÇÃóíøåóÇ ÇáäóÇÓõ ÇÊøÞõæúÇ ÑóÈøßõãõ ÇáøÐöí ÎóáóÞóßõãú ãöäú äóÝúÓò æóÇÍöÏóÉò æóÎóáóÞó ãöäúåóÇ ÒóæúÌóåóÇ æóÈóËø ãöäúåõãóÇ ÑöÌóÇáÇð ßóËöíúÑðÇ æóäöÓóÇÁð æóÇÊøÞõæÇ Çááåó ÇáóÐöí ÊóÓóÇÁóáõæúäó Èöåö æóÇúáÃóÑúÍóÇã ó Åöäø Çááåó ßóÇäó Úóáóíúßõãú ÑóÞöíúÈðÇ
íóÇÃóíøåóÇ ÇáøÐöíúäó ÂãóäõæúÇ ÇÊøÞõæÇ Çááåó æóÞõæúáõæúÇ ÞóæúáÇð ÓóÏöíúÏðÇ íõÕúáöÍú áóßõãú ÃóÚúãóÇáóßõãú æóíóÛúÝöÑúáóßõãú ÐõäõæúÈóßõãú æóãóäú íõØöÚö Çááåó æóÑóÓõæúáóåõ ÝóÞóÏú ÝóÇÒó ÝóæúÒðÇ ÚóÙöíúãðÇ¡ ÃóãøÇ ÈóÚúÏõ ...
ÝóÃöäø ÃóÕúÏóÞó ÇáúÍóÏöíúËö ßöÊóÇÈõ Çááåö¡ æóÎóíúÑó ÇáúåóÏúìö åóÏúìõ ãõÍóãøÏò Õóáøì Çááå Úóáóíúåö æóÓóáøãó¡ æóÔóÑø ÇúáÃõãõæúÑö ãõÍúÏóËóÇÊõåóÇ¡ æóßõáø ãõÍúÏóËóÉò ÈöÏúÚóÉñ æóßõáø ÈöÏúÚóÉò ÖóáÇóáóÉð¡ æóßõáø ÖóáÇóáóÉö Ýöí ÇáäøÇÑö.
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Islam adalah agama wahyu. Maksudnya, semua ajarannya bersumber dari al-Qur'an dan Sunnah yang merupakan wahyu. Allah menurunkannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melalui Malaikat Jibril.
Al-Qur'an yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah Kalamullah, bukan perkataan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Oleh karena itu, ketika orang kafir menentang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam agar mendatangkan al-Qur'an selain yang sudah ada tersebut, beliau shallallahu 'alaihi wasallam tidak bisa melakukannya. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam hanya mengikuti wahyu yang diturunkan kepadanya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala
Þõáú ãóÇíóßõæäõ áöí Ãóäú ÃõÈóÏøöáóåõ ãöä ÊöáúÞóÂÁö äóÝúÓöí Åöäú ÃóÊøóÈöÚõ ÅöáÇøó ãóÇíõæÍóì Åöáóíøó Åöäøöí ÃóÎóÇÝõ Åöäú ÚóÕóíúÊõ ÑóÈøöí ÚóÐóÇÈó íóæúãò ÚóÙöíãò
Katakanlah:"Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Rabbku kepada siksa hari yang besar (kiamat)". (QS Yunus: 15)
Allah Subhanahu wa Ta'ala juga menegaskan bahwa Muhammad itu manusia biasa yang menerima wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Þõáú Åöäøóãó ÃóäóÇ ÈóÔóÑñ ãøöËúáóßõãú íõæÍóì Åöáóìøó Ãóäøóãó ÅöáÇóåõßõãú Åöáóåñ æóÇÍöÏñ
Katakanlah:"Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku:"Bahwa sesungguhnya Ilah kamu itu adalah Ilah Yang Esa" (QS. Al-Kahfi: 110)
Ketika orang-orang kafir tetap menuduh bahwa al-Qur'an itu buah karya Rasulullah, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menentang mereka untuk membuat karya semisal al-Qur'an, namun mereka tidak bisa melakukannya sama sekali.
Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa al-Qur'an yang merupakan sumber ajaran Islam adalah wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta'ala . Selain al-Qur'an, sumber lain yang juga merupakan wahyu ialah Sunnah; yang diberikan kepada Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
áóÞóÏú ãóäøó Çááåõ Úóáóì ÇáúãõÄúãöäöíäó ÅöÐú ÈóÚóËó Ýöíåöãú ÑóÓõæáÇð ãøöäú ÃóäÝõÓöåöãú íóÊúáõæÇ Úóáóíúåöãú ÁóÇíóÇÊöåö æóíõÒóßøöíåöãú æóíõÚóáøöãõåõãõ ÇáúßöÊóÇÈó æóÇáúÍößúãóÉó æóÅöä ßóÇäõæÇ ãöä ÞóÈúáõ áøóÝöí ÖóáÇóáò ãøõÈöíäò
Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (ali-Imran: 164)
Yang dimaksud dengan al-hikmah adalah Sunnah
Kaum Muslimin rahimakumullah
Di depan sudah disampaikan, Islam adalah agama wahyu, maka kewajiban kita sebagai kaum Muslimin adalah melaksanakannya semampu kita sesuai dengan panduan wahyu yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala tersebut. Ketika beribadah, kita beribadah sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bukan dengan cara-cara baru yang kita rasa baik. Karena perasaan bukan landasan agama, apalagi perasaan masing-masing orang itu berbeda-beda. Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu mengatakan, "Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun dia tidak dapat meraihnya."
Itulah kewajiban pertama kita terkait keberadaan Islam sebagai agama wahyu. Dan itu juga merupakan salah satu syarat diterimanya ibadah yang dilakukan oleh seseorang; tanpa itu, tertolak sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ;
ãä Úãá ÚãáÇ áíÓ Úáíå ÃãÑäÇ Ýåæ ÑÏ
Barangsiapa melakukan satu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami maka itu tertolak. (HR. Muslim).
ÃÞæá Þæáí åÐÇ ÃÓÊÛÝÑ Çááå áí æáßã æáÓÇÆÑ ÇáãÓáãíä æÇáãÓáãÇÊ ÝÇÓÊÛÝÑæå Åäå åæ ÇáÛÝæÑ ÇáÑÍíã
[Khutbah Kedua]
ÃÍãÏ ÑÈí æÃÔßÑå¡ æÃÔåÏ Ãä áÇ Åáå ÅáÇ Çááå æÍÏå áÇ ÔÑíß áå¡ æÃÔåÏ Ãä äÈíäÇ ãÍãÏÇ ÚÈÏå æÑÓæáå.
Kaum Muslimin rahimakumullah
Kewajiban kedua yang juga merupakan syarat diterima amal ibadah kita adalah ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala .
æóãó ÃõãöÑõæúÇ ÅöáÇøó áöíóÚúÈõÏõæúÇÇááåó ãõÎúáöÕöíúäó áóåõ ÇáÏøöíúäó ÍõäóÝóÂÁó æóíõÞöíúãõæúÇ ÇáÕøóáóæÉó æóíõÄúÊõæúÇ ÇáÒøóßóæÉó æóÐóáößó Ïöíúäõ ÇáúÞóíøöãóÉö
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam(menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (al-Bayyinah: 5)
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Ikhlas adalah amalan hati, bukan amalan lisan. Ikhlas tidak perlu disampaikan kepada orang lain. Dan keikhlasan seseorang dalam beramal pasti diketahui oleh Allah, meskipun orang tersebut tidak mengucapkannya, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui niat yang terpendam dalam hati seseorang.
Ikhlas ini, wahai saudara-saudaraku, meski singkat dan mudah dilafalkan, akan tetapi sangat susah direalisasikan. Perhatikanlah perkataan Imam ats-Tsauri rahimahullah yang menjelaskan betapa susahnya menjaga niat ini. Beliau rahimahullah mengatakan, "Saya tidak pernah mengobati sesuatu yang lebih susah bagi saya melebihi susahnya saya mengobati niat".
Ini perkataan seorang Ulama yang tidak diragukan keshalihannya, lalu bagaimana dengan orang seperti kita di tengah banyaknya gempuran godaan dunia?! Hendaklah kita terus mengintrospeksi diri kita dan terus memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar kita dijadikan termasuk para hamba yang ikhlas.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Keikhlasan seseorang dalam beramal mempunyai efek yang luar biasa terhadap nilai amalan yang dilakukannya, jika ibadah yang dilakukannya itu untuk mencari dunia, maka sebatas itu yang didapatkan: sementara di akhirat ia tidak akan mendapatkan apa pun.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
ãóä ßóÇäó íõÑöíÏõ ÇáúÍóíóÇÉó ÇáÏøõäúíóÇ æóÒöíäóÊóåóÇ äõæóÝøö Åöáóíúåöãú ÃóÚúãóÇáóåõãú ÝöíåóÇ æóåõãú ÝöíåóÇ áÇóíõÈúÎóÓõæäó ÃõæúáóÆößó ÇáøóÐöíäó áóíúÓó áóåõãú Ýöí ÇúáÃóÎöÑóÉö ÅöáÇøó ÇáäøóÇÑó æóÍóÈöØó ãóÇÕóäóÚõæÇ ÝöíåóÇ æóÈóÇØöáñ ãøóÇßóÇäõæÇ íóÚúãóáõæäó
Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (Hud: 15-16).
Dengan keikhlasan, amalan yang ringan menjadi besar ganjarannya, bahkan dengan niat yang ikhlas, seseorang bisa mendapatkan pahala, meskipun dia belum sempat beramal karena terhalang oleh udzur. Simaklah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berikut:
Úä ÃäÓ Èä ãÇáß ÑÖí Çááå Úäå : Ãä ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æ Óáã ÑÌÚ ãä ÛÒæÉ ÈÊæß ÝÏäÇ ãä ÇáãÏíäÉ ÝÞÇá ( Åä ÈÇáãÏíäÉ ÃÞæÇãÇ ãÇ ÓÑÊã ãÓíÑÇ æáÇ ÞØÚÊã æÇÏíÇ ÅáÇ ßÇäæÇ ãÚßã ) . ÞÇáæÇ íÇ ÑÓæá Çááå æåã ÈÇáãÏíäÉ ¿ ÞÇá ( æåã ÈÇáãÏíäÉ ÍÈÓåã ÇáÚÐÑ )
Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika kembali dari perang Tabuk dan mendekat ke Madinah, beliau bersabda, "Sesungguhnya di kota Madinah terdapat beberapa kaum yang tidaklah kalian menempuh satu perjalanan atau menyebrangi lembah kecuali mereka senantiasa bersama kalian (dalam pahala)", Para shahabat bertanya (keheranan) "Wahai Rasulullah, padahal mereka berada di kota Madinah," Rasulullah menjawab, "Ya, padahal mereka berada di kota Madinah, mereka tertahan oleh udzur (HR al-Bukhari)
Ibnul-Mubarak rahimahullah mengatakan bahwa betapa banyak amalan yang kecil namun menjadi besar pahalanya disebabkan oleh niat, dan betapa banyak amalan yang besar namun karena niat juga ganjarannya menjadi sedikit.
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Demikianlah hal kedua yang perlu kita perhatikan agar amal ibadah yang dilakukan dalam keislaman kita menjadi bermanfaat. Pertama, melaksanakannya sesuai dengan tuntutan wahyu; dan yang kedua ikhlas, hanya mengharap balasan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala .
Çóááøóåõãøó Õóáøö Úóáó ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÕóáøóíúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ. æóÈóÇÑößú Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÈóÇÑóßúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ.
ÑóÈøóäóÇ ÇÛúÝöÑú áóäóÇ æóáöÅöÎúæóÇäöäóÇ ÇáøóÐöíäó ÓóÈóÞõæäóÇ ÈöÇáúÅöíãóÇäö æóáóÇ ÊóÌúÚóáú Ýöí ÞõáõæÈöäóÇ ÛöáøÇð áøöáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÑóÈøóäóÇ Åöäøóßó ÑóÄõæÝñ ÑøóÍöíãñ
ÑóÈøóäóÇ ÙóáóãúäóÇ ÃóäÝõÓóäóÇ æóÅöä áøóãú ÊóÛúÝöÑú áóäóÇ æóÊóÑúÍóãúäóÇ áóäóßõæäóäøó ãöäó ÇáúÎóÇÓöÑöíäó
ÑóÈóäóÇ ÁóÇÊöäóÇ Ýöí ÇáÏøäúíóÇ ÍóÓóäóÉð æóÝöí ÇúáÃóÎöÑóÉö ÍóÓóäóÉð æóÞöäóÇ ÚóÐóÇÈó ÇáäøÇÑö. æóÕóáìøó Çááåõ Úóáìó ãõÍóãøóÏò æóÚóáìó Âáöåö æóÕóÍúÈöåö ÊóÓúáöíãðÇ ßóËöíÑðÇ æóÂÎöÑõ ÏóÚúæóÇäóÇ Ãóäö ÇúáÍóãúÏõ áöáåö ÑóÈøö ÇúáÚóÇáãóöíäó
Sumber : Majalah As-Sunnah Edisi 07/ThnXVII/Dzulhijjah 1434H-Muharram 1435/November 2013
Hit : 5994 | Index | kirim ke teman | versi cetak
Bagikan
|