Artikel : Bulein Annur - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits

Ayat Paling Agung di Dalam al-Quran

Senin, 25 Februari 19

Allah Azza wa Jalla berfirman,




Allah, tidak ada ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar. (Qs. Al-Baqarah : 255).
Ini adalah ayat paling agung di dalam al-Quran. Ubay bin Kaab radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, Wahai, Abul Mundzir, tahukah kamu ayat apa yang paling agung dalam Kitabullah? Abul Mundzir menjawab : Aku katakan: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, Wahai Abul Mundzir, tahukah kamu ayat apa yang paling agung dalam Kitabullah? Abu Mundzir menjawab : Aku katakan,




Abul Mundzir berkata: Kemudian, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menepuk dadaku seraya berkata: Demi Allah! Selamat atas ilmu yang kamu miliki, wahai Abul Mundzir. (Shahih Muslim, no. 810).

Isyarat Keagungan

Ibnul Qayyim berkata, Sudah pasti, bahwa firman-Nya yang berisikan pujian untuk Dzat-Nya, yang di dalamnya Dia menyebutkan sifat-sifat-Nya serta tauhid-Nya, adalah lebih baik daripada firman-Nya yang berisikan celaan kepada musuh-musuh-Nya dan yang menyebutkan ciri-ciri mereka. Oleh karena itu, surat al-Ikhlas lebih utama daripada surat al-Lahab. Surat al-Ikhlas sebanding dengan sepertiga al-Quran, sedangkan ayat Kursi adalah ayat yang paling agung di dalam al-Quran. (Syifaa-ul Aliil, II/744).

Kandungan Global dari Ayat Kursi

Ayat yang mulia dan penuh berkah ini terdiri atas sepuluh penggal kalimat. Di dalamnya terkandung ;
a. Tauhidullah, pengagungan terhadap-Nya, serta penjelasan tentang keesaan-Nya dalam kesempurnaan dan kebesaran sehingga akan melahirkan penjagaan dan kecukupan bagi yang membacanya.
b. Lima Asmaul Husna, juga terdapat lebih dari dua puluh sifat Allah Azza wa Jalla, didahului dengan menyebutkan kemahaesaan Allah dalam peribadatan dan bathilnya beribadah kepada selain-Nya, kemudian disebutkan tentang kemahahidupan Allah yang sempurna yang tidak diiringi dengan kesirnaan.
1. Allah adalah al-Qayyuum, yaitu Dia berdiri sendiri, tidak membutuhkan makhlukNya dan senantiasa mengatur urusan makhluk-Nya.
2. Kemahasucian Allah dari segala sifat yang kurang, seperti mengantuk dan tidur, mengenai luasnya kerajaan-Nya. Bahwasanya semua yang ada di langit dan bumi adalah hamba-Nya, berada di bawah kekuasaan dan aturan-Nya. Dia juga menyebutkan bahwa di antara bukti keagungan-Nya ialah tidak mungkin bagi seorang pun memberi syafaat di sisi-Nya kecuali setelah mendapat izin dari-Nya.
3. Penetapan sifat ilmu bagi Allah, ilmu-Nya meliputi segala yang diketahui, Dia mengetahui yang telah terjadi, yang akan terjadi, dan apa yang belum terjadi, begitu pula, jika sesuatu itu terjadi akan seperti apa bentuk dan rupanya.
4. Kemahabesaran Allah dengan menyebutkan kebesaran makhluk-Nya. Jika Kursi yang merupakan salah satu dari makhluk-Nya meliputi langit dan bumi, maka bagaimana dengan Sang Pencipta yang Mahaagung dan Rabb yang Mahabesar?
5. Penjelasan tentang kesempurnaan kekuasaan-Nya. Di antara bentuk kesempurnaan kekuasaan-Nya adalah tidak memberatkan-Nya penjagaan terhadap langit dan bumi.
6. Ayat ditutup dengan menyebutkan dua nama Allah yang agung, yaitu (al-Aliy, Mahatinggi) dan (al-Aziim, Mahabesar). Di dalamnya mengandung penetapan akan kemahatinggian Allah, baik Dzat dan kekuasaan-Nya juga penetapan kemahabesaran-Nya, dengan mengimani bahwa Dia memiliki segala makna kebesaran dan keagungan, tidak ada seorang pun yang berhak atas pengagungan dan pemuliaan selain Dia.

Kapan Saja Ayat Kursi Dibaca?

Karena agungnya kedudukan ayat Kursi, maka terdapat anjuran dari Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk memperbanyak dan menjadikannya sebagai wirid harian yang selalu dijaga dan diulang berkalikali oleh seorang Muslim. Di antaranya adalah :
1. Setiap Selesai Shalat Fardhu. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, Barang siapa membaca ayat Kursi setiap selesai menunaikan shalat lima waktu, niscaya tidak ada yang menghalanginya untuk memasuki Surga selain kematian. (Amalul Yaumi wal Lailah, (no. 100). Dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahihul Jaami (no.6464).
2. Menjelang Tidur. Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menunjukku untuk menjaga harta zakat di bulan Ramadhan. Kemudian, aku didatangi oleh seseorang, lalu ia mengambil segenggam makanan, maka akupun menangkapnya. Aku berkata: Demi Allah, aku akan laporkan kamu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Ia berkata: Saya sedang sangat membutuhkannya dan saya memiliki banyak keluarga. Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata: Maka aku melepaskannya.

Ketika pagi hari tiba, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepadaku: Wahai Abu Hurairah, apa yang diperbuat tawananmu semalam? Abu Hurairah menjawab: Saya katakan: Wahai, Rasulullah, ia mengeluhkan kebutuhan yang sangat dan keluarga yang banyak, maka saya mengasihani dan melepaskannya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Ketahuilah, sesungguhnya dia telah membohongimu dan ia pasti akan kembali. Aku pun mengetahui bahwa ia pasti akan kembali berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ,Ia akan kembali.

Setelah itu, aku menantinya. Ia pun datang (kembali dan) mengambil segenggam makanan lagi, maka aku menangkapnya dan berkata :Aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Orang itu berkata: Biarkanlah saya, saya sangat membutuhkan dan saya memiliki banyak keluarga. Saya tidak akan kembali. Maka aku mengasihaninya dan ia pun kulepaskan.

Ketika pagi hari tiba, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepadaku: Wahai Abu Hurairah, apa yang diperbuat tawananmu? Saya menjawab: Wahai Rasulullah, ia mengeluhkan kebutuhan yang sangat dan banyak keluarga, maka sayapun mengasihaninya dan melepaskannya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Ketahuilah, ia telah membohongimu dan ia akan kembali.

Pada malam ketiga, akupun menantinya. Ia kembali mengambil segenggam makanan, maka aku pun menangkapnya dan berkata: Sungguh, aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Ini yang terakhir setelah tiga kali kamu berjanji untuk tidak kembali, namun kamu tetap kembali. Ia berkata, Biarkan saya mengajarimu beberapa kalimat yang Allah akan memberikan manfaat kepadamu dengan kalimat-kalimat tersebut. Aku bertanya: Apa itu? Ia berkata: Jika kamu menuju ke pembaringanmu, bacalah ayat Kursi sampai sempurna satu ayat. Sesungguhnya (dengannya) kamu akan senantiasa mendapatkan penjagaan dari Allah dan setan tidak bisa mendekatimu sampai pagi. Maka akupun melepaskannya.

Pada pagi harinya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertanya kepadaku: Apa yang diperbuat oleh tawananmu semalam? Saya menjawab: Wahai Rasulullah, ia mengajariku beberapa kalimat yang dengannya Allah memberikan manfaat bagiku. Oleh karena itu, aku melepaskannya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertanya: Apakah itu? Aku menjawab: Ia berkata kepadaku: Jika kamu beranjak ke pembaringanmu, bacalah ayat Kursi dari awal hingga akhir. Ia berkata kepadaku: Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan bisa mendekatimu sampai pagi. Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, Benar, sesungguhnya (kali ini) ia telah berkata jujur kepadamu meskipun dia pembohong. Tahukah kamu siapa orang yang kamu ajak bicara sejak tiga malam ini, wahai Abu Hurairah? Aku menjawab:Tidak. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Dia adalah setan. (Shahih al-Bukhari, no. 2311).
3. Dzikir Pagi dan Petang. Ubaiy bin Kaab radhiyallahu anhu memiliki lumbung kurma yang terus berkurang tanpa tahu apa penyebabnya. Pada suatu malam, ia pun menjaganya, lalu ia mendapati seekor binatang melata yang menyerupai anak kecil yang baru beranjak dewasa. Ubaiy mengucapkan salam kepada anak tersebut dan anak itu menjawab salamnya. Ubaiy bertanya, Siapa Anda? Jin atau manusia? Anak itu menjawab, Jin. Ubaiy berkata, Tunjukkan tanganmu! Kemudian, anak itu menunjukkan tangannya, ternyata tangannya serupa dengan tangan anjing dan bulunyapun seperti bulu anjing.

Ubaiy bertanya lagi: Apakah ini wujud dari jin? Jin itu menjawab: Bangsa jin telah mengetahui bahwa tidak ada di antara mereka yang lebih kuat dariku. Ubaiy bertanya: Apa yang menyebabkanmu datang ke sini? Jin itu menjawab, Telah sampai berita kepadaku bahwa kamu suka bersedekah, maka kami datang untuk mencuri makananmu. Ubaiy berkata, Apa yang bisa menyelamatkan kami dari kalian? Jin itu menjawab: Ayat ini, yang berada di dalam surat al-Baqarah,





Barang siapa membacanya pada sore hari, niscaya ia akan dilindungi dari kami sampai pagi dan barang siapa membacanya di pagi hari, niscaya ia akan dilindungi dari kami sampai sore.

Pada pagi harinya, Ubaiy mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan menceritkan peristiwa tersebut. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, Makhluk buruk itu telah berkata benar. (HR. an-Nasa-i dan ath-Thabrani. Dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahihut Targhiib, I/418). (Redaksi).

Sumber:

Disarikan dari Aayatul Kursi Wa Baraahiinu at-Tauhid, karya : Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr.

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatannur&id=817