Artikel : Bulein Annur - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits

Tujuh Permohonan dalam Shalat

Jumat, 11 Nopember 22

***

Sesungguhnya Nabi dan Rasul kita yang terpilih diberi kemampuan untuk bertutur kata yang singkat namun padat maknanya, dan penuh dengan hikmah yang menawan. Beliau- -mengatakan kata-kata yang sedikit namun mengandung makna nan agung. Demikian pula dalam doa-doa yang dipanjatkannya. Beliau- - menyukai bila berdoa kepada Allah- - menggunakan kata-kata yang ringkas namun padat maknanya, sebagaimana hal tersebut banyak disebutkan di dalam hadis-hadis.

Berangkat dari sinilah seyogyanya seorang muslim perhatian dan gemar untuk berdoa dengan doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi- -, merenungkan makna-maknanya, berupaya mewujudkan tujuannya dan kandungannya. Karena sesungguhnya doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi- - terlindungi dari ketergelinciran dan kesalahan, dan pada saat yang sama mencakup permintaan-permintaan yang tinggi dan maksud dan tujuan yang mulia. Karena itu, mengapa kita mencari gantinya, dan kita menggantinya dengan yang lainnya, sementara ia adalah doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi yang terjaga ?!

Berikut ini adalah renungan sejenak bersama sebuah doa nan agung, di mana Nabi - -memanjatkannya. Di dalamnya terkumpul berbagai aspek kebaikan, pintu-pintu kebaikan, asas-asas kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Imam ath-Thabrani- -meriwayatkan di dalam kitabnya Mujam al-Kabir dengan sanad yang valid dari Rasulullah- - dari hadis Syaddad bin Aus -, ia berkata, Rasulullah- - mengatakan kepadaku,


:
,

,





Wahai Syaddad bin Aus ! Apabila engkau melihat manusia benar-benar telah menjadikan emas dan perak sebagai barang simpanan, maka jadikanlah ungkapan kata-kata berikut ini sebagai simpanan.
(Pertama) Ya Allah ! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam perkara ini, dan tekad yang kuat untuk meraih segala kebaikan dan kesuksesan.
(Kedua) Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mewajibkan datangnya rahmat-Mu dan ampunan-Mu.
(Ketiga) Aku memohon kepada-Mu kesyukuran terhadap nikmat-Mu, dan kebagusan dalam beribadah kapada-Mu.
(Keempat) Aku memohon kepada-Mu hati yang selamat dan lisan yang jujur.
(Kelima) Aku memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui
(Keenam) Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau ketahui
(Ketujuh) Dan Aku memohon ampunan kepada-Mu (dari dosa-dosa) yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.

Ini adalah hadis yang shahih.

Imam an-Nasai- -dan yang lainnya telah meriwayatkannya juga. Dan, telah datang pada sebagian jalur periwayatan hadis ini bahwa Nabi - -memanjatkan doa ini di dalam shalatnya.

Sesungguhnya doa-doa ini merupakan doa-doa nan agung yang mengumpulkan kebaikan-kebaikan, alangkah butuhnya kita demi Allah- untuk memperhatikannya dan menghafalkannya. Merenungi makna-makananya dan petunjuk-petunjuk yang terkandung di dalamnya.

Sungguh, doa-doa ini merupakan doa-doa yang mengumpulkan kebaikan seluruhnya, awal dan akhirnya, zhahir dan batinnya, kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.

Sesungguhnya, doa ini termasuk ungkapan kata-kata yang ringkas namun padat makna-maknanya. Termasuk penyempurna-penyempurna doa dan mengumpulkan kebaikan-kebaikan.

Wahai hamba-hamba Allah !

Maka ini merupakan wasiat agar perhatian terhadap doa ini dan begitu pula halnya dengan setiap doa yang datang dari Rasulullah - .

Wahai hamba-hamba Allah !

Doa merupakan pertanda kebahagiaan dan kunci setiap kebaikan dalam urusan dunia dan urusan akhirat.

Adapun sabda beliau - dalam doa ini,




Ya Allah ! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan di dalam perkara ini.

Yakni, aku memohon ketetapan di atas agama Allah dan agar aku tetap lurus di atas ketaatan kepada Allah. Agar aku tidak berpaling ke kanan dan ke kiri.

Seperti ungkapan ini adalah sabda (doa) beliau- -,




Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.

Telah datang di dalam hadis Ummu Salamah- -ia berkata, Sesungguhnya Rasulullah- - memperbanyak mengucapkan,




Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.

Ummu Salamah- -mengatakan, Aku pun berujar,




Wahai Rasulullah ! Apakah hati itu berbolak-balik ?

Beliau- -pun menjawab,




Iya (hati itu berbolak-balik). Tidaklah Allah menciptakan anak keturunan Adam melainkan hatinya berada di antara jari-jemari Allah. Jika Dia berkehendak, Dia luruskan hati itu (di atas kebenaran), dan jika Dia berkehendak Dia palingkan hati itu (dari kebenaran) (HR. ath-Thabraniy)

Maka, alangkah butuhnya kita-wahai hamba-hamba Allah- untuk memperbanyak memanjatkan doa ini agar Allah- - mengokohkan kita di atas perkara ini. Yang dimaksud dengan perkara ini adalah agama Allah- - yang Dia- - syariatkan untuk para hamba-Nya dan Dia- -perintahkan kepada mereka agar perpegang teguh dengannya.

Sabda beliau- -


(( ))


dan (aku memohon kepada-Mu) tekad yang kuat untuk meraih segala kebaikan dan kesuksesan.

Ini merupakan permintaan nan agung, dan alangkah butuhnya kita kepadanya.

Wahai hamba-hamba Allah !

Adapun Ar-Rusyd- adalah segala kebaikan dan kesuksesan di dunia dan akhirat.

Betapa banyak dan sering kita mendegarkan hadis-hadis dan wejangan-wejangan yang bermanfaat, hanya saja tekad kuat kita menurun, dan kesemangatan kita pun melemah. Maka, betapa butuh setiap kita untuk memohon kepada Allah- - tekad yang kuat untuk meraih setiap kebaikan dan kesuksesan. Yakni, apabila telah sampai kepadamu kebaikan itu dan engkau pun telah mengetahuinya, agar engkau bertekad kuat untuk meraihnya, dan bersemangat pula untuk melakukan tindakan nyata untuk meraihnya supaya engkau termasuk orang yang benar-benar dapat meraihnya.

Adapun sabda beliau- - ,


(( ))


dan aku memohon kepada-Mu untuk dapat mensyukuri nikmat-Mu

Kesyukuran terhadap kenikmatan-wahai hamba-hamba Allah- termasuk karunia yang paling agung dan pemberian yang paling besar. Sungguh, termasuk karunia yang paling agung dan pemberian yang paling besar adalah Allah- -membagikan kepadamu kemampuan untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Nya.

Adapun mensyukuri nikmat-nikmat-Nya itu dibangun di atas beberapa rukun.

Hati, bersyukur kepada Allah- - (atas nikmat-nikmat-Nya itu) dengan mengakui kenikmatan-kenikmatan itu.

Lisan, bersyukur kepada Allah- -dengan memperbincangkan nikmat-nikmat Allah- - tersebut, menyanjung dan memuji-Nya karena Dia-lah- - Dzat yang berhak atas hal tersebut.

Sedangkan anggota badan, maka bersyukur kepada Allah- - dengan menggunakan kenikmatan-kenikmatan itu untuk mentaati-Nya.

Adapun sabda beliau- - ,


(( ))


Dan (aku memohon kepada-Mu) kebagusan untuk beribadah kepada-Mu

Kebagusan untuk beribadah (kepada Allah- - ) merupakan permintaan nan besar dan tujuan nan mulia. Bahkan, Allah- -tidak akan menerima ibadah melainkan apabila ibadah tersebut tersifati dengan hal tersebut. Oleh karena ini, Allah- - berfirman,


[ : 2]


untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.(al-Mulk : 2)

Sementara, amal itu tidak akan baik kecuali dengan memenuhi dua hal ; yaitu, (pertama) dilakukan dengan memurnikan amal tersebut hanya untuk Allah- - semata, dan (kedua) dilakukan dengan mengikuti petunjuk Rasulullah- -.

Dengan demikian, ucapanmu,


(( ))


Dan (aku memohon kepada-Mu) kebagusan untuk beribadah kepada-Mu

mencakup keikhlasan untuk Dzat yang diibadahi dan mutabaah (mengikuti) Rasulullah- -.

Adapun sabda beliau- - , dalam rangkaian doanya ini,


(( ))


Dan aku memohon kepada-Mu hati yang selamat.

Yakni, hati yang bersih, suci, bersih dari noda-noda kesyirikan, kenifakan, dendam, kedengkian, dan segala macam penyakit-penyakit hati lainnya.

Apabila hati telah bersih dan menjadi baik niscaya anggota tubuh lainnya akan menjadi baik pula. Sungguh, telah datang di dalam doa Ibrahim al-Khalil,- -seraya mengatakan,


(88) (89) [ : 88 89]


(Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (asy-Syuara : 88-89)

Yakni, bersih dari kesyirikan dan kenifakan, bersih dari riya dan lain sebagainya. Bersih dari penyakit-penyakit hati dan hal-hal yang menodai kebersihannya, di mana hal-hal tersebut sangatlah banyak, beragam dan beraneka ragam bentuknya.

Apabila hati telah bersih niscaya akan diikuti oleh anggota badan dalam kebersihan dan kesehatannya. Oleh karena ini, Rasulullah - - bersabda,


(( )) .


Ketahuilah ! Bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Apabila segumpal daging itu baik, niscaya akan baik pula jasad seluruhnya. Dan apabila segumpal darah itu rusak, niscaya akan rusak pula jasad seluruhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.

Adapun sabda beliau- - , dalam rangkaian doanya ini,


(( ))


Dan (aku memohon kepada-Mu) lisan yang jujur.

Yakni, selamat dan bebas dari kedustaan. Lisan yang dapat menjaga kejujuran dan bersungguh-sungguh memeliharanya dalam perkataan-perkataannya dan pembicaraan-pembicaraannya.

Apabila lisan itu benar atau jujur tutur katanya, niscaya anggota badan seluruhnya akan mengikutinya di atas kelurusannya. Hal tersebut ditunjukkan oleh sebuah hadis shahih dari Nabi- -bahwa beliau pernah bersabda,


(( : )) .


Kala anak Adam memasuki waktu pagi, sesungguhnya seluruh anggota tubuhnya mengingatkan lisan seraya mengatakan,Bertakwalah kamu kepada Allah terkait dengan urusan kami, karena kami hanyalah senantiasa bersamamu, jika engkau lurus, niscaya kami pun akan ikut lurus, namun jika kamu bengkok, kami pun akan ikut bengkok pula.

Adapun sabda beliau- - , dalam rangkaian doanya ini,


(( ))


Dan aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang Engkau ketahui, dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang Engkau ketahui.

Ini termasuk doa dengan ungkapan nan singkat namun padat akan makna lagi lengkap, di mana beliau- - meminta dalam ungkapan kalimat ini kebaikan seluruhnya, zhahirnya dan batinnya, yang tersembunyi dan yang nyata, apa-apa yang terdapat di dunia dan apa-apa yang terdapat di akhirat. Karena, sesungguhnya sabda beliau- -,


(( ))


Dan aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang Engkau ketahui,

Mengumpulkan kebaikan itu seluruhnya di dunia dan di akhirat.

Sementara sabda beliau- -,


(( ))


dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang Engkau ketahui.

Termasuk permohonan perlindungan yang sempurna, singkat lagi padat makna. Sesungguhnya Anda, dalam ungkapan kalimat ini, Anda memohon perlindungan diri kepada Allah- -dari segala keburukan, segala bala dan segala yang membahayakan. Karena sesungguhnya sabda beliau- -,


(( ))


dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang Engkau ketahui.

Mengumpulkan segala bentuk permohonan perlindungan diri kepada Allah- -seluruhnya.

Adapun sabda beliau- - di penutup doa beliau ini,


(( ))


Dan aku memohon ampunan kepada-Mu untuk dosa-dosa yang Engkau ketahui.

Di dalamnya terdapat pengakuan seorang hamba akan dosa-dosanya dan kesalahan-kesalannya, pengakuan betapa dosa dan kesalahan itu amatlah banyak dan beragam bentuknya. Dan, bahwa di sana ada banyak dosa yang tidak diketahuinya, atau seorang hamba melupakannya, akan tetapi,


[ : 6]


Allah menghitungnya meskipun mereka telah melupakannya.

Maka betapa indahnya seorang yang memohon ampunan (kepada Allah- -) ia mengucapkan dalam permohonannya,


" "


(dan aku memohon ampunan kepada-Mu untuk dosa-dosa yang Engkau ketahui)

Karena ilmu Allah- - (pengetahuan Allah- -) meliputi segala hal yang dirahasiakan, segala hal yang dinyatakan, segala hal yang tersembunyi, segala hal yang nampak. Ilmu Allah- - meliputi segala dosa-dosa yang telah lalu yang telah dilakukan dan segala dosa-dosa yang akan datang yang belum dilakukan bagaimana hal-hal tersebut jika dilakukan. Ilmu-Nya- - meliputi segala sesuatu, karena sesungguhnya Dia- - Maha Mengetahui segala yang gaib, Dzat yang tidak ada sesuatu pun di bumi tidak pula di langit yang tersembunyi dari-Nya. Oleh karena itu, Nabi- -menutup doanya ini dengan bertawasul kepada Allah- -dengan sabdanya,


(( ))


Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.

Yakni, ilmu-Mu meliputi segala hal yang gaib dari (pengetahuan) kami. Adapun pada hak Allah- -, maka perkara gaib di sisi-Nya adalah nampak, perkara rahasia di sisi-Nya adalah nyata, tidak ada sesuatu pun atas-Nya yang tersembunyi.

Maka, ini wahai hamba-hamba Allah- merupakan wasiat agar kita perhatian terhadap doa yang agung dan singkat ini. Di samping kita perhatian terhadap doa ini, juga hendaknya kita berusaha merenungkan petunjuk-petunjuknya dan memahami makna-maknanya.

Semoga Allah- - memberikan taufik kepada kita semua kepada setiap kebaikan dan membimbing kita semuanya ke jalan yang benar. Sesungguhnya Dia- -Maha Mendengar doa dan Dia-lah - -Dzat yang layak menjadi tumpuan harapan, dan cukup Dia-lah- -yang menjadi penolong untuk kita dan Dia-lah- - sebaik-baik pelindung bagi kita.

Amin

Wallahu Alam

(Redaksi)

Sumber :

Syarh Dua Allahumma Inni As-aluka ats-Tsabata Fil Amri, Wal Azimata Ala ar-Rusydi, Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-'Abbad- .





Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatannur&id=997