Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Takut Kepada Allah
Sabtu, 27 Maret 04

Tanya :

Saya adalah seorang guru di madrasah ibtidaiyyah, dan sungguh saya bersyukur kepada Allah atas segala karunia-Nya padaku, dan sungguh saya senang dengan tugasku ini, akan tetapi sesuatu yang membuat saya bingung adalah bahwa saya selalu berusaha untuk selalu meng-esa-kan Allah dan untuk selalu takut kepadanya saja tidak yang lain, bahkan saya berharap kepada Allah agar hal ini bukanlah riya', sungguh saya selalu mengesakan Allah dan takut kepada-Nya dan selalu mencari hal-hal yang diridhai-Nya untuk melaksanakannya, dan hal-hal yang dimurkai-Nya untuk selalu menjauhinya, dan satu-satunya keinginanku pada saat ini adalah mencari hal-hal yang berkenaan dengan syirik agar saya dapat menjauhinya. Sebagaimana telah saya sebutkan , bahwa saya adalah seorang guru yang mengikhlaskan segala amalku untuk Allah dan Allah Maha Mengetahui, akan tetapi setiap saya mendengar akan kedatangan seorang pejabat yaitu seorang penilik yang ditugaskan untuk mengawasi pelaksanaan program sekolah, saya dihinggapi rasa takut seperti takutnya seorang mu'min yang berdiri dihadapan Rabb-nya, rasa takut seperti takutnya seseorang kepada Allah yaitu saya merasa pucat yang tampak di mukaku, saudara-saudaraku, bukankah berarti saya telah berbuat syirik dengan takut kepada orang ini yang tidak punya daya dan upaya bahkan dari orang yang tidak takut kepada Allah ! saudara-saudaraku, berilah nasihat kepadaku kepada jalan yang lurus, jika hal ini telah menjerumuskan saya pada perbuatan syirik, sungguh kepedihan hampir mencabik-cabik lubuk hatiku, lebih jelas lagi bahwa saya ketika mengetahui kedatangan penilik tersebut berusaha melipatgandakan segala dayaku, berilah saya nasihat dan bimbinglah saya ke jalan yang lurus, semoga Allah membalas kamu sekalian dengan kebaikan !

Jawab :

Takut kepada Allah termasuk kedudukan dalam Agama Islam yang paling utama dan paling agung, dan takut itu adalah macam ibadah yang diperintahkan oleh Allah untuk memurnikannya hanya untuk Allah, Allah berfirman : ( karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.) (QS. 3:175) Dan Allah menjanjikan mereka yang merealisasikan takutnya kepada Allah dengan dua surga. Allah berfirman : Dan bagi orang yang takut saat menghadap Rabbnya ada dua surga. (QS. 55:46) Dan Allah memuji para malaikat karena mereka selalu takut kepada Rabb mereka yang berada di atas mereka, Allah berfirman : Mereka takut kepada Rabb mereka yang berkuasa atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka), (QS. 16:50) Dan lainnya dari ayat-ayat al-Qur'an banyak sekali. Dan syaikh Abdur Rahman bin Hasan telah menyebutkan dalam kitabnya ( Fathul Majid ) tiga macam takut : Pertama : Rasa takut sirr ( yang tersembunyi ) yaitu dia takut kepada selain Allah seperti patung, Thaghut, takut selain Allah tersebut akan menimpakan sesuatu yang tidak disukainya kepadanya, sebagaimana Allah berfirman tentang kaum Nabi Huud 'alaihissalam bahwa mereka berkata : Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu". Huud menjawab:"Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, (QS. 11:54) dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. (QS. 11:55) dan firman-Nya : Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorangpun pemberi petunjuk baginya. (QS. 39:36) dan hal inilah yang terjadi pada orang-orang yang menyembah kubur dan lain-lainnya dari sesembahan selain Allah, mereka takut kepadanya ( kuburan dan sesembahan selain Allah ) dan menakut-nakuti ahli Tauhid, jika mereka ( ahlu tauhid ) mengingkari penyembahan kepada sesembahan mereka, dan memerintahkan untuk memurnikan ibadah untuk Allah, dan macam rasa takut ini bertentangan dengan Tauhid ( peng-esa-an Allah ). Kedua : Seseorang meninggalkan kewajibannya karena takut kepada sebagian manusia, maka hal ini adalah haram, hal ini termasuk perbuatan syirik yang bertentangan dengan kesempurnaan tauhid, dan inilah sebab turunnya ayat-ayat di bawah ini : (Yaitu) orang-orang (yang menta'ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:"Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab:"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". (QS. 3:173) Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. 3:174) Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman. (QS. 3:175) Ketiga : rasa takut biasa ( tabi'i. ) yaitu seperti takut dari musuh, binatang buas atau lainnya dan hal ini tidak tercela, sebagaimana Allah berfirman menceritakan kisah Nabi Musa 'alaihissalam : Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, ... (QS. 28:21) ( Fathul Majid. Hal 281 ). Dari sini tampak bahwa rasa takut kamu dari penilik adalah termasuk rasa takut yang ketiga ( rasa takut tabi'I), oleh karena itu kamu harus selalu memurnikan (ikhlas) perbuatan kamu, baik penilik itu datang atau tidak, dan agar kamu selalu melipatgandakan usaha kamu dalam mengajar para pelajar apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dan hendaklah kamu menguatkan imanmu dengan memperbanyak membaca al-Qur'an, merenungkannya dan mengamalkannya serta melaksanakan shalat pada waktunya dan melaksanakan syari'at Islam lainnya. Dan kami memohon kepada Allah untuk kami dan kamu ketetapan hati dan bimbingan untuk selalu beramal shalih. Fatwa Lajnah Daimah, Jld I/361-365

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatfatwa&id=112