Soal :
Penanya dengan inisial A.Kh. mengatakan, “Bagaimana status hadis ini yang diriwayatkan dari Rasulullah Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bahwa beliau ‘bila hendak tidur setiap malam mengumpulkan kedua telapak tangannya, kemudian beliau meniupkan pada keduanya, lalu beliau membaca : Þõáú åõæó Çááøóåõ ÃóÍóÏñ (surat al-Ikhlash), Þõáú ÃóÚõæÐõ ÈöÑóÈøö ÇáäøóÇÓö (surat an-Naas), dan Þõáú ÃóÚõæÐõ ÈöÑóÈøö ÇáúÝóáóÞö (surat al-Falaq). Kemudian, beliau mengusapkan kedua telapak tangannya tersebut ke badannya yang dapat dijangkaunya. Beliau memulainya dari kepalanya dan wajahnya dan anggota badannya bagian depan.’ [1] Dan, beliau melakukan hal tersebut sebanyak tiga kali.
Dan, bagaimana pula cara melakukan tiupan tersebut ?
Saya berharap Anda berkenan memberikan faeadah dan penjelasan mengenai hal tersebut.
Semoga Allah memberkahi Anda.
Jawab :
Syaikh ÑóÍöãóåõ Çááåõ menjawab, “Hadis ini shahih, bahwa beliau Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó biasa bila hendak tidur melakukan apa yang disebutkan oleh si penanya. Akan tetapi, si penanya (dalam pertanyaannya) memulai dengan menyebutkan Þõáú ÃóÚõæÐõ ÈöÑóÈøö ÇáäøóÇÓö (surat an-Naas), sebelum Þõáú ÃóÚõæÐõ ÈöÑóÈøö ÇáúÝóáóÞö (surat al-Falaq), sedangkan urutannya yang benar adalah hendaknya kita mengatakan Þõáú ÃóÚõæÐõ ÈöÑóÈøö ÇáúÝóáóÞö (surat al-Falaq) sebelum Þõáú ÃóÚõæÐõ ÈöÑóÈøö ÇáäøóÇÓö (surat an-Naas).
Adapun (cara) meniupkannya adalah dengan meniup (telapak tangannya) disertai dengan (mengeluarkan) ludah yang ringan. Hikmah dari hal tersebut adalah bahwa ludah ini terpengaruh dengan bacaan surat-surat yang mulia ini. Maka, bila mana ludah tersebut terpengaruh olehnya dan kemudian seseorang mengusapkannya ke wajahnya dan kepalanya, dan kemudian meluaskan usapannya ke seluruh tubuhnya yang dapat dijangkau, maka dalam tindakan tersebut terdapat kebaikan dan keberkahan, serta penjagaan dan perlindungan bagi seseorang dalam tidurnya.
Wallahu A’lam
Sumber :
Fatawa Nur ‘Ala ad-Darb, Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Jilid 1, hal. 96, soal : 60.
Catatan :
[1] HR. al-Bukhari, kitab Fadha-il al-Qur’an, bab : Fadhlu al-Mu’awwidzatain, no. 5017