Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Antara Shalat Tahiyatul Masjid dan Menjawab Adzan
Jumat, 15 Agustus 25

Soal :

Apabila orang yang akan menunaikan shalat Jum’at masuk (ke masjid) sedangkan sang muadzin tengah mengumandangkan adzan kedua, mana yang lebih utama baginya antara menjawab adzan ataukah shalat Tahiyatul Masjid ?

Jawab :

Yang lebih utama baginya adalah ia menunaikan shalat Tahiyyatul Masjid. Ia mengerjakan shalat dua rakaat saat adzan tengah dikumandangkan hingga ia siap diam memperhatikan dan mendengarkan khuthbah. Karena, menjawab adzan sang muadzin mustahab (sunnah) (hukumnya) sedangkan diam memperhatikan dan mendengarkan khuthbah wajib (hukumnya). Di saat itu haram melakukan gerakan dan kesia-siaan, serta berbicara. Sungguh Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó telah bersabda,


ãóäú ãóÓøó ÇáúÍóÕóì ÝóÞóÏú áóÛóì


“Barang siapa mengusap kerikil maka ia telah sia-sia.”
Sebagaimana pula bilamana ia masuk (masjid) setelah adzan dikumandangkan, ia tidak segera duduk sebelum ia mengerjakan shalat dua rakaat.

Dan, sang imam (khatib) pada saat tengah menyampaikan khuthbah bila ia melihat orang yang segera duduk sebelum mengerjakan shalat dua rakaat, hendaknya ia mengingatkannya hingga orang tersebut mengerjakan shalat dua rakaat (tahiyyatul masjid). Sebagaimana hal tersebut dilakukan oleh Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó dengan sabda beliau (kepada Sulaik) :


Þõãú íóÇ Óõáóíúßõ ÝóÕóáøö ÑóßúÚóÊóíúäö æóÊóÌóæøóÒú ÝöíúåöãóÇ


“Berdirilah wahai Sulaik, lalu shalatlah dua rakaat dan kerjakanlah dengan ringan.”

Sulaik adalah seorang lelaki dari Ghathafan, ia masuk masjid, lalu segera duduk. Maka, Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó (yang ketika itu tengah menyampaikan khuthbah Jum’at) perintahkan dirinya untuk mengerjakan shalat dua rakaat (tahiyatul masjid) dengan ringan.

Wallahu A’lam

Sumber :

Fatawa Fi Shalati al-Jum’ati Wa Yaumiha, Syaikh Dr. Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin ÑóÍöãóåõ Çááåõ .


Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatfatwa&id=2000