Artikel : Fiqih - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits

BADA MAUT

Senin, 26 Juli 10


Saat seseorang meninggal dunia, dianjurkan memejamkan kedua matanya, Nabi shallallohu 'alaihi wasallam pernah memejamkan mata Abu Salamah saat ia wafat. Sabda beliau,





Saat ruh dicabut, pandangan mata akan mengikutinya. Maka ucapkanlah yang baik-baik, karena para malaikat akan mengamini ucapan kalian. Diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Ummu Salamah no. 2127.

Dianjurkan juga menyelimuti mayit dengan kain, berdasarkan riwayat Aisyah, radhiallahu anha, bahwa saat Nabi shallallohu 'alaihi wasallam wafat, tubuh beliau diselimutkan dengan sejenis jubah hibarah. Muttafaqun alaih, diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 5814 dan Muslim no. 2180. Hibarah adalah kain yang bercorak.

Dianjurkan melakukan perawatan jenazah segera, bila seseorang sudah dipastikan meninggal dunia, berdasarkan sabda Nabi shallallohu 'alaihi wasallam,



Mayat seorang muslim tidak layak berdiam lama di antara keluarganya. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari hadits al-Husain bin Wahwah al-Anshaari no.3159.

Tujuannya adalah menjaga mayat agar tidak sampai berubah baunya. Imam Ahmad berkata, Salah satu kehormatan mayit adalah segera dirawat. Bila masalah menunggu walinya atau keluarganya yang lain, kalau memang tinggalnya dekat, dan tidak dikhawatirkan mayit akan berubah baunya.

Diperbolehkan juga seseorang mengumumkan berita kematian seorang muslim, agar pihak keluarga dapat segera menyiapkan segala sesuatunya, mengantarkan jenazah, menyalatkan dan mendoakannya.

Namun mengumumkan berita kematian dengan cara yang menggambarkan kepedihan hati atau membangga-banggakan reputasi mayit, termasuk gaya kaum jahiliyah.

Boleh membuka kain penutup jasad mayit di bagian wajahnya dan mencium mayit, sebagaimana hal ini dilakukan oleh Abu Bakar kepada Rasulullah saat beliau meninggal dunia.

Dianjurkan memperhatikan pelaksanaan wasiat mayit, karena itu mempercepat pahala bagi mayit. Allah Taala menyebutkan wasiat itu lebih dahulu dari hutang dalam firman-Nya, agar kaum muslimin memperhatikann dan menunaikannya. Firman Allah,


Sesudah wasiat yang dia buat dipenuhi atau sesudah hutangnya dibayar. (An-Nisa`: 11).

Dianjurkan juga segera melunasi hutang-hutangnya, baik hutang kepada Allah, seperti zakat, haji, nadzar dalam ketaatan, kafarat, atau hutang kepada sesama manusia, seperti mengembalikan amanah atau titipan, rampasan atau pinjaman, tidak peduli apakah mayit memesankan hal itu ataupun tidak.

Sabda Nabi shallallohu 'alaihi wasallam,





Ruh seorang mukmin tergantung akibat hutang yang belum dilunasinya. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari hadits Abu Hurairah no. 9642, at-Tirmidzi no. 1079 dan Ibnu Majah no. 2413. Wallahu alam.
(Izzudin Karimi)
Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatfiqih&id=192