Artikel : Al-Quran - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits

Tafsir Surat Ali Imran Ayat 116 - 120

Kamis, 08 Oktober 20

Tafsir Surat Ali Imran Ayat 116 - 120

(Tipu Daya dan Makar Musuh Islam)



Allah Subhanahu wa Taala berfirman,


(116) (117) (118) (119) (120)


TERJEMAHAN

3:116 Sesungguhnya orang-orang yang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikit pun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

3:117 Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

3:118 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

3:119 Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpaimu, mereka berkata, Kami beriman, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadapmu. Katakanlah (kepada mereka), Matilah kamu karena kemarahanmu itu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.

3:120 Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.


TAFSIR AYAT

AL-MUKHTASHAR FIT TAFSIR:


116. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasulNya, harta dan anak-anak mereka tidak bisa melindungi mereka sedikit pun dari Allah, semua itu tidak dapat menolak azab Allah dari mereka, dan tidak dapat mendatangkan rahmatNya untuk mereka, sebaliknya ia hanya akan menambah dan penyesalan bagi mereka. Mereka adalah penghuni neraka yang tinggal di dalamnya untuk selama-lamanya.

117. Perumpamaan apa yang diinfakkan oleh orang-orang kafir di jalan-jalan kebaikan dan pahala yang mereka nanti-nantikan adalah seperti angin yang membawa hawa yang sangat dingin yang menerjang tanaman suatu kaum yang menzhalimi diri mereka dengan kemaksiatan-kemaksiatan dan lainnya, sehingga angin tersebut membinasakannya, padahal mereka telah mengharapkan kebaikan yang melimpah darinya, maka sebagaimana angin membinasakan tanaman tersebut sehingga tanaman tersebut tidak dapat dimanfaatkan, maka demikian juga kekafiran membatalkan pahala amal mereka yang mereka harapkan. Allah tidak berbuat zhalim terhadap mereka, Mahatinggi Allah dari hal itu, akan tetapi mereka zhalim terhadap diri mereka sendiri karena kekafiran mereka dan pendustaan mereka kepada rasul-rasulNya.

118. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti RasulNya, jangan mengangkat sahabat-sahabat akrab dan orang-orang dekat dari selain orang-orang Mukmin, di mana kalian membocorkan kepada mereka rahasia-rahasia kalian dan kondisi-kondisi khusus kalian, karena mereka itu tidak pernah berhenti untuk menimpakan mudarat kepada kalian dan merusak kondisi kalian, mereka berharap kalian ditimpa sesuatu yang merugikan dan memberatkan kalian, sungguh kebencian dan permusuhan telah nampak dari lisan mereka dengan mencela agama kalian, menggunjing kalian dan membeberkan rahasia-rahasia kalian, dan apa yang disembunyikan oleh dada mereka berupa kebencian adalah lebih besar. Sungguh Kami telah menjelaskan kepada kalian, wahai orang-orang Mukmin, bukti-bukti yang jelas atas apa yang mengandung kebaikan bagi kalian di dunia dan akhirat, bila kalian memahami apa yang Tuhan kalian turunkan kepada kalian.

119. Inilah kalian, wahai orang-orang Mukmin, kalian mencintai orang-orang itu dan mengharapkan kebaikan bagi mereka, padahal mereka tidak mencintai kalian dan tidak mengharapkan kebaikan bagi kalian, sebaliknya mereka membenci kalian, sedangkan kalian beriman kepada kitab-kitab semuanya, dan di antaranya adalah kitab mereka, namun mereka tidak beriman kepada kitab yang Allah turunkan kepada kalian, dan bila mereka bertemu dengan kalian, mereka berkata dengan lisan mereka, "Kami membenarkan." Namun bila sebagian dari mereka bertemu dengan sebagian yang lain, maka mereka menggigit ujung jari mereka karena kesedihan dan kejengkelan terhadap apa yang kalian nikmati berupa persatuan, kesepahaman kalimat dan kemuliaan Islam, sebaliknya mereka selalu terhina. Katakanlah, wahai Nabi, kepada kaum tersebut, "Tetaplah kalian dalam keadaan itu sampai kalian mati dalam keadaan bersedih dan jengkel. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang tersimpan di dalam dada manusia berupa iman atau kekafiran, kebaikan atau keburukan."

120. Jika kalian, wahai orang-orang Mukmin, mendapatkan kenikmatan berupa kemenangan atas musuh atau tambahan harta dan anak-anak, maka mereka tertimpa duka cita dan kesedihan, sebaliknya bila kalian mendapatkan musibah berupa kekalahan dari musuh atau kematian anak-anak atau kekurangan harta, maka mereka bersuka cita karenanya dan bersorak riang gembira, bila kalian bersabar menjalankan perintah-perintah Allah dan menghadapi takdir-takdirNya, serta kalian berusaha menjaga diri kalian dari murkaNya, niscaya makar dan gangguan mereka tidak merugikan kalian. Sesungguhnya Allah Maha meliputi tipu daya yang mereka lakukan dan Allah akan membuat mereka pulang dalam keadaan gagal.

Faidah dari ayat-ayat di atas:

1. Apa yang orang kafir berikan pada jalan-jalan kebaikan tidak berguna baginya di sisi Allah, karena dia tidak merealisasikan syaratnya, yaitu iman kepada Allah Taala dan mengikuti syariatNya.
2. Larangan bagi orang-orang Mukmin untuk loyal kepada orang-orang kafir dan mengangkat mereka sebagai orang-orang dekat dan rekan-rekan akrab yang rahasia-rahasia dan hal-hal penting dari orang-orang Mukmin dibocorkan kepada mereka.
3. Di antara bentuk permusuhan orang-orang kafir terhadap orang-orang Mukmin adalah kebahagiaan mereka manakala orang-orang Mukmin mendapatkan malapetaka dan kekurangan, dan kejengkelan mereka manakala orang-orang Mukmin mendapatkan kebaikan.
4. Menghadapi tipu daya dan makar orang-orang kafir adalah dengan bersabar dan tidak menampakkan rasa takut kepada mereka, kemudian bertakwa kepada Allah dan melakukan sebab-sebab kekuatan dan kemenangan.

TAFSIR AS-SADI:

(116-117) Allah Taala menerangkan bahwa orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Allah dan mendustakan para rasulNya tidak akan ada penyelamat yang menyelamatkan mereka dari siksa Allah dan tidak pula ada pemberi syafa'at kepada mereka di sisi Allah. Dan bahwasanya harta dan anak-anak mereka yang disiapkan untuk menghadapi kesulitan dan bencana tidak akan berguna bagi mereka sama sekali.
Infak yang mereka keluarkan di dunia untuk membela kebatilan mereka akan lenyap, dan bahwa perumpamaannya "adalah seperti perumpamaan" tanaman yang ditimpa "angin" kencang, "yang mengandung hawa yang sangat dingin," maksudnya, hawa dingin yang menusuk atau panas yang membakar, lalu menghancurkan tanaman tersebut, dan hal tersebut adalah akibat dari kezhaliman mereka, maka Allah tidak menzhalimi mereka dan menyiksa mereka tanpa suatu dosa, akan tetapi merekalah yang telah menzhalimi diri mereka sendiri. Ini sebagaimana Firman Allah Taala,




"Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, kemudian mereka akan dikalahkan." (Al-Anfal: 36).

(118-119) Ini adalah peringatan Allah untuk hamba-hambaNya dari tindakan mengangkat orang-orang kafir sebagai pemimpin mereka, menjadikan mereka sahabat-sahabat terpercaya, dan teman-teman dekat, menampakkan dan membuka rahasia-rahasia kaum Mukminin kepada mereka. Lalu Allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya yang beriman tentang perkara-perkara yang mengharuskan mereka berlepas diri dari tindakan menjadikan orang-orang kafir itu sebagai sahabat terpercaya, karena mereka "tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu." Mereka berusaha tanpa pernah lelah, dalam mengakibatkan kemudaratan bagi kalian, dan sungguh telah nampak adanya kebencian dari perkataan dan ketergelinciran lisan mereka. Kebencian dan permusuhan yang disembunyikan oleh hati mereka "adalah lebih besar lagi" daripada sesuatu yang dinampakkan oleh mereka berupa perkataan maupun perbuatan mereka.

Bila kalian mempunyai pemahaman dan akal pikiran, maka sungguh Allah telah menjelaskan bagi kalian perkara mereka. Lalu apa faktor yang mengharuskan untuk mencintai mereka dan menjadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin atau teman-teman terpercaya, padahal kalian mengetahui adanya penyimpangan agama yang besar pada mereka dan juga pada balasan kebaikan kalian terhadap mereka? Kalian itu adalah orang-orang yang istiqamah berpegang teguh pada agama-agama para Rasul. Kalian beriman kepada semua Rasul yang diutus oleh Allah dan kepada setiap kitab yang diturunkan olehNya, sedang mereka mengingkari kitab yang paling utama dan Rasul yang paling mulia. Kalian memberikan mereka (semua) cinta dan kasih sayang yang sama sekali mereka tidak memberikan imbalan minimal yang setimpal untuk kalian. Lalu bagaimana bisa kalian mencintai mereka sedang mereka tidak mencintai kalian. Mereka menjilat kalian dan berlaku nifak terhadap kalian? Dan bila mereka menjumpai kalian, "mereka berkata, 'Kami beriman, dan apabila mereka menyendiri" bersama dengan kelompok mereka sendiri, "mereka menggigit ujung jari" disebabkan karena kemarahan yang besar dan kebencian mereka terhadap kalian dan agama kalian.

Allah Taala berfirman, "Katakanlah (kepada mereka), 'Matilah kamu karena kemarahanmu itu'." Maksudnya, kalian akan menyaksikan kemuliaan Islam dan kehinaan kufur yang akan membuat kalian mendapatkan keburukan, dan kalian meninggal disebabkan amarah kalian sehingga kalian tidak mendapatkan penawar untuknya seperti yang kalian inginkan.

"Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati." Karena itu Allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya yang Mukmin apa yang dikandung oleh hati musuh-musuh agama dari orang-orang kafir dan munafik.
(120) "Jika kamu memperoleh kebaikan" kemuliaan, kemenangan, keselamatan, dan kebaikan, "niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana" berupa penguasaan musuh atau terjadinya beberapa musibah duniawi, "niscaya mereka bergembira karenanya." Ini adalah sifat dari musuh yang sangat sengit sekali permusuhannya. Ketika Allah menerangkan tentang permusuhan mereka yang begitu keras dan menjelaskan tentang sifat keji yang ada pada mereka, maka Allah memerintahkan hamba-hambaNya yang Mukmin untuk bersabar dan konsisten terhadap ketakwaan, dan bahwa bila mereka menegakkan hal itu, niscaya tipu daya musuh mereka tidak akan memudaratkan mereka sedikit pun. Sesungguhnya Allah meliputi mereka semua, perbuatan-perbuatan mereka, tipu daya mereka yang mereka gencarkan terhadap kalian, dan sungguh Allah telah berjanji kepada kalian ketika kalian menegakkan ketakwaan, bahwa mereka tidak akan memudaratkan kalian sedikit pun, maka janganlah kalian bersedih dengan terjadinya hal tersebut.

REFERENSI:

1. Tafsir Al-Quran (1) Surat: Al-Fatihah Ali Imran, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sadi, Darul Haq, Jakarta, Cet. VII, Syaban 1436 H / Juni 2015 M.
2. Tafsir Al-Quran Terjemah al-Mukhtashar fi at-Tafsir, Para Pakar Tafsir, Darul Haq, Jakarta.

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatquran&id=335