Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Kebaikan Berbalas Keburukan
Senin, 04 April 11


Peribahasa Indonesia berkata, “Air susu dibalas dengan air tuba.” Tuba adalah racun ikan, air susu sebagai kehidupan dibalas dengan air tuba yang merupakan kematian. Dalam khazanah sastra Arab terdapat peribahasa yang berarti sama, kebaikan berbalas dengan keburukan.


ßóãõÌöíúÑ Ãõãøö ÚóÇãöÑ


Seperti orang yang melindungi Ummu Amir

Ummu Amir adalah panggilan untuk heyna. Heyna adalah hewan perusak, lebih ganas daripada serigala. Kalau serigala cukup memangsa seekor domba yang tercecer dari kawannya, berbeda dengan heyna, ia tidak akan pergi sebelum memangsa mayoritas domba walaupun tidak seluruhnya dimakan. Oleh karena itu orang Arab memiliki ungkapan, ÃóÝúÓóÏõ ãöäó ÇáÖøóÈõÚú lebih merusak daripada heyna.

Seorang penyair berkata,


ÃóÈóÇ ÍõÑóÇÔóÉ ÃóãóÇ ßõäúÊó ÐóÇ äóÝóÑò
ÝóÅöäøó Þóæúãöí áóãú íóÃúßõáúåõãú ÇáÖóÈõÚõ


Abu Hurasyah jangan sesumbar dengan orang-orangmu yang berjumlah besar
Karena sesungguhnya kaumku belum habis dimangsa heyna


Alkisah, sekawanan pemburu mengejar seekor heyna incaran mereka, heyna tersebut lari bersembunyi ke dalam sebuah tenda milik seorang Arab badui. Para pemburu mengepung tenda menunggu buruan mereka keluar, ternyata yang keluar bukan buruan mereka, yang keluar justru pemilik tenda.

Dia bertanya kepada orang-orang yang mengepung tendanya, “Apa yang kalian cari?” Mereka menjawab, “Buruan kami yang ada di dalam tenda.” Pemilik tenda berkata, “Bukan, ia milikku, masuk ke tendaku, ia dalam perlindunganku, pergilah kalian.” Mereka pergi meninggalkannya. Seterusnya pemilik tenda memperlakukan heyna layaknya seorang tamu, dia memberinya makan dan memberinya minum susu, tetapi apa yang ia dapatkan?

Ketika dia tidur heyna itu memangsanya, membunuhnya dan membelah perutnya sampai ususnya terburai. Kebaikan pemilik tenda dibalas heyna dengan balasan yang benar-benar buruk. Orang-orang pun berkata kepada orang yang berbuat baik dan mendapatkan balasan buruk, “Seperti orang yang melindungi Ummu Amir”.

Seorang penyair berkata,


æóãóäú íóÕúäóÚö ÇáãóÚúÑõæúÝó Ýöíú ÛóíúÑö Ãóåúáöåö
íóáúÞóì ÇáøóÐöì áóÞöíó ãõÌöíúÑ Ãõãøö ÚóÇãöÑ


Barangsiapa meletakkan kebaikan bukan pada tempatnya
niscaya dia mendapatkan apa yang didapatkan oleh pelindung Ummu Amir


Tidak berbeda dengan itu, apa yang diucapkan oleh orang ini,



ÚóáøãúÊõåõ ÇáÑöãóÇíóÉ ßõáøó íóæúãò
ÝóáóãøóÇ ÇÔúÊóÏøó ÓóÇÚöÏóÇåõ ÑóãóÇäöí


Aku mengajarinya memanah setiap hari
Ketika kedua tangannya kuat, dia justru memanahku

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php?pilih=lihatsastra&id=180