Segala puji bagi Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì Rabb semesta alam. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammd adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada beliau, beserta segenap keluarganya dan para sahabatnya semuanya.
Ya Allah !, Ajarilah kami ilmu yang akan memberikan manfaat kepada kami. Berilah kemanfaatan kepada kami dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Tambahkan ilmu kepada kami. Perbaikilah kami seluruhnya, wahai sesembahan kami. Dan, janganlah Engkau menyandarkan kami kepada diri kami sendiri sekejap mata pun juga.
Sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah, sedari hari pertamanya sampai hari kesepuluhnya, yaitu hari Nahr, hari-hari ini merupakan hari-hari yang agung kedudukannya, besar nilainya, agung pula pahala Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì di dalamnya. Hari-hari ini merupakan hari-hari terbaik dan teragung dalam satu tahun. Telah tetap di dalam shahih al-Bukhari dari hadis Ibnu Abbas ÑóÖöíó Çááåõ ÚóäúåõãóÇ bahwa Nabi Õóáøóì ááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bersabda :
ãóÇ ãöäú ÃóíøóÇãò ÇáúÚóãóáõ ÇáÕøóÇáöÍõ ÝöíåóÇ ÃóÍóÈøõ Åöáóì Çááøóåö ãöäú åóÐöåö ÇáúÃóíøóÇãö -íóÚúäöí ÇáúÚóÔúÑõ ÇáúÃóæøóáõ ãöäú Ðöí ÇáúÍöÌøóÉö-¡ ÞóÇáõæÇ íóÇ ÑóÓõæáó Çááøóåö æóáóÇ ÇáúÌöåóÇÏõ Ýöí ÓóÈöíáö Çááøóåö ¿ ÞóÇáó æóáóÇ ÇáúÌöåóÇÏõ Ýöí ÓóÈöíáö Çááøóåö ÅöáøóÇ ÑóÌõáñ ÎóÑóÌó ÈöäóÝúÓöåö æóãóÇáöåö Ýóáóãú íóÑúÌöÚú ãöäú Ðóáößó ÈöÔóíúÁò
“Tidak ada hari di mana amal shalih saat itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari sepuluh ini.” (yakni, sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah)
Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan membawa apa pun.”
Dan datang dari Nabi kita Õóáøóì ááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó sejumlah hadis tentang keutamaan hari-hari ini. Oleh kerena itu, seorang muslim yang dimuliakan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dengan disampaikannya ke hari-hari ini hendaknya secara baik memanfaatkannya. Hendaknya bersungguh-sungguh dan mengerahkan segenap kesungguhannya dalam mengisinya. Hendaknya memperbanyak amal shaleh untuk dirinya pada hari-hari tersebut. Di antara amal shaleh terpenting yang hendaknya diperhatikan di sepuluh hari pertama ini dan hari-hari yang lainnya, adalah :
Al-Faraidh, hal-hal yang diwajibkan oleh Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì kepada para hamba-Nya ; karena di dalam hadis Qudsi, Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :
ãóÇ ÊóÞóÑøóÈó Åöáóíøó ÚóÈúÏöí ÈöÔóíúÁò ÃóÍóÈøó Åöáóíøó ãöãøóÇ ÇÝúÊóÑóÖúÊõ Úóáóíúåö
“Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa-apa yang telah aku wajibkan kepadanya.”
Jadi, al-Faraidh merupakan amal shaleh terpenting. Oleh karena itu, termasuk perkara terpenting yang musti diperhatikan oleh seorang muslim pada sepuluh hari pertama ini adalah : shalat wajib. Bila ada yang mengatakan, ‘Saya setiap hari mengerjakan shalat dan menjaga shalat-shalat wajib !!’ Maka, dikatakan kepadanya, ‘Di sepuluh hari pertama ini, tambahlah penjagaanmu terhadap shalat lima waktu.’ Bila engkau dulunya, misalnya, biasa masuk masjid mendekati dikumandangkannya iqomah, maka masuklah masjid menjelang dikumandangkannya adzan. Dan, hendaknya dudukmu setelah shalat duduk yang cukup lama. Hendaknya Anda tenang. Tunggulah datangnya shalat berikutnya setelah engkau mengerjakan shalat. Karena hal itu merupakan ribath. Maka, tambahlah perhatian terhadap shalat wajib ini, dengan senantiasa memeliharanya, dan hadir ke masjid lebih awal, menjaga dzikir-dzikir yang terkait dengannya. Maka, inilah pendekatan diri terbaik yang dilakukan oleh orang yang mendekatkan diri kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini.
Demikian pula apabila seseorang belum menunaikan kewajiban haji ; maka ini juga termasuk pendekatan diri teragung di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini. Seseorang menunaikan kewajiban ini yang diwajibkan oleh Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì kepadanya.
Begitu pula jika seseorang berkewajiban mengeluarkan zakat harta yang mana haulnya telah tiba, maka ini pun termasuk pndekatan diri kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì yang teragung.
Begitu pula apabila seseorang mempunyai tanggungan puasa wajib, maka hendaklah ia bersegera mengqadhanya di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini.
Yang penting bahwa termasuk amal shaleh teragung di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini adalah perkara-perkara fardhu dan perkara-perkara yang diwajibkan di dalam agama. Kemudian, setelah itu adalah perkara-perkara sunnah, terkhusus sunnah-sunnah yang termasuk jenis induk-induk ibadah dalam agama. Misalnya, shalat, kita katakan, seseorang perhatian dan menjaga shalat-shalat fardhu, perhatian dan menjaga shalat-shalat sunnah seperti shalat rawatib, shalat Dhuha, shalat sunah muthlak dan lainnya yang dianjurkan dan dimotivasi oleh nash-nash.
Demikian pula dalam hal-hal yang terkait dengan zakat yang wajib; hendaknya seseorang di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini perhatian dengan sedekah, karena hal ini juga termasuk pendekatan diri kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì yang paling agung. Seseorang bersedekah dengan sesuatu yang mudah dilakukanya terhadap orang-orang yang membutuhkan dan orang-orang fakir. Maka, ini juga termasuk pendekatan diri kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì yang agung.
Demikian pula puasa; melakukan ibadah sunnah kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dengan berpuasa. Dalam hadis Qudsi Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :
ÇáÕøöíóÇãõ áöí æóÃóäóÇ ÃóÌúÒöí Èöåö
“Puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya.”
Maka, puasa termasuk amal yang paling utama. Dan, diriwayatkan di dalam hadis di dalam Sunan Abu Dawud dan yang lainnya bahwa Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó berpuasa Sembilan hari pertama dari bulan Dzulhijjah. Maka, ini juga termasuk bentuk ibadah nan agung yang hendaknya seseorang bersungguh-sungguh untuk memperhatikannya dan menjaganya.
Demikian pula banyak berdzikir, mengingat dan menyebut Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì . Karena datang juga di dalam hadis-hadis bab ini bahwa Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bersabda :
ÝóÃóßúËöÑõæúÇ Ýöíúåöäøó -íóÚúäöí ÇáúÚóÔúÑõ- ãöäó ÇáÊøóåúáöíáö æóÇáÊøóßúÈöíÑö æóÇáÊøóÍúãöíÏö
Maka, perbanyaklah oleh kaliÔn di dalamnya-yakni, di sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah ini- tahlil, takbir dan tahmid.
Oleh karena itu, di sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah ini, hendaknya seseorang memperbanyak empat ungkapan kata yang paling dicintai oleh Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì, yaitu,
ÓõÈÍóÇäó Çááåö æóÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö æóáóÇ Åöáóåó ÅöáøóÇ Çááåõ æóÇááåõ ÃóßúÈóÑõ
Subhanallah (Maha Suci Allah), al-Hamdulillah (segala puji bagi Allah), Laa ilaa ha illallah (tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah), dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar).
Hendaknya pula perhatian dengan persoalan membaca al-Qur’an, menjadikan untuk dirinya bagian dari al-Qur’an, yakni dengan membaca dan mentadabburinya. Karena ini juga termasuk bentuk pendekatan diri kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì yang sangat agung. Membaca firman-Nya dan mentadabburi dan menggali hidayahnya, Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :
ÃóÝóáóÇ íóÊóÏóÈøóÑõæäó ÇáúÞõÑúÂäó [ãÍãÏ : 24]
Maka tidakkah mereka menghayati al-Qur’an … (Muhammad : 24)
ßöÊóÇÈñ ÃóäúÒóáúäóÇåõ Åöáóíúßó ãõÈóÇÑóßñ áöíóÏøóÈøóÑõæÇ ÂíóÇÊöåö æóáöíóÊóÐóßøóÑó Ãõæáõæ ÇáúÃóáúÈóÇÈö [Õ : 29]
Kitab (al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran (Shad : 29)
Termasuk pula pendekatan diri nan agung kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì di sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah ini adalah perhatian dengan ilmu dan mencarinya, majlis-majlis ilmu, membaca buku-buku ilmu dan mendalami agama. Ini termasuk pendekatan diri nan agung kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì, karena menuntut ilmu termasuk pendekatan diri yang sangat agung. Karena dengan ilmu seseorang mengenal dan mengerti agama Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì, mengetahui mana yang halal dan mana yang haram, mengetahui mana yang sunnah dan mana yang bid’ah, mengetahui mana petunjuk dan mana kesesatan. Seseorang tak mungkin dapat membedakan hal itu kecuali dengan ilmu yang bermanfaat yang bersumber dari kitab Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dan sunnah nabi-Nya Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó.
Demikian pula pintu-pintu kebaktian, di mana jumlahnya cukup banyak ; seperti berbakti kepada kedua orang tua, menyambung hubungan kekerabatan, dan lain sebagainya. Pintu-pintu ini sangat luas dalam syariat, hendaknya seseorang memperbanyaknya, menjadikan dirinya memiliki bagian dari pintu-pintu kebaikan tersebut.
Dan hendaknya kita mengetahui bahwa sepuluh hari pertama ini yang mana kita tengah berada di awal hari darinya akan selesai dengan cepat. Sedangkan hari-hari itu merupakan gudang penyimpanan bagi amal-amal. Akan selesai dengan cepat. Sekarang kita bergembira dengan memasukinya, dan setelah lewat beberapa hari yang sedikit jumlahnya, ternyata hari-hari itu selesai !!. dan termasuk kebaikan bagi seorang hamba adalah bahwa ia mengambil bagian untuknya pada hari-hari tersebut dalam jumlah yang banyak berupa amal shaleh, karena hari-hari tersebut merupakan sebaik-baik hari untuk beramal shaleh. Di sepanjang tahun seluruhnya, sebaik-baik hari untuk beramal shaleh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini. Sampai pun sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, hari-hari terakhir dari bulan Ramadhan ini tidaklah lebih utama dari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini ! namun, malam-malamnya, malam-malam sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan lebih utama daripada malam-malam sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah, dan sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah ini (siangnya) lebih utama dari siang hari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.
Maka, sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah ini merupakan hari-hari terbaik dan hari-hari yang paling utama untuk beramal shaleh; oleh karena itu, selayaknya seorang hamba memperbesar perhatiannya terhadap hari-hari ini, dan hendaknya bersemangat untuk memperbanyak amal-amal shaleh di dalamnya. Juga memperbanyak doa kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì agar mendapatkan taufik, bimbingan dan pertolongan. Hendaknya pula seseorang berdoa untuk dirinya dan untuk saudara-saudaranya kaum Muslimin, secara khusus berdoa memohonkan ampunan kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì. Ini penting sekali. (Misalnya dengan ungkapan)
«Çóááøóåõãøó ÇÛúÝöÑú áöí æóáöæóÇáöÏóíøó æóáöáúãõÓúáöãöíúäó æóÇáúãõÓúáöãóÇÊö»
Ya Allah ! Ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta orang-orang Islam laki-laki dan perempuan
Ini termasuk bentuk doa-doa nan agung yang di dalamnya terdapat pahala yang besar. Dan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menyebutkan di dalam al-Qur’an bahwa ini merupakan doa yang dipanjatkan oleh para Nabi. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menyebutkannya dalam doa Nabi Nuh Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menyebutkannya juga dalam doa Nabi Ibrahim Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ. Dan, Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman kepada Nabi-Nya Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó :
{ÝóÇÚúáóãú Ãóäøóåõ áóÇ Åöáóåó ÅöáøóÇ Çááøóåõ æóÇÓúÊóÛúÝöÑú áöÐóäúÈößó æóáöáúãõÄúãöäöíäó æóÇáúãõÄúãöäóÇÊö}[ãÍãÏ:19]
Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. (Muhamad : 19)
Maka, hendaklah seseorang bersemangat dan bersunguh-sungguh dalam hal tersebut semuanya.
Aku memohon kepada Allah Ìóáøó æóÚóáóÇ Dzat yang telah memudahkan kita sampai ke sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini dengan menggunakan nama-nama-Nya agar Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì juga memberikan kemudahan kepada kita untuk dapat memanfaatkan dengan baik hari-hari ini, dan semoga pula memberikan taufik kepada kita di dalamnya untuk melakukan hal-hal yang dicintai dan diridhai-Nya berupa ucapan-ucapan yang benar dan amal-amal yang shaleh. Semoga pula memperbaiki keadaan kita semuanya. Sesungguhnya Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì Maha Mendengar doa, Dialah Dzat yang layak diharapkan, dan cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kita dan Dia sebaik baik pelindung.
Wallahu A’lam
(Redaksi)
Sumber :
Fadhail ‘Asyr Dzilhijjah, Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin al-Badr ÍóÝöÙóåõ Çááåõ


















