Artikel Fatwa : Perkara-perkara Syar’i bagi Oang yang Tengah Berpuasa Senin, 17 Maret 25 Soal :
Penanya mengatakan, ‘Apakah perkara-perkara syar’i yang seyogyanya dilakukan oleh orang yang tengah berpuasa ?
Jawab :
Syaikh –ÑóÍöãóåõ Çááåõ-menjawab :
Perkara-perkara syar’i yang seyogyanya dilakukan oleh orang yang tengah berpuasa adalah setiap perkataan yang akan mendekatkan diri kepada Allah ÚóÒøó æóÌóáøó ; berupa membaca al-Qur’an, tasbih, tahmid, takbir, tahlil, amar ma’ruf, nahi munkar, bermualamah secara baik dengan sesama makhluk, dengan ucapan yang lembut dan wajah yang berseri-seri. Demikian pula tindakan yang akan mendekatkan seseorang kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì, berupa shalat, sedekah, menolong orang yang membutuhkan pertolongan, dan lain sebagainya dari perkara-perkara yang dimaklumi.
Sungguh Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó telah mengkhabarkan bahwa menolang orang lain menaiki tunggangannya sehingga ia mengendarainya, atau menaikan barangnya di atasnya merupakan sedekah, dan (begitu pula) menyingkirkan gangguan dari jalan merupakan sedekah (pula) [1]
Demikian pula seyogyanya bagi seorang yang tengah berpuasa mengerjakan apa-apa yang diperintahkan oleh Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó berupa ‘sahur’, yaitu mengonsumsi makanan di akhir-akhir waktu malam, karena sesugguhnya Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bersabda :
ÊóÓóÍøóÑõæÇ ÝóÅöäøó Ýöí ÇáÓøóÍõæÑö ÈóÑóßóÉð .
Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat barakah. [2]
Dan, hendaknya ia meniatkan hal tersebut untuk melaksanakan perintah Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó dan mengikuti petunjuknya, serta agar menguatkan dirinya untuk berpuasa.
Dan termasuk perkara yang seyogyanya dilakukannya juga adalah berbuka puasa dengan mengonsumsi ruthab (kurma basah), jika tidak mendapatkan maka tamr (kurma kering), jika tidak mendapatkan pula, maka dengan mengonsumsi air, dan hendaknya pula bersegera berbuka. Berdasarkan sabda Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó :
áóÇ íóÒóÇáõ ÇáäøóÇÓõ ÈöÎóíúÑò ãóÇ ÚóÌøóáõæÇ ÇáúÝöØúÑó
Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka (Muttafaq ‘Alaih, dari hadis Sahl bin Sa’d ÑóÖöíó Çááåõ Úóäúåõ ).
Dan wajib atas orang yang berpuasa secara khusus dan atas setiap orang dari kalangan kaum Muslimin secara umum, wajib atasnya menjauhkan diri dari setiap hal yang diharamkan oleh Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì atas dirinya ; berupa meninggalkan kewajiban-kewajiban dan bersikap meremehkanya, dan mengerjakan perkara-perkara yang diharamkan. Dan, wajib atasnya untuk mengerjakan shalat pada waktu-waktunya secara berjama’ah. Wajib pula atasnya untuk menjauhi dusta, ghibah, namimah, dan curang, serta tindak kelaliman terhadap orang lain.
Wallahu A’lam
Sumber :
Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Fatawa Nur ‘Ala ad-Darb, 7/181 (Soal No. 3769)
Catatan :
[1] HR. al-Bukhari : kitab al-Jihad wa as-Siyar, bab : man akhadza bi-ar-Rukkabi Wa Nahwihi, no. 2989. Muslim : kitab al-Kusuf, bab : Bayanu Anna Isma ash-Shadaqah yaqa’u ‘Ala Kulli Nau-‘in Min al-Ma’ruf, no. 1009.
[2] HR. al-Bukhari : kitab ash-Shaum, bab : barakatu as-Sahur Min Ghairi Iijaab, no. 1923. Muslim kitab ash-Shiyam, bab : Fadhlu as-Sahuur…, no. 1095.
Hit : 5428 |
Index Fatwa |
Beritahu teman |
Versi cetak |
Bagikan
| Index Shaum |
|