Artikel Fatwa : Puasa Setelah Nishfu Sya’ban Kamis, 05 Februari 26 Soal :
Ini seorang penanya dari Suria, bernama Ummu Abdurrahman, mengatakan di dalam pertanyaannya :
“Syaikh yang mulia !
Apakah puasa setelah tanggal 15 dari bulan Sya’ban haram hukumnya ataukah makruh ?
Kami berharap mendapatkan faedah dari Anda.
Jawab :
Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bersabda,
ÅöÐóÇ ÇäúÊóÕóÝó ÔóÚúÈóÇäõ ÝóáóÇ ÊóÕõæúãõæúÇ
“Apabila bulan Sya’ban telah sampai pertengahan, maka janganlah kalian berpuasa.”
Sabda Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó ini merupakan hadis yang shahih. Oleh karena itu, siapa yang tidak berpuasa di awal bulan, ia tidak boleh berpuasa setelah pertengahan bulan, berdasarkan hadis yang shahih ini.
Demikian pula bilamana seseorang akan berpuasa pada akhir bulan, ia tentunya lebih utama untuk tidak dibolehkan melakukannya. Berdasarkan sabda Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó :
áóÇ ÊóÞóÏóãøóæõÇ ÑóãóÖóÇäó ÈöÕóæúãö íóæúãò¡ æóáóÇ íóæúãóíúäö ÅöáøóÇ ÑóÌõáñ ßóÇäó íóÕõæúãõ ÕóæúãðÇ ÝóáúíóÕõãúåõ
“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan puasa sehari dan jangan pula dua hari. Kecuali, seseorang yang biasa melakukan suatu puasa, maka silakan ia berpuasa.”
Orang yang memiliki kebiasaan (puasa), tidak mengapa (ia berpuasa). Bilamana kebiasaannya berpuasa adalah berpuasa pada hari Senin dan hari Kamis, maka tidak mengapa ia berpuasa. Atau, kebiasaannya adalah berpuasa sehari tidak berpuasa sehari, tidak mengapa juga ia berpuasa.
Adapun seseorang memulai puasa setelah pertengahan bulan karena bulan Sya’ban, maka hal ini tidak boleh.
Adapun bila seseorang memulai puasa pada tanggal 14, atau memulai puasanya pada tanggal 15, atau memulai puasanya pada tanggal 13, atau...maka tidak mengapa, karena itu lebih banyak.
Bila seseorang berpuasa semua hari-hari bulan Sya’ban, atau mayoritas harinya, maka tidak mengapa.
Adapun bilama keadaannya tidak berpuasa pada tengah bulan yang pertama, kemudian, ia memulai puasanya ini (yakni, setelah Nishfu Sya’ban, setelah tanggal 15 Sya’ban), itulah yang terlarang.
Wallahu A’lam
Sumber :
Hukmu ash-Shiyam Ba’da Muntashafi Sya’ban, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz ÑóÍöãóåõ Çááåõ , di : https://binbaz.org.sa/fatwas/11186/ Íßã-ÇáÕíÇã-ÈÚÏ-ãäÊÕÝ-ÔÚÈÇä
Hit : 1324 |
Index Fatwa |
Beritahu teman |
Versi cetak |
Bagikan
| Index Shaum |
|