| Konsultasi | Bulletin | Do'a | Fatwa | Hadits | Khutbah | Kisah | Mu'jizat | Qur'an | Sakinah | Tarikh | Tokoh | Aqidah | Fiqih | Sastra | Resensi |
| Dunia Islam | Berita Kegiatan | Kajian | Kaset | Kegiatan | Materi KIT | Firqah | Ekonomi Islam | Analisa | Senyum | Download |
 
Menu Utama
·Home
·Tentang Kami
·Buku Tamu
·Produk Kami
·Formulir
·Jadwal Shalat
·Kontak Kami
·Download Artikel
·Download Murattal

Aqidah
· Menghina Sesuatu yang Mengandung Dzikrullah
· Berburuk Sangka Kepada Allah Taala

Firqah (Aliran-aliran)
· JAMAAH ISLAMIYAH MESIR 5
· JAMAAH ISLAMIYAH MESIR 4

Analisa
· Kerancauan Ilmu Hisab Dalam Penentuan Awal & Akhir Ramadhan
· Studi Kritis Seputar Puasa Hari Sabtu

Ekonomi Islam
· KPR Bank Syariah Ternyata Penuh Dengan Riba
· Produk Al-Mudharabah (Bagi Hasil) Dalam Islam Sebagai Solusi Perekonomian Islam

Produk Kami

Informasi!
·Serial Buku Dakwah Al-Sofwa 2021
·Tebar Serial Buku Tauhid
·Tebar Buku Risalah Puasa Nabi dan Panduan Praktis Ramadhan

Liputan Kegiatan
·Konsultasi Islam
·Penyaluran Hewan Qurban
·Santunan Yatim

Konsultasi Online

Ust.Husnul Yaqin, Lc

Ust.Amar Abdullah

Ust.Saed As-Saedy, Lc

Fatwa Seputar Sholat

Berangkatnya Wanita Muslimah ke Masjid

Apa Hukum Shalat Wanita di Masjid

Haruskah Wanita Melaksanakan Shalat Lima Waktu di Dalam Masjid

Wanita di Rumah Berma'mum Kepada Imam di Masjid

Apakah Shalatnya Seorang Wanita di rumah Lebih Utama Ataukah di Masjidil Haram

Manakah yang Lebih Utama Bagi Wanita Pada Bulan Ramadhan, Melaksanakan Shalat di Masjidil Haram atau di Rumah

Shalatnya Kaum Wanita yang Sedang Umrah di Bulan Ramadhan

Apakah Shalat Seseorang di Masjidil Haram Bisa Batal Ketika Ia Ikut Berjama'ah Dengan Imam atau Shalat Sendirian Karena Ada Wanita yang Melintas di Hadapannya?

Bila Terdapat Pembatas (Tabir) Antara Kaum Pria dan Kaum Wanita, Maka Masih Berlakukah Hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam (sebaik-baik shaf wanita adalah yang paling akhir dan seburuk-buruknya adalah yang paling depan)

Apakah Kaum Wanita Harus Meluruskan Shafnya Dalam Shalat

Benarkah Shaf yang Paling Utama Bagi Wanita Dalam Shalat Adalah Shaf yang Paling Belakang

Benarkah Shalat Jum'at Sebagai Pengganti Shalat Zhuhur

Hukum Shalat Jum'at Bagi Wanita

Hanya Membaca Surat Al-Ikhlas

Hukum Meninggalkan Shalat

Hukum Menangis Dalam Shalat Jama'ah

Jika seorang musafir masuk masjid di saat orang sedang shalat jama'ah Isya' dan ia belum shalat maghrib.

Bolehkah bagi kaum wanita untuk berkunjung ke rumah orang yang sedang terkena musibah kematian, kemudian melakukan shalat jenazah berjama'ah dirumah tersebut ?

Apabila seseorang tidak melakukan shalat fardlu selama 3 tahun tanpa uzur, kemudian bertaubat , apakah dia harus mengqodha shalat tersebut ?

Apabila suatu jama'ah melakukan shalat tidak menghadap qiblah, bagaimanakah hukumnya ?

Membangunkan Tamu Untuk Shalat Shubuh

Doa-Doa Menjelang Azan Shubuh

Bacaan Sebelum Imam Naik Mimbar Pada Hari Jum'at

Shalat Tasbih

Hukum Wirid Secara Jama'ah/Bersama-sama Setelah Setiap Shalat Fardhu

Hukum Meninggalkan Shalat Karena Sakit

Jika Telah Suci Saat Shalat Ashar atau Isya, Apakah Wajib Melaksanakan Shalat Zhuhur dan Maghrib

Jika Wanita Mendapatkan Kesuciannya di waktu Ashar Apakah Ia Harus Melaksanakan Shalat Zhuhur

Mendapatkan Haidh Beberapa Saat Setelah Masuk Waktu Shalat, Wajibkah Mengqadha Shalat Tersebut Setelah Suci

Urutan Shalat yang Diqadha

Seorang Wanita Mendapatkan Kesuciannya Beberapa Saat Sebelum Terbenamnya Matahari, Wajibkah Ia Melaksanakan Shalat Zhuhur dan Ashar?

Keutamaan Shaf Wanita Dalam Shalat Berjama'ah

Berkumpulnya Wanita Untuk Shalat Tarawih

Bolehkah Seorang Wanita Shalat Sendiri dibelakang Shaf

Bolehkah kaum Wanita Menetapkan Seorang Wanita Untuk Mengimami Mereka Dalam Melakukan Shalat di Bulan Ramadhan

Wajibkah Kaum Wanita Melaksanakan Shalat Berjama'ah di Rumah

Apa hukum Shalat Berjama'ah Bagi Kaum Wanita

Apakah Ada Niat Khusus Bagi Imam Yg Mengimami Shalat Kaum Pria & Wanita

Shalatnya Piket Penjaga ( Satpam )

Gerakan Dalam Shalat

Hukum Gerakan Sia-Sia Di Dalam Shalat

Hukum Gerakan Sia-Sia Di Dalam Shalat

Keengganan Para Sopir Untuk Shalat Jamaah

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

Hukum Meremehkan Shalat

Hukum Menangguhkan Shalat Subuh Dari Waktunya

Dampak Hukum Bagi yang Meninggalkan Shalat

Hukum Shalat Seorang Imam Tanpa Wudhu Karena Lupa

Hukum Orang yang Tayammum Menjadi Imam Para Makmum yang Berwudhu

Posisi Kedua Kaki Ketika Berdiri Dalam Shalat

Hukum Meninggalkan Salah Satu Rukun Shalat

Jika Ketika Shalat Ragu Apakah Ia Meninggalkan Salah Satu Rukun

Shalat Bersama Imam, Tapi Lupa Berapa Rakaat Yang Telah Dikerjakan

Hukum Shalat di Belakang Orang yang Menulis Tamimah Untuk Orang Lain

Hukum Shalat di Belakang Orang yang Berinteraksi Dengan Tamimah dan Sihir

Mengumumkan Barang Hilang Di Dalam Masjid, Bolehkah?

Seputar Posisi Makam Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam Di Masjid Nabawi

Shalatnya Penjaga Piket/Satpam

Hukum Membaca Al-Qur'an Dalam Shalat Secara Berurutan

Haruskah Imam Menunggu Makmum Masbuk Ketika Ruku

Shalat Dengan Mengenakan Pakaian Transparan

Hukum Pergi Ke Masjid Yang Jauh Agar Bisa Shalat Di Belakang Imam Yang Bagus Bacaannya

Sahkah Shalat Di Belakang Imam Yang Bacaanya Tidak Bagus?

HUKUM BACAAN AL-QUR'AN SEBELUM ADZAN JUM'AT

Meluruskan Barisan Hukumnya Sunat

Shalatnya Piket Penjaga / Satpam

Shalat Fardhu Bermamum Kepada Orang Yang Shalat Sunnat

Keengganan Para Sopir Untuk Shalat Berjama'ah

Bacaan Al-Quran Dengan Pengeras Suara Sebelum Shalat Subuh

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

Imam Menunggu Para Mamum Ketika Ruku

Mendengar Adzan Tetapi Tidak Datang Ke Masjid

Menempatkan Dupa Di Depan Orang-Orang Yang Sedang Shalat

Kapan Dibacakannya Doa Istikharah

Shalat Dengan Mengenakan Pakaian Bergambar

TATA CARA SHALAT DI PESAWAT

Menjama Shalat Dalam Kondisi Dingin

Menghadap Kiblat Ketika Buang Air

Hukum Shalat Bergeser Dari Arah Kiblat

Mendapatkan Najis Di Pakaian Setelah Melaksanakan Shalat

Sahkah Shalat Di Masjid Yang Ada Kuburan Di Dalamnya?

Doa Atau Dzikir Sebelum Adzan

Hukum Membaca Shalawat Kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam Secara Berjamaah Di Setiap Akhir Shalat

Mana Yang Harus Didahulukan Mendengarkan Ta'lim Atau Tahiyatul Masjid?

Hukum Menahan Buang Angin Ketika Melaksanakan Shalat

Sahkah Shalat Seseorang Yang Terbuka Sebagian Kecil Dari Auratnya?

Beberapa Masalah Mengenai Sujud Syukur

Hukum Mengakhirkan Shalat Shubuh Hingga Terbit Matahari

Beberapa Masalah Tentang Shalat Jum'at Bagi Musafir

Aurat Terbuka Ketika Shalat

Wajibkah Mengqadha Puasa yang Tertinggal?

Do'a Qunut

Sunnah Sebelum Melaksanakan Shalat 'Ied

Membaca al-Qur'an di Rumah Selepas Shalat Subuh Sampai Terbit Matahari

Shalat Dua Rekaat Antara Adzan dan Iqamah

Shalatnya Piket Penjaga/Satpam

Gerakan dalam Shalat

Hukum Gerakan Sia-Sia di Dalam Shalat

Kacaunya Pikiran Ketika Shalat

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

Hukum Menangguhkan Shalat Shubuh dari Waktunya

Hukum Meremehkan Shalat

Bersalaman (Berjabat tangan) setelah shalat

Shalat dengan Mengenakan Pakaian Transparan

Shalat Fardhu Bermakmum Kepada Orang yang Shalat Sunnah

Hukum Mengambil Mushaf dari Masjid, Memanjangkan Punggung Ketika Sujud dan Melakukan Gerakan Sia-Sia di Dalam Shalat

Masbuq Pada Saat Tahiyat Akhir

Tata Cara Melaksanakan Shalat di Dalam Pesawat

Shalat Di Dalam Pesawat

Imam Menunggu Para Makmum Ketika Rukuk

Hikmah Dimasukkannya Kuburan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Ke Dalam Masjid

Hukum Shalat di Masjid yang Ada Kuburannya 1

Hukum Shalat Di Masjid Yang Ada Kuburannya 2

Mendengar Adzan Tapi Tidak Datang ke Masjid

Hukum Menyepelekan Shalat Berjamaah

Waktu Mustajab pada Hari Jum'at

Memakan Bawang Putih Atau Bawang Merah Sebelum Shalat


Info Khusus

Cinta Rasul

Ada Apa Dengan Valentine's Day ?

Manisnya Iman

Hukum Merayakan Hari Valentine

Adakah Amalan Khusus di Bulan Rajab?

Asyura' Dalam Perspektif Islam, Syi'ah & Kejawen..!!

Ada Apa Dengan Valentines Day?


Kajian Islam
· Ada Apa Dengan Valentine's Day..??
· Mutiara Fiqih Islam
· KITAB TAUHID 3
· Untuk Diketahui Setiap Muslim

SMS Dakwah Hari Ini

Allah berfirman,yang artinya, Tidak ada yang serupa dengan Dia dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(QS.Asy-Syura:11)

( Index SMS Dakwah )

   


Telah Hadir & Terbit Kembali SERIAL BUKU DAKWAH AL-SOFWA :: Telah Hadir & Terbit Kembali SERIAL BUKU TAUHID :: Tebar Buku Risalah Puasa & Panduan Praktis Bulan Ramadhan ::

Artikel Buletin An-Nur :

11 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Isa- -
Jumat, 24 Desember 21


Isa- -sosok yang sering ditanyakan oleh bayak orang. Dan, banyak pula ragam pertanyaan yang diajukan. Berikut ini 11 pertanyaan dan jawabannya. Semoga Anda-para pembaca yang budiman-dapat mengambil faedah darinya. Amin

Alasan Isa Dinamakan al-Masih

Pertanyaan 1 :
Mengapa Isa- -dinamakan dengan al-Masih ?

Jawaban :
Tidak diragukan bahwa nama beliau adalah Isa, nama tersebutlah nama yang banyak disebutkan di dalam al-Quran, seperti dalam firman-Nya,


[ : 6]


Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, Wahai Bani Israil ! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu. (ash-Shaff : 6)
Dan firman-Nya,


[ : 34]


Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya (Maryam : 34)
Dan firman-Nya,


[ : 85]


Dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh (al-Anam : 85)
Dan firman-Nya,


[ : 110]


Dan ingatlah, ketika Allah berfirman, Wahai Isa putra Maryam ! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu ... (al-Maidah : 110)
Dan di tempat lainnya di dalam al-Quran.

Adapun nama beliau al-Masih disebutkan di beberapa tempat di dalam al-Quran, antara lain di dalam firman-Nya,


[ : 45]


Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra) namanya Al-Masih Isa putra Maryam...(Ali Imran : 45)


[ : 172]


Al-Masih sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah...(an-Nisa : 172)
Dan firman-Nya,


[ : 171]


Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah ... (an-Nisa : 171)

Sebagian salaf-semoga Allah merahmati mereka- mengatakan, Beliau dinamakan dengan Al-Masih karena banyak berkelana. Ada juga yang mengatakan, Karena beliau adalah mengusap kedua telapak kakinya. Ada juga yang mengatakan, Karena, bila beliau mengusap orang yang tengah menderita gangguan fisik niscaya orang tersebut sembuh dengan izin Allah- -. Dan, Abu Ubaid dan al-Laits berpendapat bahwa nama aslinya dalam bahasa Ibrani adalah (masyih) dengan titik tiga pada huruf sin. Lalu, orang-orang Arab menerjemahkan kedalam bahasa Arab dan mengubah lafazhnya (menjadi , masih). Atas dasar ini, maka kata tersebut tidak mempunyai turunan. Sementara Jumhur berpendapat bahwa kata tersebut memiliki turunan kata. Ada juga yang berpendapat bahwa al-Masih berarti ash-Shiddiq (jujur). Ada juga yang berpendapat,Beliau bernama al-Masih karena Zakariya mengusapnya. Ada juga yang berpendapat, Karena tindakan beliau mengusap bumi, yakni, berkelana di atasnya. Ada juga yang berpendapat, Karena beliau keluar dari perut ibunya diusap dengan minyak. Ada juga yang berpendapat, Karena beliau diusap dengan keberkahan ketika dilahirkan. Ada juga yang berpendapat, Karena Allah- -mengusapnya, yakni, menciptakannya dengan rupa yang sangat bagus. Ada juga yang berpendapat selain itu, sebagaimana disebutkan oleh imam an-Nawawi di dalam Syarah Muslim [1]. Wallahu Alam

Bantahan Terhadap Orang yang Berdalil bahwa Isa adalah Anak Allah

Pertanyaan 2 :
Apa bantahan Anda-semoga Allah menjaga Anda-terhadap orang yang berdalil dengan ayat ini,




maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami
Bahwa Isa itu adalah anak Allah ? Mahatinggi Allah terhadap apa yang dikatakan orang-orang Zhalim.

Jawaban :
Penggalan ayat ini terdapat di dalam surat at-Tahrim. Allah- -berfirman,


[ : 12]


Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sabagian dari roh (ciptaan) Kami ... (at-Tahrim : 12)
Dan, di dalam surat al-Anbiya, Allah- -berfirman,


[ : 91]


Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami kedalam (tubuh)nya...(al-Anbiya : 91)

Pernyataan dalam ayat tersebut jelas bahwa peniupan itu pada diri Maryam dan bahwasanya peniupan tersebut sampai ke farjinya lalu ia mengandung Isa. Dan, Dia- -berfirman di dalam surat Maryam,


[ : 17]


lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna. (Maryam : 17)
Dan dia (Jibril) adalah Malaikat yang telah berkata,


[ : 19]


Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci (Maryam : 19)

Disebutkan di dalam tafsir bahwa Malaikat tersebut meniupkan pada lobang kerah baju Maryam, hingga sampailah tiupan itu ke rahimnya, lalu rahim tersebut melekatkan Isa.

Dan yang dimaksud dengan ruh adalah sesuatu yang Allah- - ciptakan berupa nyawa yang dengannya diperoleh kehidupan, sebagaimana yang terjadi pada Adam- - , Allah- -telah berfirman,


[ : 29]


Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud (al-Hijr : 29)

Maka, Adam, Allah- -telah meniupkan roh padanya dan demikian pula Isa, ia diciptakan dengan roh ini yang merupakan ciptaan Allah- -. Jadi, Isa tercipta dari tiupan ini yang merupakan roh ciptaan Allah- -, yakni, tercipta dari nyawa yang Allah- - ciptakan dan Dia- -menciptakan seluruh manusia dengannnya. Manusia yang pertama kali diciptakannya adalah Adam- -yang Allah- -telah berfirman tentangnya,


[ : 9]


Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu. (As-Sajdah : 9)

Atas dasar ini maka tidak ada kekhususan bagi Isa dengan roh ini. Bahkan, Isa sama seperti makhluk-makhluk yang lainnya, yang terdiri dari ruh dan jasad yang bergerak dan berbolak-balik dalam kehidupan ini. Wallahu Alam

Wafatnya Isa, Benar-benar Terjadi Ataukah Tidak ?

Pertanyaan 3 :
Apa maksud dari firman Allah- - ,


[ : 55]


(Ingatlah), ketika Allah berfirman, Wahai Isa ! Aku mewafatkanmu dan mengangkatmu kepada-Ku ... (Ali Imran : 55).

Wafat tersebut benar-benar terjadi ataukah tidak ? Kami berharap Anda berkenan memberikan penjelasan tentang hal tersebut. Semoga Allah- -memberikan pahala kepada Anda.

Jawaban :
Yang benar bahwa makna wafat di sini adalah tidur, yakni, bahwa Allah- -mengangkat Isa kepada-Nya saat ia dalam keadaan tidur, karena tidur itu benar dikatakan sebagai wafat, yakni, menyerupai wafat. Seperti Allah- -berfirman,


[ : 42]


Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur...(Az-Zumar : 42)

Yakni, mewafatkan orang-orang yang masih hidup saat tidur di mana nyawa-nyawa mereka berpisah dengan mereka dengan perpisahan yang khusus pada mereka (orang yang tengah tidur itu) di mana mereka kehilangan perasaan, kehilangan kemampuan menangkap suara dan gerakan yang diusahakan, kemudian nyawa-nyawa itu kembali kepada mereka ketika mereka terbangun dari tidurnya.
Dan disebutkan dalam hadis bahwa Nabi- - biasa mengucapkan ketika hendak tidur,


ǡ


Dengan menyebut nama-Mu wahai Rabb-ku aku letakkan sisi tubuhku dan dengan menyebut nama-Mu pula aku akan mengangkatnya ; namun jika Engkau memegang nyawaku maka rahmatilah ia dan jika Engkau melepaskannya kembali maka jagalah ia dengan sesuatu yang Engkau gunakan untuk menjaga hamba-hamba-Mu yang shaleh. [2]

Dan, adalah Rasulullah- - pada saat bangun tidur, beliau mengucapkan,




Segala puji bagi Allah Dzat yang telah menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepadaNyalah tempat kembali [3]




Segala puji bagi Allah Dzat yang telah mengembalikan kepadaku ruhku dan memberikan afiyat pada jasadku [4]

Atas dasar ini, maka makna ayat di atas adalah, Sesungguhnya Aku mewafatkanmu seperti wafatnya orang yang tengah tidur di mana kamu tidak merasa saat diangkat ke langit. Yakni, bahwa Isa tidur nyenyak, kemudian dalam keadaan tidurnya Allah- -mengangkatnya seperti yang Dia kehendaki, Isa tidak bangun kecuali setelah dirinya diangkat ke langit.

Yang lain berpendapat bahwa Isa benar-benar diwafatkan sebagaimana orang yang mati dalam jangka waktu yang sebentar di mana dirinya diangkat ke langit, kemudian ia dibangkitkan dan hidup kembali [5]

Al-Warraq mengatakan, Aku mewafatkanmu, dari dunia dan bukan wafatnya orang yang mati. Dan begitu pula kata Ibnu Jarir- - bahwa wafatnya Isa bermakna pengangkatannya dari dunia sehingga ia tidak menjadi bagian dari penduduk bumi, ia tidak membutuhkan apa yang dibutuhkan oleh penduduk bumi berupa makan, minum, tidur, bangun, dan yang lainnya. Banyak hadis menyebutkan bahwa nantinya Isa akan turun di akhir zaman dan berhukum dengan syariat ini (syariat Muhammad- ), menghancurkan salib, membunuh babi, membatalkan praktek membayar jizyah, maka tidak diterima selain Islam. Ia berdalil dengan firman Allah- -,


[ : 159]


Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya (an-Nisa : 159). Yakni, sebelum kematian Isa. Wallahu Alam

Kehormatan yang Diberikan kepada Isa

Pertanyaan 4 :
Semoga Allah- -membalas Anda dengan pahala yang besar, apa yang dimasud dengan di dalam firman-Nya,


[ : 45]


(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, Wahai Maryam ! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra) namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah) (Ali Imran : 45), apa kehormatan yang diberikan kepada Isa sehingga menjadi seorang yang terkemuka ? dan apa pula yang dimaksud dengan orang yang didekatkan ?

Jawaban :
merupakan bentuk tunggal, jamaknya adalah . Dan, yang dimaksud dengannya di dalam ayat ini adalah kalimat yang Allah- -gunakan untuk menciptakan Isa. Sehingga dimutlakan kepada Isa ungkapan, Isa kalimatullah karena Allah- -menciptakan dan mengadakannya dengan kalimat tersebut, yaitu, kalimat (yang berarti, jadilah !), oleh karena ini Dia- -berfirman tentang Yahya,


[ : 39]


Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu (Zakariya) dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat dari Allah...(Ali Imran : 39)

Yakni, ia (Yahya) membenarkan Isa yang diciptakan dengan sebuah kalimat dari Allah- -.

Sehingga maknanya di sini, bahwa Allah- -menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) seorang anak yang keberadaannya dengan kalimat dari Allah- -, yakni, Dia- -mengatakan kepadanya, (jadilah !), maka jadilah. Sebagaimana Dia- -berfirman,


[ : 171]


Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya, yang disampaikan-Nya kepada Maryam...(an-Nisa : 171)

Yakni, ia diciptakan dengan kalimat yang dikirimkan oleh Jibril kepada Maryam, lalu Jibril meniupkan padanya dari ruh (ciptaan)Nya dengan seizin Rabbnya. Di mana peniupan itu terjadi pada lobang kerah bajunya, lalu tiupan itu turun hingga masuk ke kemaluannya seperti halnya perkawinan antara ayah dan ibu. Oleh karena ini dikatakan,Isa kalimatullah ; karena ia tercipta dari kalimat, yaitu, (yang berarti, jadilah !) sebagaimana Allah- -berfirman,


[ : 59]


Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, Jadilah ! Maka jadilah sesuatu itu. (Ali Imran : 59)

Kalangan Jahmiyyah mengatakan, kalimatullah adalah makhluk, sementara menurut kalangan Nasrani bahwa kalimatullah adalah dari Dzat Allah. Yang benar adalah pendapat kalangan Ahlus Sunnah bahwa kalam Allah- -merupakan sifat dari sifat-sifatNya, bukan makhluk, dan bahwa Isa diciptakan dengan kalimat itu, dan Isa bukanlah kalimat itu sendiri sebagaimana pendapat yang diyakini oleh kalangan orang-orang Nasrani.

Adapun makud dari firman-Nya,




seorang terkemuka di dunia dan di akhirat
Yakni, beliau (Isa putra Maryam) memiliki jah (kedudukan terhormat), keutamaan, dan kemuliaan di sisi Allah- -, sebagaimana hal itu disebutkan pula tentang Nabiyullah Musa- -di dalam firman-Nya,


[ : 69]


Wahai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah. (al-Ahzab : 69)

Di antara bekas dari kedudukan yang terhormat ini adalah bahwa Allah- -menguatkannya dengan memberikan kepadanya beberapa mukjizat, menguatkannya dalam perdebatan-perdebatan yang terjadi antara dirinya dan orang yang mendebatnya dari kalangan kaumnya.
Termasuk bekasnya pula adalah diijabahnya doanya, ditolong, dijaga dan dilindungi dari musuh-musuh Allah- -yang berupaya melakukan makar dan tipu daya, karena itu Allah- -telah mejaga Isa dan melindunginya dari makar dan tipu daya orang-orang Yahudi. Akan tetapi hal ini tidak berarti membolehakan seseorang berdoa kepadanya, selain kepada Allah- -, atau memberikan kepadanya sebagian dari hak Allah- -.

Adapun maksud dari firman-Nya,


[ : 45]


dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah) (Ali Imran : 45)

Yakni, termasuk golongan orang-orang yang berbahagia yang beruntung memperoleh kedekatan dan kedudukan yang tinggi di dalam Surga yang Allah- -sebutkan balasan mereka di dalam firman-Nya,


(88) (89) [ : 88 89]


Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah), Maka dia memperoleh ketentraman dan rezeki serta Surga (yang penuh) kenikmatan (al-Waqiah : 88-89)

Dan, kedekatan di sisi Allah- -merupakan tingkatan kedudukan yang paling mulia, itu adalah kedudukan para nabi, siddiqin, para syuhada dan orang-orang shaleh, orang-orang yang Allah- -sebutkan pahalanya dengan firman-Nya,


[ : 28]


(yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang dekat (kepada Allah) (al-Muthaffifin : 28). Wallahu Alam

Ayat yang Didatangkan oleh Isa

Pertanyaan : 5
Apakah ayat yang didatangkan oleh Isa dalam firman Allah- -,


[ : 50]


...Dan aku datang kepadamu membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu ...(Ali Imran : 50)

Jawaban :
Yakni, aku datang kepadamu membawa hujjah dan petunjuk yang menunjukkan akan kebenaranku dalam apa-apa yang aku katakan kepada kalian. Yakni, ayat (tanda) yang dimaksudkan adalah beberapa jenis ayat-ayat (tanda-tanda) dan mukjizat yang telah disebutkan pada firman-Nya,


[ : 49]


Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah ayat (tanda, mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah...(Ali Imran : 49)

Maka, pembuatan bentuk burung dan peniupan padanya merupakan ayat dan mukjizat. Penyembuhan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta, di mana Isa mengusapnya hingga orang tersebut sembuh juga merupakan ayat dan mukjizat dari Rabbnya. Demikian pula pemberitahuannya kepada mereka tentang apa-apa yang mereka simpan di rumah-rumah mereka dan apa-apa yang mereka sembunyikan berupa rahasia-rahasia mereka. Demikian pula menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah, dan ayat-ayat yang lainnya yang menunjukkan bahwa dirinya merupakan utusan dari Rabbnya. Dan karena ayat-ayat itulah orang-orang Nasrani-semoga Allah melaknat mereka-berkeyakinan bahwasanya Isa dialah Allah- -, sehingga karena itulah mereka dicap oleh Allah- - bahwa mereka telah kafir,


[ : 72]


Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, Sesungguhnya Allah itu adalah Al-Masih putra Maryam. Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, Wahai Bani Israil ! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. ... (al-Maidah : 72)

Padahal, aya-ayat dan mukjizat yang didatangkan Isa itu hanyalah untuk menunjukkan kepada kebenaran (ucapan)nya dan bahwasanya dirinya hanyalah sebagai seorang utusan dari Rabbnya.

Istidlal Bahwa Isa Manusia dan Seorang Utusan

Pertanyaan 6 :
Apa komentar Anda tentang orang yang berdalil dengan firman Allah- -,


[ : 59]


Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, Jadilah ! Maka jadilah sesuatu itu. (Ali Imran : 59) bahwa Isa itu manusia dan seorang utusan, dan tidak seperti yang diklaim oleh orang-orang Nasrani bahwa Isa itu adalah anak Allah ?

Jawaban :
Tidak ada keraguan pada apa yang ditunjukkan oleh ayat tersebut bahwa Isa adalah makhluk, dan bahwa Allah- -Dialah sendiri yang telah menciptakan Isa, maka sebagaimana Adam- - diciptakan oleh Allah- -dari tanah, tanpa seorang ayah dan seorang ibu. Adam tercipta dari tanah dan Allah- -berfirman kepadanya, (Jadilah !), maka jadilah seperti yang dikehendaki Allah- -, maka demikian pula halnya Isa, Allah- -menciptakannya dari seorang ibu tanpa seorang bapak, Allah- -berfirman padanya, (Jadilah !), maka jadilah, terbentuklah ia di dalam perut ibunya lalu keluarlah ia darinya sebagai sosok manusia yang sempurna. Dan, Allah- -ciptakan pada dirinya beberapa tanda yang membedakannya dari seluruh manusia di mana ia dapat berbicara saat ia masih dalam ayunan, dan Allah- -sebutkan di antara sejumlah ucapannya, dalam firman-Nya,


[ : 30]


Dia (Isa) berkata, Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi (Maryam : 30)

Dakwah Para Rasul Semuanya Sepakat dalam Masalah Pokok Agama

Pertanyaan 7 :
Apakah makna firman-Nya,


[ : 46]


Dan kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan Kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa (al-Maidah : 46) bahwa Isa datang untuk menyempurnakan dakwah Musa ?
Dan, apa komentar Anda tentang orang yang mengatakan,Sesunggguhnya Injil tidaklah diubah berdasarkan nash firman-Nya,




Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya ?
Dan apa makna firman-Nya,




dan membenarkan Kitab yang sebelumnya yaitu Taurat ?

Jawaban :
Tidak diragukan bahwa dakwah semua para Rasul itu sepakat dalam persoalan pokok agama, yaitu, tauhid dan memurnikan ibadah kepada Allah- -. Itulah makna sabda Nabi- -,




Para Nabi itu saudara satu bapak dan ibu-ibu mereka berbeda-beda, sementara agama mereka satu (HR. Muslim)

Yakni, seperti kedudukan anak-anak yang berasal dari ibu-ibu yang berbeda sementara ayah mereka satu.Yakni, mereka sepakat dalam persoalan aqidah disertai adanya perbedaan dalam persoalan syariat. Sekalipun demikian, setiap Nabi membenarkan orang yang datang sebelumnya dari kalangan para Nabi dan Rasul. Dengan demikian, maka firman-Nya,


... [ : 46]


Dan kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, ... (al-Maidah : 46) menunjukkan bahwa Isa membenarkan apa yang terdapat di dalam Taurat berupa ilmu, mengamalkannya, menganjurkan untuk mempraktekkan hal itu dan berhukum dengan apa-apa yang terkandung di dalamnya.
Dan tidak diragukan pula bahwasanya ia diberi Injil dan di dalam Injil tersebut terdapat petunjuk dan cahaya, dan berisikan pula hukum-hukum yang tidak ada di dalam Taurat; oleh karena ini, Allah- -berfirman,


[ : 50]


Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan agar aku menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu... (Ali Imran : 50)

Allah- -menyebutkan bahwasanya dia (Isa) menghalalkan bagi mereka sebagian hal yang dulunya diharamkan dalam syariat Musa, sebagai bentuk pemberian keringanan hukum.

Dan tidak diragukan pula bahwa Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa di dalamnya terkandung petunjuk dan cahaya, akan tetapi setelah Isa diangkat (ke langit) mereka berselisih tentangnya, oleh karena itu terdapat sejumlah Injil (seperti, Injil Matius, Injil Yohanes, dst.[6] dan bahwasanya di antara Injil-Injil tersebut terdapat perbedaan sebagaimana hal itu dapat disaksikan. Sementara Allah- -hanya menyebutkan satu kitab saja. Maka, adanya beberapa Injil setelah Isa merupakan dalil yang menunjukkan adanya perubahan dan pemalsuannya. Adapun Injil yang asli, maka itulah yang Allah- - sebutkan,




di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya.
Adapun Injil-Injil ini, telah diubah dan dipalsukan dari kitab yang diturunkan yang turun untuk membenarkan kitab Taurat kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjelaskan apa-apa yang terdapat di dalamnya. Wallahu Alam

Mendebat Ahli Kitab dengan Injil dalam Hal Penetapan Kenabian Isa

Pertanyaan 8 :
Apa hukum syari perihal yang dilakukan sebagian juru dakwah ketika mendebat kalangan ahli kitab dengan berdalil dengan Injil dalam hal menetapkan kenabian Isa dan bahwasanya Isa seorang manusia, apakah dalam hal ini terdapat kontradiksi dalam hal bahwa al-Quran merupakan penghapus kitab-kitab samawi yang telah lalu ?

Jawaban :
Boleh mendebat kalangan orang-orang Nasrani dengan menggunakan apa-apa yang disebutkan di dalam kitab-kitab mereka dan Injil-Injil mereka yang mereka akui dan mengklaim benarnya apa-apa yang terkandung di dalamnya [7]. Maka, hal itu boleh dijadikan argumentasi untuk menetapkan risalah Isa dan bahwasanya Isa adalah manusia yang diciptakan, yang dengan itu dapat membatalkan atau mematahkan klaim mereka bahwa Isa itu adalah anak Allah. Dan, boleh juga berdalil dengan apa yang terdapat di dalam kitab tersebut berupa penyebutan Nabi- dan kabar gembira akan kedatangannya yang menunjukkan kebenaran kerasulannya, dan bahwa setiap orang yeng menjumpainya harus mengikutinya. Hal demikian itu karena bahwa Allah- -telah mengambil perjanjian atas setiap Nabi untuk mengikuti nabi yang datang setelahnya, dan jika Muhammad diutus sementara Nabi tersebut masih hidup maka hendaknya ia mengikutinya dan memerintahkan ummatnya agar mereka juga mengikutinya, karena agama beliau- - merupakan agama yang terakhir dan syariatnya menghapus syariat-syariat sebelumnya. Dan tidak ada pertentangan antara absahnya berdalil dengan menggunakan kitab-kitab yang telah lalu dan keadaan al-Quran sebagai penghapus bagi kitab-kitab tersebut, yakni, kembali kepada apa-apa yang terkandung di dalamnya, karena di dalam kitab-kitab bersebut terdapat sesuatu yang menunjukkan bahwa pengamalannya terbatasi oleh waktu sampai keluarnya atau diutusnya Nabi Muhamamad- -.

Apakah Isa Sekarang di Surga Seperti yang Diklaim oleh Orang-orang Nasrani ?

Pertanyaan 9 :
Apakah Isa Sekarang di Surga seperti yang diklaim oleh orang-orang Nasrani ?

Jawaban :
Allah- -menyebutkan bahwa Dia mengangkat Isa kepadaNya dalam firman-Nya,


[ : 55]


(Ingatlah), ketika Allah berfirman, Wahai Isa ! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku... (Ali Imran : 55)
Dan dalam firman-Nya,

[ : 158]

Tetapi Allah telah mengangkat Isa kehadirat-Nya. Allah Maha perkasa, Mahabijaksana (an-Nisa : 158)

Dan, dia (Isa) berada di langit kedua, ia bersama dengan Yahya bin Zakariya, sebagaimana disebutkan dalam hadis tentang Isra yang disebutkan oleh imam al-Bukhari di dalam shahihnya dari Anas bin Malik. Kemudian, sesungguhnya Isa setelah diangkat ke langit menjadi seperti yang lainnya dari kalangan para Nabi yang diangkat, dan Nabi- -mendapati mereka kala dimirajkan ke langit. Beliau- - bertemu dengan Adam di langit pertama, Yahya dan Isa di langit kedua, Yusuf di langit ketiga, Idris di langit keempat, Harun di langit kelima, Musa di langit keenam, dan Ibrahim di langit ketujuh. Dan beliau tidak menyebutkan nabi-nabi yang lainnya.[8] Dan, al-Hafizh menyebutkan di dalam al-Fath bahwa yang dimaksud adalah arwah mereka, karena jasad-jasad mereka telah dikubur di dunia. Dan tidak diragukan bahwa Isa diangkat jasadnya ke langit [9]

Barangkali setelah diangkat beliau- -tinggal seperti para Malaikat yang tidak membutuhkan kepada makan, tidak pula membutuhkan minum, tahun-tahun yang dilewatinya tidak diperhitungkan dari umurnya, lalu bila ia diturunkan, ia kembali kepada kehidupannya sebelum ia diangkat (ke langit), yakni, menjadi seperti bani Adam yang membutuhkan makan dan lain sebagainya.

Adapun klaim orang-orang Nasrani bahwa Isa berada di Surga, maka hal ini didustakan oleh apa yang disebutkan dalam hadis al-Miraj yang telah disebutkan dan yang lainnya, yaitu bahwa Isa di langit kedua, dan tidak diragukan bahwa Surga itu di tingkatan langit yang tertinggi atau di atasnya. Wallahu Alam

Iman kepada Isa Bagian dari Salah Satu Rukun-rukun Iman

Pertanyaan 10 :
Apakah beriman kepada Isa cukup untuk mendapatkan ridha Allah- -, keberuntungan berupa Surga dan keselamatan dari Neraka ?

Jawaban :
Beriman kepada Isa merupakan bagian dari salah satu rukun-rukun Iman (yang enam), yaitu, beriman kepada Allah, para MalaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya,... dst. Iman kepada para Rasul bersifat global, masuk di dalam cakupan iman kepada para RasulNya adalah iman kepada Isa, maka wajib beriman dengan apa-apa yang disebut oleh al-Quran dan sunnah berupa rincian yang menjelaskan perihal Isa, seperti bahwa Isa adalah putra Maryam, bahwa Isa diciptakan dengan kalimatullah, bahwasanya Isa adalah roh dari roh-roh yang Allah ciptakan, bahwa Isa diberi mukjizat yang sebagiannya disebutkan di dalam al-Quran, dan demikian juga yang disebutkan di dalam as-Sunnah seperti hadis Ubadah yang marfu, di dalamnya disebutkan,



Dan bahwa Isa adalah hamba Allah dan utusanNya, dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.[10]

Dan bila mana iman kepada Isa dan risalahnya merupakan salah satu rukun-rukun Iman, maka iman kepadanya tidaklah mencukupi dari sisa rukun-rukun iman yang lainnya yang enam. Dan tidak mencukupi pula dari rukun-rukun Islam dan sisa syariat-syariat agama. Karena itu, hanya beriman kepada Isa semata tidak akan menjadikan seseorang meraih ridha Allah taala, dan meraih keberuntungan berupa Surga dan selamat dari Neraka. Hal-hal tersebut akan didapatkan dengan keimanan yang sempurna dan mengamalkan syariat-syariat agama, diiringi dengan pembenaran terhadap para rasul seluruhnya, dan membenarkan pula akan kebenaran apa-apa yang Allah sebutkan tentang mereka berupa kisah-kisah dan berita-berita, disertai pula dengan iman akan adanya hari kebangkitan dan hari pembalasan, dibarengi pula dengan melakukan amal shaleh dan meningalkan kesyirikan, kebidahan dan hal-hal yang diharamkan. Wallahu Alam

Nasehat untuk Kalangan Nasrani

Pertanyaan 11 :
Apa nasehat Anda untuk kalangan Nasrani Arab khususnya yang berbicara dengan bahasa al-Quran al-Karim dan begitu juga nasehat Anda untuk kalangan Nasrani pada umumnya yang mengangkat Isa ke kedudukan sebagai Tuhan yang disembah ? Dan, apa buku-buku yang Anda nasehatkan kepada mereka untuk membacanya hingga jelas bagi mereka akidah orang-orang Nasrani itu.

Jawaban :
Tidak diragukan bahwa orang-orang Arab yang menjadi orang-orang Nasrani dan mereka mengerti bahasa Arab dan dapat memahami petunjuk-petunjuk yang ditunjukkan oleh al-Quran dan argumentasi-argumentasinya telah tertipu dan menyelisihi hal yang masuk akal dan yang disebutkan dalam teks-teks ayat al-Quran, dan telah tegak hujjah atas mereka. Maka, nasehat kami untuk mereka adalah hendaklah mereka memikirkan tentang keyakinan dan kepercayaan mereka serta agama mereka. Karena sesungguhnya perkataan orang-orang Nasrani bahwa Isa dialah Allah atau dia adalah anak Allah merupakan perkataan yang dingkari oleh akal sehat dan fithrah yang lurus. Sungguh Allah- telah berfirman,


[ : 75]


Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan(al-Maidah : 75)

Ini merupakan penjelasan bahwa Isa adalah makhluk yang telah dikandung oleh ibunya sebagaimana halnya kaum wanita mengandung. Ibunya melahirkannya setelah merasakan sakitnya akan melahirkan seorang anak. Sebagaimana Allah- -berfirman,


[ : 23]


Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan. (Maryam : 23)

Kemudian, sesunggungguhnya Isa butuh kepada ayunan saat kecilnya seperti halnya para anak kecil, dan Allah menjadikannya termasuk bagian dari ayat (tanda) kekuasaanNya, Dia- -berfirman,


[ : 46]


Dan dia berbicara dengan manusia (sewaktu) dalam buaian...(Ali Imran : 46)

Dan tidak diragukan bahwa adanya tindakan makan dan minum yang dilakukannya akan menjadikannya membutuhkan untuk membuang kotoran berupa tinja, urin dan keringat, sebagaimana terjadi pada yang lainnya, dan hal-hal lainnya dari sifat manusia. Lalu, bagaimana kemudian, dikatakan, Isa anak Allah. Mahasuci Allah dari apa-apa yang dikatakan oleh orang-orang Zhalim itu.

Kemudian, sesungguhnya orang-orang Nasrani mengaku bahwa orang-orang Yahudi telah menangkap Isa, membunuhnya dan menyalibnya. Karena ini, orang-orang Yahudi sedemikian mengagungkan salib, karena salib itu merupakan tempat disalibnya Tuhan mereka. Anggapan seperti ini merupakan anggapan yang sangat tidak masuk akal. Karena, sangat mungkin salib tersebut dihancurkan dan dilenyapkan, maka bagaimana ia akan tetap ada. Begitu pula andai kata mereka mau berfikir tentang dalil-dalil yang menetapkan bahwa Isa merupakan makhluk yang terlahir dari seorang wanita niscaya mereka tahu bahwasanya Isa tidak berhak untuk disembah atau diyakini bahwa ia adalah anak Allah. namun Isa hanya diistimewakan dengan beberapa mukjizat yang dijadikan oleh Allah sebagai tanda-tanda yang menunjukkan bahwasanya ia seorang Rasul (utusan) dari Rabbnya, seperti seluruh para Rasul.

Dan, kami nasehatkan kepada kalangan Nasrani untuk membaca buku :
1- al-Jawab ash-Shahih Li Man Baddala Dinal Masih karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
2- Hidayatu al-Hiyara Fi Ajwibati al-Yahud Wa an-Nashara dan Ighatsatu al-Lahfani Fi Mashaid asy-Syaithani karya Ibnul Qayyim,
3- Minahu al-Qarib Fi ar-Raddi Ala Ubbad ash-Shalib karya Ibnu Mamar,
4- Ash-Shara Baina al-Islam Wa an-Nashraniyah, karya ash-Shaidiy
Dan, buku-buku klasik dan kontenporer lainnya.

Pembaca yang budiman...
Itulah 11 pertanyaan dan jawabannya seputar Nabi Isa- -. Mudah-mudahan ragam pertanyaan lainnya beserta jawabannya dapat kami sajikan kembali pada kesempatan lainnya. Amin

Wallahu Alam

(Redaksi)

Sumber :
Fatawa Wa Ahkam Fii Nabiyillah Isa Alaihis Salam, Syaikh Dr. Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin- -.

Catatan :
[1] Lihat Syarh Kitab al-Imam Muslim, karya an-Nawawiy (bab : Dzikru al-Masih Ibni Maryam- - wa al-Masih ad-Dajjal, 1/510. Dan, lihat pula Fathul Baariy Syarh Shahih al-Bukhari, karya : Ibnu Hajar al-Asqalani, Kitab Ahadits al-Anbiya, 6/544
[2] HR. al-Bukhari, no. 7393, kitab at-Tauhid, bab : as-Su-alu bi-asma-illahi taala wa al-Istiadzah biha, dari Abu Hurairah- -. Muslim, no. 714, kitab adz-Dzikr Wa ad-Dua Wa at-Taubah Wa al-Istighfar, bab : Maa Yaqulu Inda an-Naum Wa Akhdzi al-Madhja, dari Abu Hurairah- -. Abu Dawud, no. 5050, kitab al-Adab, bab : Maa-Yuqalu Inda an-Naum, dari Abu Hurairah- -. Ibnu Majah, no. 3874, kitab ad-Du-a, bab : Maa Yada-u Bihi Idza Awa Ila Firasyihi, dari Abu Hurairah- -. Ahmad di dalam al-Musnad 2/246, 422, 432, dari Abu Hurairah- -.
[3] HR. al-Bukhari, no. 7394, kitab at-Tauhid, bab : as-Sualu Bi-Asma-illah taala Wal Istiadzah Bi-ha, dari Hudzaefah - -.. Muslim, no. 2711, kitab adz-Dzikr Wa ad-Du-a Wa at-Taubah Wa al-Istighfar, bab : Ma Yaqulu inda an-Naum Wa Akhdzi al-Madh-ja, dari al-Bara - -.. Abu Dawud, no. 5049, kitab al-Adab, bab : Ma Yuqalu Inda an-Naum, dari Hudzaefah - -.. Ibnu Majah, no. 3880, kitab ad-Du-a, bab : Yad-u Idza Intabaha Min al-Lail, dari Hudzaefah - -.. Ahmad di dalam al-Musnad (5/387, 385), dari hadis Hudzaefah - -.
[4] HR. at-Tirmidzi, no. 3398, kitab ad-Daawat, an-Nasa-i, no. 866 di dalam Amal al-Yaum Wa al-Lailah, Ibnu as-Sunniy, no. 9, dan dishahihkan oleh an-Nawawi di dalam al-Adzkar, no. 28, dan dihasankan oleh al-Albaniy di dalam Shahih al-Kalim ath-Thayyib, no. 37
[5] Yang dirajihkan oleh Ibnu Jarir ath-Thabari-semoga Allah merahmatinya- di dalam tafsirnya, Jami al-Bayan 2/265, bahwa pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat orang yang mengatakan, sesungguhnya Aku memegangmu dari bumi dan mengangkatmu kepada-Ku, karena banyaknya khabar yang mutawatir yang datang dari Rasulullah- , bahwa beliau bersabda, Isa putra Maryam akan turun (ke dunia), ia akan membunh Dajjal, kemudian ia akan menetap di bumi beberapa waktu yang beliau sebutkan. Dan, asy-Syaukani-semoga Allah merahmatinya-di dalam tafsirnya, Fathul Qadir 1/344, mengatakan : Yang benar adalah bahwa Allah- -mengangkatnya ke langit bukan dalam keadaan wafat, sebagaimana dirajihkan oleh banyak kalangan ahli tafsir dan dipilih oleh Ibnu Jarir ath-Thabari, dan sisi yang mengutkannya adalah bahwa telah shahih di dalam hadis-hadis dari Nabi --yang menjelaskan perihal turunya kembali ke bumi dan tindakannya membunuh Dajjal. Dan, ada yang mengatakan, bahwa Allah- - mewafatkannya selama 3 jam pada siang hari kemudian Dia mengangkatnya ke langit, namun di dalam pendapat ini terdapat kelemahan.
[6] Ibnul Qayyim-semoga Allah merahmatinya-mengatakan di dalam Hidayah al-Hiyara, hal. 211 : Injil ada 4: Markus, Lukas, -keduanya tidak melihat al-Masih-, Matius dan Yohanes-keduanya melihat Isa dan keduanya berkumpul dengan Isa. Lihat kitab Tuhfatul Arib Fi Raddi Ala Ahli ash-Shalib karya Abu Muhammad Abdullah at-Turjuman al-Mayurufiy-fasal ketiga- bab pertama, hal. 94, dimana penulisnya menjelaskan keadaan 4 orang yang menulis Injil tersebut.
[7] Saya katakan : Hal tersebut telah dilakukan oleh banyak para ulama kaum Muslimin dan mereka membuat gelisah kalangan orang-orang Nasrani, di mana para ulama tersebut menjelaskan kepada mereka benarnya apa yang dibawa oleh agama Islam tentang keesaan Allah, syariat Isa, dan penetapan risalah Muhammad- -. Di antara para ulama tersebut adalah Ibnu Hazm, Ibnul Qayyim, Rahmatullah Ibnu Khalil al-Hindi, semoga Allah merahmati mereka semuanya. Dan, dari kalangan kontenporer adalah Syaikh Ahmad Dedat (dan muridnya, dr. Dzakir Naik) dan yang lainya cukup banyak.
[8] Diriwayatkan oleh al-Bukhari (349) kitab Shalat, bab : Kaifa Furidhatush shalawat fi al-Isra). Muslim (259) kitab al-Iman, bab : al-Isra bi-Rasulillah- -ila as-Samawaat Wa Fardhu ash-Shalawat. Ahmad di dalam al-Musnad 3/8, 149. Semuanya dari Anas bin Malik-semoga Allah meridhainya-.
[9] Isa putra Maryam masih hidup belum meninggal sampai sekarang, tidak dibunuh oleh orang-orang Yahudi, tetapi Allah- -mengangkatnya ke langit dengan jasad dan ruhnya, dan dia sekarang berada di langit (Lihat, Fatawa al-Lajnah ad-Daimah, KSA, 3/222)
[10] HR. al-Bukhari, no. 3435, kitab Ahadits al-Anbiya, bab :


[ : 171]


Wahai Ahli Kitab ! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya, yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya dan janganlah kamu mengatakan, (Tuhan itu) tiga, berhentilah (dari ucapan itu). (itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. MilikNya-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung (an-Nisa : 171), dari Ubadah-semoga Allah meridhinya-, dan ini adalah bagian dari sabda beliau-shallallahu alaihi wasallam-,


...


Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya dan bahwa Muhammad itu adalah hambaNya dan utusanNya, dan bahwa Isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya...dst.
Dan diriwayatkan Muslim, no. 28, kitab Iman, bab : ad-Dalil Ala Anna Man Maa-ta Ala at-Tauhid ... dan Ahmad di dalam al-Musnad, dari Ubadah bin Shamit-semoga Allah meridhainya-.


Hit : 178 | Index Annur | kirim ke teman | versi cetak | Bagikan

| Index Iman

 
   
Statistik Situs
Senin,17-1-2022 M 29:36:26 
Hijri: 14 Jum.Tsaniyah 1443 H
Hits ...: 262626593
Online : 35 users

Pencarian

cari di  

 

Iklan

















Jajak Pendapat
Rubrik apa yang paling anda sukai di situs ini ?

Analisa
Buletin
Fatwa
Kajian
Khutbah
Kisah
Konsultasi
Nama Islami
Quran
Tarikh
Tokoh
Doa
Hadits
Mu'jizat
Sakinah
Akidah
Fiqih
Sastra
Resensi
Dunia Islam
Berita Kegiatan
Kaset
Kegiatan
Materi KIT
Firqah
Ekonomi Islam
Senyum
Download


Hasil Jajak Pendapat

Mutiara Hikmah

Imam Syafi-i berkata, Bersabaralah terhadap berbagai musibah dan mohonlah perlindungan kepada Allah dari neraka dengan bertakwa. (Manaqib Imam Syafi'i)

( Index Mutiara )


Fiqh Wanita

Benarkah Kaum Wanita Tidak Boleh Masuk Masjid Karena Mereka Adalah Najis

Jika Mendapat Kesucian Setelah Shubuh

Haid Datang Beberapa Saat Sebelum Matahari Terbenam

Merasa Ada Darah Tapi Belum Keluar Sebelum Matahari Terbenam

Hukum Wanita Yang Mandi Setelah Jima', Kemudian Keluar Cairan Dari Kemaluannya

Hukum Orang Yang Kentut Terus Menerus.

Shalat Dengan Pakaian Terkena Najis

Hukum Orang Haidh Berdiam di Masjid

Hukum air kencing anak yang mengenai pakaian wanita

Menggunakan air laut untuk berwudlu

Hukum Operasi Cesar

Menyentuh wanita dalam keadaan berwudhu'

Menyentuh wanita asing(selain isteri) dalam keadaan berwudhu'

Hukum membawa Mushaf ke dalam WC

Bersuci dari Air Kencing Bayi

Hukum Wudhunya Orang yang Menggunakan Kutek

Hukum Wudhunya Orang yang Menggunakan Inai (Pacar)

Hukum Wudhunya Wanita yang Tidak Menghilangkan Kutek

Membasuh Kepala Bagi Wanita

Hukum Mengusap Rambut yang Disanggul (dikepang)

Sifat Mandi Junub dan Perbedaan dengan Mandi Haidh

Melepaskan Ikatan Rambut Untuk Mandi Haidh

Haruskah Meresapkan Air ke Dalam Kulit Kepala Dalam Mandi Junub?

Samakah Wanita yang Memiliki Rambut Panjang yang Tidak Digulung dengan yang Digulung

Hukum Mengusap Kain Penutup Kepala Saat Mandi Junub

Haruskah Dua Kali Bersuci Karena Dua Hadats

Wajib Mandikah Wanita Yang Bermimpi (Mimpi Basah)

Jika Seorang Wanita Bermimpi dan Mengeluarkan Cairan yang Tidak Mengenai Pakaiannya, Apakah Ia Wajib Mandi

Wajib Mandikah Bila Keluarnya Mani Karena Syahwat Tanpa Bersetubuh

Berdosakah Seorang Wanita yang Mimpi Bersetubuh Dengan Seorang Pria

Wajib Mandikah Jika Seorang Wanita Memasukkan Tangannya ke Dalam Kemaluannya atau Jika Seorang Dokter Memasukkan Tangannya ke Dalam Kemaluannya

Jika Seorang Ragu Tentang Junubnya

Bolehkah Menunda Mandi Wajib Hingga Terbit Fajar

Bolehkah Orang yang Junub Tidur Sebelum Berwudhu

Mandi Junub Merangkap Mandi Jum'at, atau Merangkap Mandi Haidh dan Mandi Nifas

Apakah Penggunaan Inai Pada Masa Haidh Akan Mempengaruhi Sahnya Mandi Setelah Masa Haidh?

Apakah Tubuh Orang yang Sedang Junub Itu Najis Sebelum Ia Mandi Junub

Masa di Mana Para Wanita yang Sedang Nifas Tidak Boleh Melaksanakan Shalat

Pendapat yang Kuat Tentang Masa Nifas

Nifas, Suci Sebelum Empat Puluh Hari Lalu Berpuasa

Apakah Wanita Nifas yang Suci Sebelum Genap Empat Puluh Hari Tetap Wajib Melaksanakan Ibadah

Nifas, Jika Darah Terus Mengalir Setelah Empat Puluh Hari

Darah Nifas Berhenti Sebelum Empat Puluh Hari, Apakah Hal Ini Membolehkan Shalat Walaupun Darah Itu Kembali Lagi Pada Hari Keempat Puluh

Apakah Masa Nifas Itu Dapat Lebih dari Empat Puluh Hari?

Tidak Mengeluarkan Darah Setelah Melahirkan, Bolehkah Suaminya Mencampurinya?

Jika Wanita Hamil Keluar Darah Banyak Tapi Bayi yang Dikandungnya Tidak Keluar ( Keguguran )

Bila Seorang Wanita Hamil Mengalami Goncangan Namun Ia Tidak Tahu Apakah Kandungannya Keguguran atau Tidak, Dalam Keadaan Ia Mengalami Haidh

Hukum Darah yang Menyertai Keguguran Prematur Sebelum Sempurnanya Bentuk Janin dan Setelah Sempurnanya Janin

Hukum Darah yang Mengalir Terus Menerus Dalam Waktu yang Lama Setelah Keguguran

Keguguran Pada Umur Tiga Bulan Kehamilan, Apakah Tetap Wajib Shalat

Hukum Darah yang Keluar Setelah Keluarnya Janin ( Keguguran )

Keguguran Sebelum dan Setelah Terbentuknya Janin

Banyak Mengeluarkan Darah Saat Keguguran

Keguguran Pada Bulan Ketiga dari Masa Kehamilan, Kemudian Setelah Lima Hari Melaksanakan Puasa dan Shalat

Wajibkah Puasa dan Shalat Bagi Wanita yang Mengalami Keguguran

Kapankah Darah Keguguran Prematur Dianggap Darah Nifas

Mengeluarkan Darah Lebih dari Tiga Hari Sebelum Persalinan

Mengeluarkan Darah Lima Hari Sebelum Datangnya Masa Nifas

Mengeluarkan Darah Satu atau Dua Hari Sebelum Persalinan

Kewajiban Wanita Nifas Pada Akhir Masa Nifas

Darah Nifas Mengalir Kembali Setelah Empat Puluh Hari

Hukum Darah Nifas yang Keluar Lagi

Hal-hal yang Mewajibkan Mandi

Hukum Berhadats Kecil Dan Menyentuh Mushaf

Mencium Istri Tidak Membatalkan Wudhu

Darah Nifas Berhenti Kemudian Kembali Lagi Setelah Empat Puluh Hari

Yang Dibolehkan Bagi Suami Terhadap Istrinya yang Sedang Nifas

Apakah Disyaratkan Empat Puluh Hari untuk Dibolehkannya Mencampuri Istri Setelah Melahirkan

Hukum Membaca Al-Quran Tanpa Wudhu

Boleh Menyentuh Kaset Rekaman Al-Quran Bagi Yang Sedang Junub

Bersetubuh Setelah Tiga Puluh Hari Melahirkan

Darah yang Keluar dari Wanita yang Melahirkan Melalui Operasi

Apakah Tubuh Wanita Nifas Menjadi Najis

Apakah Tubuh Wanita Nifas Menjadi Najis

Cara Shalat Wanita yang Terus Mengeluarkan Darah

Seorang Wanita Meninggalkan Shalat Karena Mengeluarkan Darah, Lalu Beberapa Hari Kemudian Ia Mengeluarkan Da-rah Haidh yang Sebenarnya

Setelah Operasi dan Sebelum Masa Haidh Mengeluarkan Darah Hitam, Kemudian Setelah Itu Masa Haidh Datang

Seorang Wanita Telah Berhenti Masa Haidhnya Karena Usianya yang Sudah Lanjut Kemudian Dalam Suatu Perjalanan Ia Mengeluarkan Darah Terus Menerus

Wanita Mengeluarkan Darah yang Bukan Darah Haidh dan Bukan Pula Darah Nifas

Setelah Bersuci dari Haidh yang Biasanya Selama Sem-bilan atau Sepuluh Hari, Keluar Lagi Darah Pada Waktu-waktu yang Tidak Tentu

Di Bulan Ramadhan Mengeluarkan Darah Sedikit yang Terus Berlanjut Sepanjang Bulan

Setelah Nifas Mengeluarkan Darah Sedikit yang Bukan di Masa Haidh

Cara Bersucinya Wanita Mustahadhah

Perbedaan Antara Darah Haidh dan Darah Istihadhah

Penjelasan Tentang Cairan Berwarna Kuning dan Cairan Keruh Serta Hukumnya, Juga Tentang Cairan Putih (Keputihan)

Penggunaan Pil-pil Pencegah Kehamilan Mengakibatkan Timbulnya Cairan Keruh yang Merusak Haidh

Mengeluarkan Cairan Keruh Sehari atau Dua Hari Sebelum Datangnya Masa Haidh

Hukum Cairan Kuning yang Keluar Sehari atau Dua Hari Sebelum Masa Haidh

Meninggalkan Shalat Karena Mengeluarkan Cairan Keruh Sebelum Haidh

Hukum Cairan Kuning yang Keluar dari Wanita Setelah Suci

Mengeluarkan Tetasan Bening yang Berwarna Agak Kuning di Luar Waktu Haidh

Apakah Cairan yang Keluar dari Wanita Itu Najis dan Membatalkan Wudhu

Hukum Orang yang Yakin Bahwa Cairan-cairan Itu Tidak Membatalkan Wudhu

Jika Wanita yang Mengeluarkan Cairan Terus Menerus Itu Berwudhu, Bolehkah Ia Melakukan Shalat Sunat dan Membaca Al-Qur'an

Jika Wanita yang Mengeluarkan Cairan Terus Menerus Itu Berwudhu, Tapi Kemudian Setelah Berwudhu Itu dan Sebelum Shalat Cairan Itu Keluar Lagi

Bolehkah Wanita yang Terus Mengeluarkan Cairan Melakukan Shalat Dhuha Dengan Wudhu Shalat Shubuh

Bolehkah Melakukan Shalat Tahajud Dengan Wudhu Shalat Isya Bagi Wanita yang Terus Mengeluarkan Cairan?

Cukupkah Membasuh Anggota Wudhu Bagi Wanita Yang Terus Mengeluarkan Cairan?

Bagaimana Hukumnya Jika Cairan Itu Mengenai Bagian Tubuh

Tidak Berwudhu Saat Mengeluarkan Cairan Itu Karena Tidak Tahu

Mengapa Tidak Ada Riwayat dari Rasulullah SAW yang Menyatakan Bahwa Cairan yang Keluar dari Wanita Dapat Membatalkan Wudhu, Sementara Para Shahabiyah Sangat Menjaga Cairan yang Keluar ?

Apa Betul Syaikh Ibnu Utsaimin Berpendapat Bahwa Cairan Tidak Membatalkan Wudhu ?

Mengeluarkan Cairan Setelah Mandi Junub dan Setelah Bangun Tidur

Wanita Hamil Mengeluarkan Cairan Sejak Satu Bulan

Cairan Kuning yang Keluar dari Wanita Perawan dan Janda Tanpa Mimpi

Keluarnya Mani Beserta Air Kencing Kemudian Setelah Itu Keluar Mani Tanpa Syahwat

Saya Mengeluarkan Cairan Putih dan Terkadang Cairan Itu Keluar Ketika Saya Sedang Shalat

Hukum Cairan yang Keluar Setetes Demi Setetes

Hukum Membaca Kitab Tafsir Bagi Wanita Haidh

Bagaimana Shalat Orang Yang Mengidap Penyakit Kencing Netes?

Hukum Kencing Berdiri

Panas Matahari Tidak Menghilangkan Najis

Terkena Najis Setelah Berwudhu

Doa Membasuh Muka Pada Saat Berwudhu.

Doa Mandi Junub

Terkena Najis Setelah Berwudhu

Apakah Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu?

Hukum Mimpi (junub) Namun Tidak Keluar Mani

Menyisir Rambut dan Memotong Kuku Saat Haidh

Hukum Berhadats Kecil dan Menyentuh Mushaf


Senyum
Tes Kecerdasan !
Jawablah pertanyaan dibawah ini tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu !

Pertanyaan pertama: jika anda sedang mengikuti lomba lari, kamudian anda bisa mendahului pelari yang kedua, maka pada urutan berapakah anda sekarang?????

Jawaban !
jika anda menjawab bahwa anda diurutan pertama
Maka jawaban anda salah
Sebab jika anda mendahului pelari kedua maka anda hanya menggantikan posisinya diurutan kedua tidak menggantikan posisi pelari urutan pertama.

Sekarang soal kedua: tapi jawablah dengan cepat gak pake lama, oke ?

Pertanyaan: jika anda mendahului pelari terakhir, maka anda diurutan ????

Jawaban:
Jika jawaban anda adalah terakhir atau sebelum akhir, maka jawaban anda salah

Karena bagaimana mungkin anda mendahului pelari terakhir padahal yang terakhir itu adalah anda !!!?


Fatwa Puasa

Kapan Remaja Putri Diwajibkan untuk Berpuasa?

Remaja Putri Berusia Dua Belas atau Tiga Belas Tahun Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan

Tidak Berpuasa Selama Masa Haidh, dan Setiap Kali Tidak Berpuasa Ia Memberi Makan, Apakah Wajib Qadha Baginya

Istri Saya Hamil dan Mengeluarkan Darah Pada Permulaan Ramadhan

Mendapat Kesucian dari Haidh atau dari Nifas Sebelum Fajar dan Tidak Mandi Kecuali Setelah Fajar

Seorang Wanita Mendapat Kesuciannya dari Nifas Dalam Satu Pekan, Kemudian Ia Berpuasa Bersama Kaum Muslimin, Setelah Itu Darah Tersebut Datang Lagi

Mendapat Kesucian Setelah Tujuh Hari Melahirkan Lalu Berpuasa di Bulan Ramadhan

Setelah Empat Puluh Hari Sejak Melahirkan, Darah yang Keluar Berubah, Apakah Saya Harus Shalat dan Puasa

Melahirkan di Bulan Ramadhan dan Tidak Mengqadha Setelah Bulan Ramadhan Karena Ada Kekhawatiran Pada Bayi, Kemudian Pada Bulan Ramadhan Selanjutnya Ia Melahirkan Lagi

Bagaimana Hukumnya Wanita Hamil Dan Menyusui Jika Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Bagaimana Hukumnya Jika Wanita Menyusui Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Bolehkah Wanita Hamil Tidak Berpuasa

Bagaimana Hukumnya Wanita Hamil yang Tidak Puasa Karena Khawatir Terhadap Janinnya

Meninggalkan Puasa Dengan Sengaja Selama Enam Hari di Bulan Ramadhan Karena Ujian Sekolah

Memaksa Isteri untuk Tidak Berpuasa Dengan Cara Mencampurinya

Memaksa Istri untuk Tidak Berpuasa

Seorang Pria Musafir Tiba di Rumahnya Pada Siang Hari Ramadhan Lalu Ingin Menggauli Istrinya

Apakah Keluar Darah dari yang Hamil Termasuk yang Membatalkan Shaum

Suami Mencium dan Mencumbui Istrinya di Siang Hari Ramadhan

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan -1

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan -2

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan - 3

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -1

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -2

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -3

Menggunakan Inai Pada Rambut Saat Berpuasa

Mengobati Pilek dengan Obat yang Dihirup Melalui Hidung

Apakah Keluarnya Air Ketuban Dapat Membatalkan Puasa

Mengqadha Puasa Bagi yang Tidak Puasa Karena Hamil

Tidak Mampu Mengqadha Puasa

Tidak Berpuasa Karena Sakit Lalu Meninggal Beberapa Hari Setelah Ramadhan

Orang Meninggal yang Mempunyai Tanggungan Puasa

Sekarang Berusia Lima Puluh Tahun, Dua Puluh Tujuh Tahun yang Lalu Tidak Menjalankan Puasa Ramadhan Selama Lima Belas Hari

Beberapa Tahun yang Lalu Tidak Berpuasa Ramadhan Karena Haidh dan Belum Mengqadhanya

Mempunyai Utang Puasa Selama Dua Ratus Hari Karena Ketidaktahuannya dan Sekarang Sedang Sakit

Minum Obat Beberapa Saat Setelah Fajar

Di Depan Keluarganya Ia Berpuasa, Namun Sebenarnya Dengan Cara Sembunyi-sembunyi Ia Tidak Berpuasa Selama Tiga Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan Kedua Telah Datang Tapi Ia Belum Mengqadha Puasa Ramadhan yang Lalu

Tidak Pernah Mengqadha Puasa yang Ditinggalkannya Karena Haidh Sejak Diwajibkan Baginya Berpuasa

Tidak Berpuasa Karena Menyusui Anaknya Dan Belum Mengqadhanya, Kini Anak Itu Telah Berusia Dua Puluh Empat Tahun

Belum Mengqadha Puasa yang Ditinggalkan Pada Dua Tahun Pertama Sejak Menjalankan Puasa Wajib

Menunda Qadha Puasa Hingga

Hikmah dari Diwajibkannya Mengqadha Puasa Tanpa Mengqadha Shalat Bagi Wanita Haidh

Tidak Berpuasa Selama Dua Ramadhan Karena Sakit, Kemudian Pada Ramadhan Ketiga Ia Berpuasa, Apa yang Harus Dilakukan untuk Dua Ramadhan yang Telah Lewat

Meninggalkan Puasa Ramadhan Selama Empat Tahun Karena Gangguan Kejiwaan

Ibu Saya Telah Lanjut Usia, Ia Berpuasa Selama Lima Belas Hari Kemudian Tidak Berpuasa Karena Tak Sanggup Puasa

Mencegah Haidh Agar Bisa Berpuasa

Saya Pernah Bertanya Kepada Seorang Dokter, Ia Mengatakan, Bahwa Pil Pencegah Haidh Itu Tidak Berbahaya

Mengkonsumsi Pil Pencegah Haidh Agar Bisa Berpuasa Bersama Orang-Orang Lainnya

Hukum Mencicipi Makanan Ketika Berpuasa

Mengeluarkan Darah Selama Tiga Tahun, Apa yang Harus Dilakukan di Bulan Ramadhan

Bernadzar untuk Berpuasa Selama Satu Tahun

Hukum Mengisi Bulan Ramadhan Dengan Begadang, Berjalan-jalan di Pasar dan Tidur

Faktor-faktor yang Mendukung Wanita di Bulan Ramadhan

Apa Hukum Berbicara Dengan Seorang Wanita atau Menyentuh Tangannya di Siang Hari Ramadhan

Mengakhirkan Qadha Puasa Ramadhan Hingga Datang Ramadhan Berikutnya.

Berlebihan Dalam Hidangan Buka Puasa

Nilai Sosial Puasa

Apa Yang Lazim Dan Yang Wajib Dilakukan Orang Yang Berpuasa?

Tetesan Obat Mata Tidak Merusak Puasa

Menelan Pil Pencegah Haid

Mencampuri Isteri Pada Hari yang Diragukan

Memberi Makan Kaum Miskin Sebagai Pengganti Puasa Orang Lanjut Usia

Orang yang Tidak Mampu Berpuasa

Terapi di Bulan Ramadhan

Berbukanya Musafir

Berbukanya Wanita Hamil dan Wanita yang Menyusui

Onani/Masturbasi dan Bersetubuh di Siang Bulan Ramadhan

Hukum Darah yang Keluar dari Orang yang Sedang Berpuasa

Masih makan dan minum saat fajar karena ia tidak tahu.

Menonton Televisi Bagi yang Berpuasa

Seorang Musafir Tidak Berpuasa Lalu Ia Memaksa Isterinya yang Sedang Berpuasa untuk Berhubungan Badan

Wajib Puasa Bagi Wanita yang Telah Haidh

Bila Seorang Wanita Melanjutkan Puasanya Kendatipun Keluar Darah Haidh

Mengqadha Puasa Beberapa Tahun

Menyepelekan Puasa Sejak Pertama Kali Mengalami Haidh

Berbuka Karena Kesibukannya Dalam Bangunan dan Persiapan Nikah

Orang yang Meninggal di Bulan Ramadhan Tidak Wajib Mengqadha Sisa Harinya

Puasa dan Terapi

Sekitar Nadzar Puasa

Bertekad Puasa Tiga Hari (Tgl 13, 14, 15)

Puasa Pada Hari Sabtu

Hukum Puasanya Orang Yang Tidak Shalat Tarawih

Hukum Mencium Bagi yang Berpuasa

Darah yang Merusak Puasa

Hukum Berbekam Bagi yang Berpuasa dan Hukum Keluarnya Darah

Meninggal Pada Bulan Ramadhan

Terlihatnya Hilal (Bulan) Ramadhan Atau Syawwal di Suatu Negara Tidak Mengharuskan Negara-Negara Lain Mengikutinya

Tidur Sepanjang Hari Ketika Puasa

Berkumur Sampai Airnya Masuk ke Tenggorokan

Hukum Menggunakan Minyak Wangi di Siang Bulan Ramadhan

Makan Karena Lupa Ketika Puasa

Banyak Mandi Ketika Puasa

Tidak Mengqadha Puasa Karena Menghawatirkan Bayinya

Laksanakan Puasa Qadha Lebih Dulu

Panjangnya Malam dan Siang Saat Ramadhan

Negara yang Terlambat Terbenamnya Matahari

Anak Kecil Tidak Wajib Puasa Tapi Disuruh Melaksanakannya

Berbuka Berdasarkan Pemberitahuan Penyiar

Puasa Wishal

Hukum Hidangan Orang Tua

Itikaf dan Syaratnya

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Subuh Atau Beberapa Saat Setelahnya

Tanda Subuh Adalah Terbitnya Fajar

Berpedoman Pada Ruyat (Penglihatan) Biasa

Puasa Berdasarkan Satu Ruyat (Penglihatan)

Minum Karena Tidak Tahu Sudah Subuh

Menggunakan Pasta Gigi Saat Berpuasa

Penderita Mag Dan Puasa

Jika Seorang Wanita Suci Setelah Subuh, Maka Ia Harus Berpuasa Dan Mengqadha

Puasa Dan Junub

Puasanya Orang Yang Meninggalkan Shalat. Berpuasa Tapi Tidak Shalat

Bersetubuh Di Siang Hari Ramadhan Ketika Safar

Sahur Setelah Subuh

Minum Setelah Adzan Subuh

Minum Ketika Adzan Subuh

Suntikan Di Siang Hari Ramadhan

Hukum Mengeluarkan Darah Dari Orang Yang Sedang Berpuasa

Hukum Cuci Darah Bagi Yang Berpuasa

Hukum Menggunakan Krim Kulit

Hukum Menggunakan Inhaler Bagi Yang Berpuasa

Apakah Debu Membatalkan Puasa?

Hukum Orang Yang Puasa Dan Shalat Hanya Pada Bulan Ramadhan

Hukum Orang Yang Puasa Tapi Tidak Shalat

Menggunakan Siwak Di Bulan Ramadhan

Hukum Bersiwak Bagi Yang Berpuasa Setelah Tergelincirnya Matahari

Apakah Tanggalnya Gigi Geraham Orang Yang Sedang Berpuasa Membatalkan Puasanya?

Hukum Berenang Bagi Orang Yang Sedang Berpuasa

Mencicipi Makanan Oleh Orang Yang Sedang Berpuasa

Menunda Qadha Puasa Hingga Tiba Ramadhan Berikutnya

Menghadiahkan Pahala Puasa Untuk Orang Yang Sudah Meninggal

Orang Yang Meninggal Dengan Menanggung Qadha Puasa

Apakah orang yang meninggal dengan menanggung utang qadha puasa boleh dipuasakan untuknya (diqadhakan)?

Hukum Mengqadha Enam Hari Puasa Syawwal

Mengqadha Enam Hari Puasa Ramadhan di Bulan Syawwal, Apakah Mendapat Pahala Puasa Syawwal Enam Hari

Apakah Suami Berhak untuk Melarang Istrinya Berpuasa Sunat

Hukum Puasa Sunnah Bagi Wanita Bersuami

Hukum Zakat Yang Diserahkan Ke Lembaga Zakat Atau Instansi Pemerintah

Wajibnya Zakat Pada Perhiasan Wanita Yang Digunakan Sebagai Pehiasan Atau Dipinjamkan, Baik Berupa Emas Maupun Perak

Wajibnya Zakat Pada Perhiasan Wanita Jika Mencapai Nishab Dan Tidak Diproyeksikan Untuk Perdagangan

Apakah Seorang Wanita Harus Menggabungkan Perhiasan Putri-Putrinya Ketika Hendak Mengeluarkan Zakat Perhiasannya?

Apa Hukum Zakat Perhiasan Yang Dikenakan

Hukum Buka Warung Di Siang Hari Bulan Ramadhan

Lupa Meniatkan Puasa Bulan Syawwal Dari Sejak Malam Hari, Sah Tidak?

BAGAIMANA MENENTUKAN AWAL PUASA

HIKMAH DIWAJIBKAN MENGQADHA PUASA TETAPI TIDAK MENGQADHA SHALAT

BAGAIMANA PUASA YANG BENAR?

NIAT BERBUKA,TAPI BELUM MAKAN DAN MINUM APAKAH MEMBATALKAN PUASA?

beberapa tanda Lailatul Qadr

Puasa Muharram dan 'Asyura

Nilai Sosial Puasa

Apa Yang Lazim Dan Yang Wajib Dilakukan Orang Yang Berpuasa

Tetesan Air Mata Tidak Merusak Puasa

Menelan Pil Pencegah Haid

Berlebihan Dalam Hidangan Buka Puasa

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Subuh Atau Beberapa Saat Setelahnya

Menggunakan Pasta Gigi Saat Berpuasa

Penderita Mag Dan Puasa

Bersetubuh Di Siang Hari Ramadhan Ketika Safar

Suntikan Di Siang Hari Ramadhan

Hukum Mengeluarkan Darah Dari Orang Yang Sedang Berpuasa

Hukum Berenang Bagi Orang Yang Sedang Berpuasa

Mencicipi Makanan Oleh Orang Yang Sedang Berpuasa

HUKUM ORANG YANG PUASA TETAPI TIDAK SHOLAT

Meninggal Pada Bulan Ramadhan

Hukum Orang Yang Mengakhirkan Qadha Puasa Hingga Datang Ramadhan Berikutnya

Perbedaan Ru-yah

Shaum (Berpuasa) Berdasarkan Hisab.

Hukum Puasa Bagi Orang Yang Melanjutkan Makan Sahurnya Setelah Adzan?

Hukum Shiam (Puasa) Yang Dilakukan Pada Masa Nifas.

Mengqadha Shiyam (Puasa) Yang Telah Terlupakan Selama Sepuluh Tahun

Bolehkah Membatalkan Shiyam (Puasa) Yang Diqhadha?

Kafarat Bagi Orang Yang Mengumpuli Istrinya Di Siang Hari Bulan Ramadhan

Mengqadha Shiyam Yang Terlupakan Jumlahnya

Beberapa Permasalahan Wanita Dalam Melakukan Shiyam.

Penentuan Hari dan Shiyam (Puasa) Arafah Pada Tiap Negara

Bidahkah Puasa 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah ?

Hisab Dijadikan Acuan Dalam Menentukan Awal dan Akhir Ramadhan

Masalah-Masalah Yang Berkaitan Dengan Niat Dalam Melaksanakan Shiyam (Puasa)

Makan Sahur Ketika Fajar Terbit Tanpa Disadari

Air Yang Masuk Ke Tenggorokan Tanpa Sengaja Ketika Berwudhu

KADAR FIDYAH BAGI ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA KARENA TUA ATAU SAKIT

Memakai Obat Mata Dan Telinga Ketika Berpuasa

Permasalahan-Permasalahan Yang Berkaitan Dengan I'tikaf

Apakah Ada Perselisihan Pendapat Tentang Dianjurkannya Puasa Di Sembilan Hari Awal Bulan Dzulhijah

Menyikapi Dua Hadits Yang Bertentanggan Dalam Masalah Puasa 1-9 Dzulhijjah

Hukum Tidak Berpuasa Karena Alasan Pekerjaan

Hukum tetap berpuasa selama masa haidh karena tidak tahu

Menelan Pil Pencegah Haid

Apakah malam lailatul qadar jatuh pada malam ke-27 dari bulan Ramadhan

Hukum mengakhirkan qadha puasa Ramadhan sebelumnya sampai memasuki bulan Ramadhan yang baru?

Orang Yang Meninggal Dengan Menanggung Qadha' Puasa

Antara Berbuka atau Berpuasa Saat Safar (Bepergian)

Jika Terjadi Perbedaan Hari Arafah

Jika Puasa Arafah Jatuh Pada Hari Sabtu..?

Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat

Antusias Ibadah Saat Ramadhan Saja

Kesalahan Sebagian Muda-Mudi Saat Puasa


Kajian Ramadhan

Menyambut Bulan Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan

Penentuan Awal dan Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan...!

Panduan Ringkas Puasa Ramadhan

Hikmah dan Manfa'at Puasa

Qiyam Ramadhan

Adab Shalat Tarawih Bagi Wanita

Nuzulul Qur'an Sebagai Peringatan atau Pelajaran

I'tikaf Hukum dan Keutamaanya

Menggapai Lailatul Qadar

Ramadhan Bersama al-Qur'an

Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (1)

Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (2)

Zakat Fitrah

Kebahagiaan Bersama Iedul Fithri

Ramadhan Telah Berlalu

Keutamaan Puasa Enam Hari Syawal

Waspada Terhadap Hadits-Hadits Dha'if (Lemah) Seputar Ramadhan


Fatwa Haji & Qurban

Apa hikmah thawaf(disekitar Ka'bah)? Apakah hikmah mencium Hajar Aswad adalah tabarruk (memohon barakah) kepadanya?

Disyari'atkannya menyembelih hewan qurban

Hukum menyembelih hewan qurban dan cara membagikan dagingnya

Mana yang lebih utama, berqurban dengan menyembelih sapi atau domba?

Menyembelih seekor sapi untuk tujuh orang

Seekor unta untuk satu orang

Umur hewan qurban

Hewan Yang Tidak Sah Dijadikan Hewan Qurban

Berqurban dengan harga hewan qurban

Penerima daging hewan qurban

Membagikan hewan qurban kepada orang kafir

Menyembelih sebelum Imam menyembelih

Barang siapa ingin berqurban, maka janganlah mengambil(memotong) rambut dan kukunya

Hukum wanita yang melakukan haji tanpa mahram

Hukum orang yang ingin melakukan haji namun masih memiliki hutang

Mahram Tidak Sanggup Mendampingi Dalam Ibadah Haji

Wanita Yang Mengaku Islam Ingin Menunaikan Haji

Apakah Suami Seorang Perempuan Bisa Menjadi Mahram Bagi Bibi Perempuan Tersebut

Wanita Ingin Haji Didampingi Anak Laki-Lakinya Yang Belum Baligh

Pergi Haji Hanya Ditemani Wanita Yang Dipercaya

Mahram Wanita Meninggal Pada Saat Ibadah Haji

Izin Suami Untuk Pergi Haji

Hukum Haji Bagi Wanita Tidak Mendapat Izin Dari Suaminya

Biaya Haji Ditanggung Wanita

Mengganti Haji Wanita Tua Lagi Buta

Wanita Haji Bersama Lelaki Yang Bukan Mahram

Wanita Pergi Haji Bersama Lelaki Shalih Yang Disertai Keluarganya

Seorang Wanita Mendatangkan Ibunya Untuk Diajak Pergi Haji

Anak Laki-Laki Yang Sudah Mumayyiz Menjadi Mahram

Wanita Pergi Haji Dengan Harta Suaminya

Wanita Haid Melewati Miqat Dengan Tidak Ihram

Puasa di Jeddah Lalu Berihram Haji Tanggal Delapan

Wanita Niat Haji Tamattu', Kemudian Tidak Memungkinkan Thawaf Dan Sa'i Kemudian Dia Menuju Ke Mina Dan Arafah

Mencium Hajar Aswad Pada Waktu Mulai Thawaf

Wanita Shalat di Belakang Maqam Ibrahim

Wanita Mendaki Shafa dan Marwah

Apakah lari-lari kecil pada tiga putaran pertama dari thawaf qudum khusus bagi laki-laki saja

Apakah Wanita Mempercepat Sa'i Tatkala Berada

Wanita Menyesal Karena Berumrah, Tapi Tidak Men-ziarahi Makam Rasul

Wanita Mencium Hajar Aswad

Wanita Keluar Dari Muzdalifah

Wanita Mencukur Rambut Pada Saat Haji Dan Umrah

Bentuk Pakaian Ihram Bagi Wanita

Wanita Telah Menyelesaikan Semua Manasik Haji Kecuali Melempar Jumrah Karena Punya Anak Kecil

Wakil Dalam Melempar Jumrah

Wanita Telah Selesai Dari Seluruh Manasik Kecuali Menggunting Rambut

Thawaf Ifadhah Diganti Dengan Thawaf Wada'

Hikmah Dilarang Mengenakan Pakaian Berjahit Saat Ihram

Melaksanakan Ibadah Haji Tanpa Ihram

Menggauli Istri Disaat Ibadah Haji

Menggauli Istri Setelah Tahallul Awal

Wanita Haid Tinggal di Jeddah Sebelum Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada' Setelah Suci Digauli Suaminya

Wanita Meletakkan Kayu atau Pengikat Untuk Mengangkat Jilbab Dari Wajahnya

Rambut Kepala Rontok Dengan Sendirinya

Wanita Pulang ke Negerinya Sebelum Thawaf Ifadhah

Pakaian Ihram Wanita Dan Hukum Mengenakan Cadar dan Sarung Tangan

Hukum Sarung Tangan Dan Kaos Kaki Saat Ihram

Hukum Mengenakan Purdah Dan Masker Saat Ihram

Hukum Membuka Wajah Dan Telapak Tangan

Menggauli Istri Setelah Selesai Ihram

Hukum Ihram Disaat Haid

Wanita Berihram Dari Miqat Sebelum Suci

Wanita Ihram Bersama Suaminya Dalam Keadaan Haid dan Tatkala Ia Telah Suci, Ia Umrah Sendirian

Wanita Dalam Kondisi Haid Dan Nifas Saat Akan Ihram

Ihram Dari Sail Dalam Keadaan Haid Lalu Pergi ke Jeddah dan Setelah Suci Menyempurnakan Ibadah Haji

Pemalsuan Pasport Tidak Mempengaruhi Keshahan Ibadah Haji

Fadhilah Ibadah Haji Itu Sangat Besar

Tidak Wajib Melakukan Ibadah Haji Kecuali Orang Yang Mampu

Suatu Masalah Penting Bagi Orang Yang Thawaf

Setiap Orang Dari Anda Wajib Bayar Fidyah

Anda Mempunyai Dua Pilihan

Tidak Apa-Apa Istirahat Sejenak Di Waktu Thawaf

Shalat Sunnat Dua Rakaat Thawaf Boleh Di Lakukan Di Setiap Masjid

Hajinya Orang Yang Meninggalkan Shalat

Berihram Dengan Dua Haji Atau Dua Umrah Tidak Boleh?

Perempuan Haid Sebelum Melaksanakan Thawaf Ifadhah Dan Tidak Bisa Menunggu Hingga Suci

Hukum Melontar Dengan Kerikil Bekas Pakai

Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Orang Yang Berkesempatan Menunaikan Ibadah Haji?

Ketaatan-Ketaatan Itu Mempunyai Ciri Yang Tampak Pada Pelakunya

Kewajiban Orang Yang Telah Kembali Ke Kampung Halamannya Terhadap Keluarganya Seusai Melaksanakan Ibadah Haji

Perempuan Telah Berniat Padahal Ia Sedang Haid Atau Nifas

Menghajikan Orang Tua (Ayah) Dengan Harta Yang Telah Diwasiatkan

Melaksanakan Haji Dibiayai Suatu Yayasan

Menunaikan Ibadah Haji Dengan Hutang Atau Kredit

Pakain Berjahit Yang Dilarang Adalah Jahitannya Yang Meliputi Seluruh Tubuh

Mendahulukan Sai Daripada Thawaf

Cukur Rambut Itu Gugur Bagi Orang Yang Berkepala Botak (Tidak Berambut)

Harus Melakukan Thawaf Wada (Perpisahan) Jika Kepulangannya Tertunda Di Mekkah

Hukum Melontar Jumroh Aqabah Di Malam Hari

Sanggahan Terhadap Orang Yang Berpendapat Bahwa Jeddah Adalah Miqat

Ini Termasuk Sunnah Yang Dilupakan

Tutuplah Kepala Anda... Anda Wajib Bayar Fidyah

Sai Itu Adalah Salah Satu Rukun Haji

Nabi Tidak Pernah Menentukan Doa Khusus Untuk Thawaf

Tidak Ada Kewajiban Bagi Anda

Yang Wajib Adalah Tinggal Di Perkemahan Paling Akhir

Inilah Hari-Hari Tasyriq

Ini Adalah Maksiat Besar

Bagi Orang Yang Akan Menunaikan Ibadah Haji Atau Umrah Wajib Mempelajari Hukum-Hukumnya

Keteladanan Itu Ada Pada Rasulullah

Saat Thawaf atau Sa'i Afdhalnya Adalah Menyibukkan Diri Dengan Dzikir

Hukumnya Berbeda, Tergantung Kepada Perbedaan jenis Iddah

Anda Wajib Bertobat Kepada Allah Dan Mengulangi Thawaf

Anda Wajib Menundukkan Pandangan

Thawaf Wada Itu Adalah Nusuk Wajib

Tersentuh Tubuh Wanita Tidak Membatalkan Thawaf

Tidak Boleh Bagi Jamaah Haji Keluar Ke Jeddah Pada Hari Idul Adha

Bagi Orang Yang Sehat Tidak Boleh Mewakilkan Di Dalam Melontar Jumroh

Jamaah Haji Pergi Ke Jeddah

Seputar Sai Dan Thawaf

Hukum Melontar Jumroh Pada Hari-Hari Tasyriq Sekaligus

Tidak Mabit Di Muzdalifah Apakah Mewajibkan Hadyu?

Waktu Melontar Jumroh Aqabah

Menghadiahkan Pahala Amal Seperti Thawaf

Hak Allah Lebih Penting Daripada Hak Suami

Larangan-Larangan Ihram

Menggunakan Pil Pencegah Haid Untuk Ibadah Haji

Hikmah Di Balik Mencium Hajar Aswad

Hukum Meletakkan Surat Pada Kelambu Kabah Dan Menujukannya Kepada Rasulullah a Atau Selain Beliau

Kepergian Wanita Untuk Haji Atau Umrah Tanpa Didampingi Mahramnya

An-Nusuk dan Macam-macamnya

Kepergian Wanita Untuk Haji Atau Umrah Tanpa Didampingi Mahramnya

Hukum Ibadah Haji

Hukum Ibadah Umrah

Kewajiban Melaksanakan Ibadah Haji Itu Segera, Ataukah Dapat Ditunda

Syarat Wajib Haji dan Umrah

Syarat Ijza (Tertunaikannya Kewajiban) di Dalam Melaksanakan Ibadah Haji

Etika Bepergian untuk Menunaikan Haji

Apa yang Harus Dipersiapkan Oleh Seorang Muslim untuk Menunaikan Haji dan Umrah?

Mempersiapkan Diri Dengan Taqwa

Waktu Musim Haji

Hukum Melakukan Ihram Haji Sebelum Ketentuan Waktunya Tiba

Penjelasan Tentang Miqat Haji (Tempat-tempat Berihram)

Hukum Berihram Sebelum Sampai di Tempat Ihram (Miqat)

Hukum Orang yang Melalui Miqat Dengan Tidak Berihram

Perbedaan Antara Ihram Sebagai Kewajiban dan Ihram Sebagai Rukun Haji

Hukum Melafalkan Niat di Saat Berihram

Tata Cara Berihramnya Orang yang Datang ke Mekkah Melalui Udara

Tata Cara Melakukan Ibadah Haji

Rukun Umrah

Rukun Haji

Hukum Meninggalkan Salah Satu Rukun Haji atau Umrah

Kewajiban-kewajiban Haji

Hukum Mengabaikan Salah Satu dari Kewajiban Haji atau Umrah

Cara Menunaikan Haji Qiran

Hukum Melakukan Umrah Sesudah Beribadah Haji

Hukum Berpindah Niat dari Satu Bentuk Ibadah Haji ke Bentuk Ibdah Haji yang Lain

Hukum dan Ketentuan-ketentuan Mewakilkan Kepada Orang Lain di Dalam Menunaikan Haji

Syarat Seorang Pengganti Dalam Menunaikan Ibadah Haji

Mencari Uang Dengan Cara Menghajikan Orang Lain yang Niatnya Hanya Mencari Uang Semata

Apakah Orang yang Mengerjakan Haji untuk Orang Lain Mendapat Pahala Sebagian Amalan Haji?

Arti Mewakili Sebagian Amalan Haji

Mengkiaskan Perwakilan Dalam Melontar Kepada Amalan/ Manasik Haji Lainnya

Tidak Mampu Menyempurnakan Salah Satu Manasik, Apa yang Harus Dilakukan?

Hukum Orang yang Wafat di Saat Sedang Ihram Menunaikan Manasik

Cara Bersyarat Jika Tak mampu Menyempurnakan Amalan Haji

Kalimat Bersyarat

Pantangan Ihram

Hukum Meletakkan Sesuatu yang Menempel di Kepala Orang yang Sedang Ihram

Perbedaan Antara Niqab dengan Burqa

Bagaimana Cara Wanita yang Sedang Berihram Menutup Wajahnya di Hadapan Laki-Laki

Haji Yang Bagaimana Yang Dapat Menghapus Dosa Itu?

Berkurban Untuk Mayit, Bolehkah?

Mengucapkan NIAT Ketika BERQURBAN

Menyembelih Kurban Bagi Seorang Yang Melaksanakan Haji Untuk Orang Lain

Tuntunan Melaksanakan Ibadah Haji

 
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810 Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326. e-mail: info@alsofwah.or.id | website: www.alsofwah.or.id | Member Info Al-Sofwa
Artikel yang dimuat di situs ini boleh dicopy & diperbanyak dengan syarat mencantumkan sumber: http://alsofwah.or.id serta tidak untuk komersil.