Artikel : Bulein Annur - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits

Sebagian Kabar Al-Quran Tentang Isa bin Maryam- - (bag.1)

Jumat, 23 Desember 22

***

Isa bin Maryam- - merupakan sosok manusia istimewa yang disebutkan di dalam ayat-ayat al-Quran. Banyak ayat al-Quran yang mengabarkan tentangnya. Namun dalam tulisan ini hanya beberapa ayat saja yang ingin kami sebutkan dan mengkajinya lebih mendalam melalui keterangan para ahli tafsir, seperti al-Qurthubi, Ibnu Katsir, dan yang lainnya-semoga Allah- -merahmati mereka semuanya. Selamat membaca dan mengambil manfaatnya.
***

Isa- -Berbicara Saat Masih dalam Buaian dan Menyatakan Dirinya adalah Hamba Allah- -

Allah- -berfirman menuturkan tentang kata-kata yang diucapkan Isa- -kepada kaum Maryam,


[ : 30]


Dia (Isa) berkata, Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia (akan) memberiku Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang nabi. (Maryam : 30)

Kata-kata pertama yang diucapkan Isa- -adalah pengakuan bahwa dirinya hamba Allah- -.

Dengan pernyataan ini, Isa- -mensucikan Allah- -dari memiliki anak. Selain itu juga membebaskan ibunya, Maryam, dari segala tudingan batil (zina) terkait dirinya.

Firman-Nya, Dia (akan) memberiku Kitab yaitu kitab Injil, dan menjadikan aku seorang nabi yang diberi wahyu oleh Allah- -seperti yang Dia kehendaki (al-Qurthubi, XI : 102; dan Ibnu Katsir, III : 119)


[ : 31]


Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada dan memerintahkan kepadaku (untuk melaksanakan) shalat serta (menunaikan) zakat sepanjang hayatku (Maryam : 31)

Firman-Nya, Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi , yaitu yang memiliki banyak kebaikan di mana saja aku berada, memiliki berkah dan manfaat dalam agama, menyeru manusia menuju agama, dan mengajarkan agama kepada umat manusia (al-Qurthubi, XI : 103)

Ungkapan dengan menggunakan bentuk kata kerja lampau pada tiga kata, Dia memberiku Kitab (Injil) , Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi, kemungkinan untuk mengungkapkan sesuatu yang sudah diputuskan sejak dahulu, atau akan dijadikan seperti itu di kemudian hari, hingga seakan sudah terjadi.




dan memerintahkan kepadaku (untuk melaksanakan) salat serta (menunaikan) zakat sepanjang hayatku

Yaitu, Dia- -memerintahkan aku beribadah dan berinfak sepanjang hidupku (al-Qasimi, XI : 120)


[ : 32]


dan berbakti kepada ibuku serta Dia tidak menjadikanku orang yang sombong lagi celaka (Maryam : 32)

Yaitu, Dia- -memerintahkan aku berbakti kepada ibuku. Firman-Nya, Ibuku, menjelaskan bahwa Isa- -tidak punya ayah. Dengan kata-kata ini, Isa- -membebaskan ibunya dari tudingan kaumnya. Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Yaitu, Dia- -tidak membuatku sombong untuk taat kepada-Nya, sombong terhadap perintah-Nya untuk beribadah kepada-Nya, dan berbakti kepada ibuku, sehingga dengan itu aku menjadi orang yang celaka. Sebagian salaf berkata, Yaitu tidaklah engkau mendapati seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, melainkan engkau mendapatinya orang yang sombong lagi celaka. Setelah itu ia membaca, Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka(Ibnu Katsir, III : 120)


[ : 33]


Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan hari aku dibangkitkan hidup (kembali).(Maryam : 33)

Yaitu, kesejahteraan dilimpahkan kepadaku dari Allah- -, pada hari kelahiranku yaitu di dunia, pada hari wafatku lalu aku dikubur, dan hari aku dibangkitkan hidup (kembali) , di akhirat. Karena, ia mengalami tiga kondisi; di dunia dalam keadaan hidup, di dalam (alam) kubur dalam keadaan mati, dan di akhirat dalam keadaan dibangkitkan kembali. Ia mendapat kesejahteraan di seluruh kondisi tersebut (al-Qurthubi, XI : 104-105)

Ibnu Katsir- -berkata terkait ayat ini, Ayat ini menujukkan penegasan Isa- -sebagai hamba Allah- -, bahwa ia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah- - yang hidup, mati, kemudian setelah itu dibangkitkan lagi seperti halnya manusia lainnya. Hanya saja, ia sejahtera di semua kondisi itu, kondisi-kondisi yang paling berat dialami para hamba (Ibnu Katsir, III : 120)

Perkataan yang Benar Tentang Isa - -

Allah- -berfirman,


[ : 34]


Itulah (hakikat) Isa putra Maryam, perkataan benar yang mereka ragukan (Maryam : 34)

Yaitu, Allah- -berfirman kepada Rasul-Nya, Muhammad- -Kisah Isa yang Kami ceritakan kepadamu itu adalah perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya, yaitu yang mereka ragukan dan perselisihkan.

Firman-Nya,


[ : 35]


Tidak patut bagi Allah mempunyai anak. Mahasuci Dia. Apabila hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah! Maka, jadilah sesuatu itu. (Maryam : 35)

Tidak patut bagi Allah mempunyai anak , yaitu tidak patut dan tidak boleh bagi Allah memiliki anak. Selanjutnya Allah- -memahasucikan diri-Nya dari perkataan mereka. Dia berfirman, Mahasuci Dia bahwa Dia- -memiliki anak.

Apabila hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah! Maka, jadilah sesuatu itu.

Yaitu ketika Dia- -menghendaki sesuatu, Dia- - cukup memerintahkannya lalu jadilah sesuatu itu seperti yang Dia- - inginkan.

Ini seperti yang Allah- - sebutkan dalam firman-Nya,


(59) (60) [ : 59 60]


Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah kemudian berfirman kepadanya, Jadilah! Maka, jadilah sesuatu itu. Kebenaran itu dari Tuhanmu. Oleh karena itu, janganlah engkau (Nabi Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.(Ali Imran : 59-60) (Al-Qurthubi, XI : 107; Ibnu Katsir, III : 120)

Isa- -Memerintahkan Beribadah kepada Allah- -Semata

Firman-Nya,


[ : 36]


(Isa berkata) Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu. Sembahlah Dia! Ini adalah jalan yang lurus. (Maryam : 36)

Yaitu, di antara perintah Isa- -terhadap kaumnya ketika ia masih dalam buaian adalah Allah- -adalah Rabbnya dan Rabb mereka. Isa- -memerintahkan mereka beribadah kepada-Nya. Ia berkata, Maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus , yaitu apa yang aku sampaikan kepada kalian dari Allah ini adalah jalan lurus. Siapa mengikuti jalan ini, ia mendapat petunjuk. Dan siapa menyalahi jalan ini, ia tersesat (Ibnu Katsir, III : 120)

Perselisihan Ahli Kitab Terkait Isa- -

Allah- -berfirman,


[ : 37]


Golongan-golongan di antara mereka (Yahudi dan Nasrani) berselisih. Celakalah orang-orang yang kufur pada waktu menyaksikan hari yang sangat agung! (Maryam : 37)

Yaitu pandangan ahli kitab terkait Isa- -berbeda-beda setelah urusan dan kondisinya nampak dengan jelas bahwa ia seorang hamba dan utusan Allah- -, kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari ciptaan-Nya. Mayoritas Yahudi-semoga laknat Allah- -menimpa mereka-berpendapat bahwa Isa- -adalah anak zina dan mereka mengatakan kata-kata Isa- -adalah sihir. Sekelompok lainnya berpendapat bahwa yang berbicara adalah Allah- -. Ada juga yang berpendapat bahwa Isa- - anak Allah- -. Yang lain berpendapat bahwa Isa- - adalah yang ketiga dari tiga tuhan. Ada juga yang berpendapat bahwa Isa- - adalah hamba dan utusan Allah- -. Pendapat terakhir inilah yang benar sesuai petunjuk yang Allah- - sampaikan kepada orang-orang mukmin.

Firman-Nya,




Celakalah orang-orang yang kufur pada waktu menyaksikan hari yang sangat agung!

Yaitu pada hari Kiamat. Firman ini merupakan ancaman keras bagi siapa yang berdusta terhadap Allah- -dan menyatakan bahwa Dia- -memiliki anak. Namun demikian, Allah- - tetap memberi mereka waktu hingga hari Kiamat nanti. Allah- -menunda keputusan untuk mereka karena kesabaran-Nya terhadap mereka, juga karena percaya penuh pada kuasa-Nya untuk menimpakan azab kepada mereka. Sungguh, Dia- -tidak terburu-buru menurunkan azab kepada siapa yang durhak kepada-Nya. Disebutkan dalam Ash-Shahihain dari Nabi- -,




Sesungguhnya Allah memberi waktu kepada orang zhalim. Hingga ketika (tiba waktunya) Dia menyiksanya, Dia tidak membiarkannya bebas (dari siksa-Nya) (Ibnu Katsir, III : 121)

Larangan Berlebihan dalam Agama

Allah- -berfirman kepada ahli kitab,


[ : 171]


Wahai Ahlulkitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (menjalankan) agamamu dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar. (an-Nisa : 171)

Ghuluw adalah melampoi batas. Makna ayat ini seperti yang disebutkan para mufassir (ahli tafsir) ; Yahudi bersikap berlebihan terkait Isa- -hingga mereka menuduh ibunya, Maryam, berbuat zina. Kaum Nasrani juga berlebihan terkait Isa hingga mereka menganggapnya sebagai Tuhan dan Rabb. Berlebihan dan meremehkan terkait Isa- -sama-sama kafir.

Disebutkan dalam shahih al-Bukhari dari Nabi- -,




Janganlah kalian memujiku seperti kaum Nasrani berlebihan memuji Isa putra Maryam. Aku ini hanyalah hamba-Nya. Maka katakanlah, (Muhammad) hamba Allah dan Rasul-Nya.

Firman-Nya,




dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar

Yaitu janganlah kalian membuat-buat kebohongan terhadap Allah- -, dan janganlah kalian mengada-adakan sekutu, istri, atau anak untuk-Nya. Maha Tinggi Allah dari hal semacam itu dengan ketinggian yang setinggi-tingginya (al-Qurthubi, VI : 21)

Kondisi dan Hakikat Isa- -

Allah- -berfirman,


[ : 171]


Sesungguhnya Almasih, Isa putra Maryam, hanyalah utusan Allah dan (makhluk yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, (Tuhan itu) tiga. Berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya hanya Allahlah Tuhan Yang Maha Esa. Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pelindung. (an-Nisa : 171)

Firman-Nya,




Sesungguhnya Almasih, Isa putra Maryam, hanyalah utusan Allah

Firman-Nya ini menafikan ketuhanan dari Isa- -, karena bagaimana orang yang dinisbatkan kepada ibunya bisa menjadi tuhan ?! Tuhan itu seharusnya sudah ada sejak dulu kala, bukanya diciptakan atau pun makhluk (al-Qurthubi, VI : 20)

Firman-Nya,




hanyalah utusan Allah

Yaitu Isa- -adalah utusan Allah- -yang diutus kepada Bani Israil, memerintahkan mereka beribadah kepada Allah semata, meninggalkan penyembahan kepada apa pun selain-Nya, dan perintah-perintah lainnya seperti yang ia terima dari Rabbnya (al-Manar, VI : 81-82)

Makna Kalimat-Nya yang Disampaikan-Nya kepada Maryam

Firman-Nya,




dan (makhluk yang diciptakan dengan) kalimat-Nya

karena Isa- -diciptakan dengan kelimat Allah, jadilah ! dan perintah-Nya, bukan dengan yang lain. Tanpa perantara seorang ayah dan tanpa air mani (al-Kasysyaf, I : 593). Orang Arab biasa menamakan sesuatu dengan sesuatu tersebut jika ia berasal darinya. Karena Isa- -diciptakan dengan kalimat, Jadilah! berasal dari Allah, maka Isa- - boleh disebut kalimat Allah (al-Qurthubi, VI : 22)

Makna firman-Nya,




yang Dia sampaikan kepada Maryam

Yaitu kalimat yang dengannya Allah- -menciptakan Isa- -, yaitu kalimat Jadilah! Kalimat ini disampaikan Allah- -kepada Maryam dengan tiupan Jibril (al-Kasysyaf, I : 593; Al-Qasimi, V : 675). Yaitu Allah- -menciptakan makhluk ini menciptakan Isa-di dalam diri Maryam.(Ibnu Athiyyah, IV : 301)

Dikatakan dalam pendapat lain ; yang dimaksud kalimat-Nya adalah kabar gembira Allah- -yang disampaikan Jibril kepada Maryam, yaitu kabar gembira bahwa ia akan melahirkan Isa- -. Itulah yang dimaksud firman Allah- -,


[ : 45]


(Ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, Wahai Maryam, sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang (kelahiran anak yang diciptakan) dengan kalimat dari-Nya, namanya Isa Almasih putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat serta termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). (Ali Imran : 45) (Ibnu Athiyyah, IV : 301 ; al-Qurthubi, VI : 22)

Makna Dan (dengan Tiupan) Ruh dari-Nya

Firman Allah,




dan (dengan tiupan) roh dari-Nya

Ada sejumlah pendapat terkait makna firman Allah- -tentang Isa- - dan (dengan tiupan) roh dari-Nya yang secara keseluruhan membantah pernyataan batil kaum Nasrani yang menyatakan Isa- - adalah bagian dari Allah- -. Mahatinggi Allah dari hal semacam itu dengan setinggi-tingginya.

Berikut sejumlah pendapat mufassir (ahli tafsir) terkait penjelasan firman Allah dan (dengan tiupan) roh dari-Nya :
1.

Isa- -diciptakan dengan tiupan dari ruhullah, Jibril. Pendapat ini dijelaskan oleh firman Allah- -terkait ibu Isa- -, Maryam,


[ : 91]


(Ingatlah pula Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami meniupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)-nya. Kami menjadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Kami) bagi seluruh alam. (al-Anbiya : 91)

Sebagian mufassir berkata bahwa yang dimaksud ruh dalam ayat ini adalah tiupan malaikat Jibril kepada Maryam atas perintah Allah- -.
2.

Makna dan (dengan tiupan) roh dari-Nya adalah Isa- - dikuatkan dengan ruh dari Allah- -. Ruh yang dimaksud adalah Jibril yang dijuluki Ruhul Qudus. Pendapat ini dijelaskan firman Allah- -,


[ : 253]


Kami telah menganugerahkan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat) dan Kami memperkuat dia dengan Ruhulkudus (Jibril) (al-Baqarah : 253)
3.

Penulis tafsir al-Manar berkata setelah menyebutkan dua pendapat di atas, yang dimaksud firman Allah- - dan (dengan tiupan) roh dari-Nya boleh dimaknai dengan kedua pendapat di atas. Yaitu, Isa- -diciptakan dengan tiupan malaikat Jibril yang disebut Ruh dan Ruhul Qudus, yang meniup Maryam dengan tiupan seperti halnya proses pembuahan yang terjadi antara seorang suami dengan istrinya. Isa- -dikuatkan dengan Ruh ini, Jibril, sepanjang hidupnya. Karena itulah sisi kerohaniannya nampak menonjol pada dirinya, dan tanda-tanda kekuasaan Allah- -juga nampak pada dirinya saat ia masih kecil maupun setelah dewasa. Allah- -berfirman,


[ : 110]


(Ingatlah) ketika Allah berfirman, Wahai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Ruhulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. (Al-Maidah : 110)
4.

Ubay bin Kaab- -berkata, Allah- - menciptakan ruh-ruh anak turun Adam ketika Allah- -mengambil perjanjian dari mereka. Setelah itu Allah- -mengembalikan ruh-ruh mereka ke tulang sulbi Adam dan menahan ruh Isa- -di sisi-Nya. Ketika Allah- -berkehendak menciptakan Isa- -, Allah- -melepaskan ruh tersebut kepada Maryam, sehingga jadilah Isa putra Maryam dari ruh itu. Karena itulah Allah- - berfirman, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya (Ibnu Athiyyah, IV : 301; al-Qurthubi, VI : 22)
5.

dan (dengan tiupan) roh dari-Nya , yaitu dengan penciptaan-Nya seperti halnya ruh-ruh lain yang Dia ciptakan. Seperti disebutkan dalam firman-Nya,


[ : 13]


Dia telah menundukkan (pula) untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. (al-Jatsiyah : 13)

Yaitu semuanya dari ciptaan-Nya. Adanya ruh dinisbatkan kepada Allah- -tidak lain untuk memuliakan, sama seperti yang disebutkan dalam firman Allah- -, (unta Allah) (Ibnu Katsir, I : 590 ; al-Qurthubi, VI : 92; Ibnu Athiyyah, IV : 301)
6.

dan (dengan tiupan) roh dari-Nya , yaitu rahmat dari-Nya. dengan demikian, Isa- - adalah rahmat dari Allah- -untuk siapa pun yang mengikutinya. Maka rahmat juga disebut dengan kata ruh dalam firman Allah- -,


[ : 22]


Dan Allah telah menguatkan mereka dengan ruh yang datang dari-Nya (al-Mujadilah : 22) (Ibnu Katsir, I : 593 ; Ahkamu al-Quran, Ibnu Al-Arabi (I: 517)
7.

dan (dengan tiupan) roh dari-Nya , karena ia memiliki ruh yang diciptakan bukan dari bagian makhluk yang memiliki ruh, seperti air mani dari seorang ayah yang hidup. Isa- - diciptakan secara baru dari sisi Allah- -dan dengan kuasa-Nya. (al-Kasysyaf, I : 593)

Wallahu Alam

(Redaksi)

Sumber :

Al-Mustafad Min Qashashi al-Quran lid Dawah wad Duat, Dr. Abdul Karim Zaidan, ei, hal. 423-427
















Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatannur&id=1003