Pertanyaan:
Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya mengenai penamaan terhadap sebagian bunga-bunga dengan Ubbad asy-Syams (para penyembah matahari) karena ia (bunga tersebut) menyambut matahari saat terbit dan tenggelam.
Jawaban:
Hal ini tidak boleh, karena pepohonan itu tidak menyembah matahari, ia hanya menyembah Allah Subhanahu waTa`ala sebagaimana FirmanNya,
} Ãóáóãú ÊóÑó Ãóäøó Çááåó íóÓúÌõÏõ áóåõ ãóä Ýöí ÇáÓøóãóÇæóÇÊö æóãóä Ýöí ÇúáÃóÑúÖö æóÇáÔøóãúÓõ æóÇáúÞóãóÑõ æóÇáäøõÌõæãõ æóÇáúÌöÈóÇáõ æóÇáÔøóÌóÑõ æóÇáÏøóæóÂÈøõ æóßóËöíÑñ ãøöäó ÇáäøóÇÓö"Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang melata dan sebagian besar dari manusia?." (Al-Hajj:18).
Tetapi harus diberikan ungkapan lain yang tidak menyebut kata Ubudiyyah (penyembahan) seperti Muraqabah asy-Syams dan ungkapan semisalnya.
Majmu' Fatawa wa Rasa`il Fadhilah asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, Juz. 3, hal.114.
Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini, jilid 3, hal:550, cet: Darul Haq Jakarta, diposting oleh Rifki Solehan