Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Hukum Mempropagandakan Kesatuan Agama (Pluralisme) ke-2
Kamis, 14 Oktober 21

Keempat, di antara prinsip-prinsip akidah dalam Islam adalah menyatakan bahwa Nabi dan Rasul kita, Muhammad SAW adalah penutup para nabi dan rasul, sebagaimana Firman Allah SWT,


"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi." (Al-Ahzab: 40).

Jadi, tidak ada lagi Rasul yang wajib diikuti selain Muhammad SAW dan andaikata ada di antara para Nabi Allah dan RasulNya yang masih hidup, pastilah dia akan mengikuti beliau SAW demikian pula dengan para pengikut mereka sebagaimana Firman Allah SWT,

(81)


"Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, 'Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan bersungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.' Allah berfirman, 'Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjianKu terhadap yang demikian itu.' Mereka menjawab, 'Kami mengakui.' Allah berfirman, 'Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu." (Ali Imran: 81).

Bahkan Nabi Allah, Isa RA, pun bila turun di akhir zaman nanti akan menjadi pengikuti Muhammad SAW dan memerintah dengan syariat beliau, Allah SWT berfirman,


"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka." (Al-A'raf: 157).

Demikian pula, di antara prinsip-prinsip akidah dalam Islam adalah menyatakan bahwa Muhammad SAW diutus kepada seluruh umat manusia, Allah SWT berfirman,

(28)


"Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (Saba`: 28).


"Katakanlah, 'Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua." (Al-A'raf: 158).

Dan banyak lagi ayat-ayat yang lainnya.

Kelima, di antara prinsip-prinsip akidah dalam Islam adalah wajibnya meyakini kekufuran semua orang yang tidak masuk ke dalam Islam, baik mereka itu orang-orang Yahudi, Nasrani atau pun selain mereka dan (wajib pula) menyebut mereka sebagai kafir, musuh Allah, RasulNya dan kaum Mukmin, serta sebagai penghuni neraka, sebagaimana FirmanNya,

(1)


"Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata." (Al-Bayyinah: 1).

Juga FirmanNya,

(6)


"Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalam-nya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (Al-Bayyinah: 6),

Telah bersumber secara shahih di dalam kitab Shahih Muslim bahwasanya Nabi SAW bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya, tidak ada seorang pun yang mendengar perihalku di kalangan umat ini, baik Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia meninggal dunia namun tidak beriman kepada wahyu yang aku diutus dengannya, melainkan dia akan menjadi penghuni neraka."
Oleh karena itu, barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang-orang Yahudi dan Nasrani, maka dia telah kafir, berdasarkan cakupan kaidah syariah:


"Barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang kafir, maka dia telah kafir."

Keenam, merujuk kepada prinsip-prinsip akidah dan hakikat-hakikat syara' tersebut, maka propaganda kepada kesatuan agama (pluralisme) dan pendekatan antar agama dengan meleburkannya ke dalam satu cetakan merupakan propaganda kotor dan makar yang bertujuan mencampuradukkan antara al-haq dan bathil, menghancurkan Islam dan meluluhlantakkan sendi-sendinya serta menggiring penganutnya menuju pemurtadan massal. Hal ini sebagaimana yang dibenarkan oleh Firman Allah SWT,


"Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup." (Al-Baqarah: 217).

Juga, FirmanNya SWT,


"Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)." (An-Nisa`: 89).

Bersambung
Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatfatwa&id=1740