Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Antara Cinta Harta dan Aqidah
Rabu, 11 Mei 22

Seorang penanya dengan inisial A. A. berkata,
Kebanyakan orang mencintai harta dengan kecintaan yang sangat luar biasa. Apakah hal tersebut mempengaruhi aqidah mereka ?

Syaikh- -menjawab,
Sesungguhnya cinta kepada harta tidak mempengaruhi aqidah tidak pula agama seseorang apabila hal tersebut tidak menyibukkan seseorang dari perkara yang wajib atau perkara yang dianjurkan. Bila ternyata hal tersebut menyibukkan seseorang dari perkara yang wajib, maka hal tersebut haram. Jika hal tersebut menyibukkannya dari perkara yang dianjurkan, maka menyibukkan dengan perkara yang dianjurkan lebih utama daripada menyibukkan diri dengan harta. Dan, haruslah sikap seorang dalam mendayagunakan harta itu selaras dengan tuntunan syariat Islam. Maka, ia tidak bermuamalah dalam hal-hal yang di dalamnya terdapat unsur kezhaliman, atau terdapat unsur riba, atau terdapat unsur kecurangan. Tidak melayani dakwaan seseorang yang pada hakikatnya orang tersebut tidak berhak atas hal yang diklaimnya. Tidak pula mengingkari hak orang lain yang mesti ditunaikannya.

Kecintaan seseorang terhadap harta merupakan perkara yang menjadi tabiat manusia, sebagaimana Allah- -berfirman,


(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) [ : 1 - 8]


Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah,
dan kuda yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kakinya),
dan kuda yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi,
sehingga menerbangkan debu, lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya,
dan sesungguhnya cintanya kepada al-Khair benar-benar berlebihan. (al-Adiyat : 1-8)
Yakni, cintanya kepada harta, sebagaimana Allah- -berfirman,


[ : 20]


Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan (al-Fajr : 20)

Dan apabila kecintaan seseorang terhadap harta untuk mengembangkannya agar dapat didayagunakannya untuk beramal shaleh, maka hal demikian itu merupakan kebaikan. Karena, sebaik-baik harta yang baik adalah harta yang berada pada orang yang shaleh. Betapa banyak orang yang diberi kekayaan oleh Allah- -lalu Allah- -memberikan kemanfaatan dengan harta-harta mereka tersebut dalam bidang jihad di jalan-Nya, penyebaran ilmu, pemberian bantuan orang-orang yang membutuhkan, dan lain sebagainya.

Wallahu Alam

Sumber :
Fatawa Nur Ala ad-Darb, Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Jilid 1, hal. 55-56


Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatfatwa&id=1835