Artikel : Kajian Islam - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits - ,

Pendidikan Anak Dalam Islam
oleh :

Kita beriman kepada semua nabi Allah dan para rasul-Nya, baik yang kita ketahui maupun tidak. Kita meyakini secara khusus para nabi yang disebutkan di dalam Al-Quran. Perbedaan antara nabi dan rasul, bahwasanya seorang rasul itu mendapatkan wahyu dengan syariat baru, sementara nabi adalah yang diutus Allah untuk menetapkan syariat yang ada sebelumnya.

Firman Allah Subhaanahu Wata'ala menerangkan tentang diutusnya para rasul kepada seluruh umat:

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (An-Nahl: 36).

Allah senantiasa mengirimkan utusan-Nya kepada manusia untuk menyeru mereka kepada ibadah kepada Allah semata dan mengingkari sesembahan selain Allah, sejak timbulnya kesyirikan pada Bani Adam hingga berakhir pada saat diutusnya Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang seruannya mencakup seluruh manusia dan jin dari timur sampai barat.

Firman Allah Subhaanahu Wata'ala,

Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (Fathir: 24).

Firman Allah Subhaanahu Wata'ala,

Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk. (Ar-Rad: 7).

Allah Taala menerangkan bahwa di antara para rasul ada yang diceritakan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ada pula yang tidak diceritakan kepada beliau. Firman Allah Subhaanahu Wata'ala,

(163) (164)

Sesungguhnya Kami telah mamberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang setelahnya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman, dan Kami berikan Zabur kepada Daud. Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An-Nisa: 163-165).

Firman Allah Subhaanahu Wata'ala,

Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. (Al-Mumin: 78).

Selanjutnya Allah menyebutkan nama-nama sejumlah rasul yang mengharuskan keimanan kepada masing-masing dari mereka karena Allah menyebutkan mereka dalam firman-Nya,

(83) (84) (85)

Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Rabbmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya'qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, dan Zakaria, Yahya, 'Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shalih, dan Ismail, Ilyasa', Yunus, dan Luth Masing-masingnya kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya). (Al-Anam: 83-86).

Firman-Nya,

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang disebut) di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. (Maryam: 56).

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Ia berkata, Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selain-Nya. (Al-Araf: 73).

Firman-Nya,

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata, Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selain-Nya. (Al-Araf: 85).

Firman-Nya,

Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa', dan Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik. (Shad: 48).

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=indexkajian&id=1§ion=kj001