Artikel : Kajian Islam - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits - ,

Pendidikan Anak Dalam Islam
oleh :

A. Definisi Syirik

Syirik yaitu menyamakan selain Allah ‘Azza waJalla dengan

Allah ’Azza waJalla dalam hal-hal yang merupakan kekhususan Allah Subhanahu waTa’ala, seperti berdoa kepada selain Allah Ta’ala di samping berdo’a kepada Allah Subhanahu waTa’ala, atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban), bernadzar, berdoa dan sebagainya kepada selainNya.

Karena itu barangsiapa menyembah selain Allah Subhanahu waTa’ala berarti ia meletakkan ibadah tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak, dan itu adalah kezhaliman yang paling besar. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman,
Åöäóø ÇáÔöøÑúßó áóÙõáúãñ ÚóÙöíãñ [áÞãÇä/13]

Artinya:"Sesungguhnya menyekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar." (Luqman: 13).

Allah Subhanahu waTa’ala tidak akan mengampuni orang musyrik, jika ia meninggal dunia dalam kesyirikannya. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman,
Åöäóø Çááóøåó áóÇ íóÛúÝöÑõ Ãóäú íõÔúÑóßó Èöåö æóíóÛúÝöÑõ ãóÇ Ïõæäó Ðóáößó áöãóäú íóÔóÇÁõ [ÇáäÓÇÁ/48]

Artinya:"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya." (An-Nisa': 48).

Surga pun diharamkan atas orang musyrik. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman,
Åöäóøåõ õ ãóäú íõÔúÑößú ÈöÇááóøåö ÝóÞóÏú ÍóÑóøãó Çááóøåõ Úóáóíúåö ÇáúÌóäóøÉó æóãóÃúæóÇåõ ÇáäóøÇÑõ æóãóÇ áöáÙóøÇáöãöíäó ãöäú ÃóäúÕóÇÑò [ÇáãÇÆÏÉ/72]

Artinya:"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun." (Al-Maidah: 72).

Dan Syirik menghapuskan pahala segala amal kebaikan. Allah ta'ala berfirman,
æóáóæú ÃóÔúÑóßõæÇ áóÍóÈöØó Úóäúåõãú ãóÇ ßóÇäõæÇ íóÚúãóáõæäó [ÇáÃäÚÇã/88]

Artinya:"Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (Al-An'am: 88).
æóáóÞóÏú ÃõæÍöíó Åöáóíúßó æóÅöáóì ÇáóøÐöíäó ãöäú ÞóÈúáößó áóÆöäú ÃóÔúÑóßúÊó áóíóÍúÈóØóäóø Úóãóáõßó æóáóÊóßõæäóäóø ãöäó ÇáúÎóÇÓöÑöíäó [ÇáÒãÑ/65]

Artinya:"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, 'Jika kamu menyekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (Az-Zumar: 65).
ÝóÇÞúÊõáõæÇ ÇáúãõÔúÑößöíäó ÍóíúËõ æóÌóÏúÊõãõæåõãú æóÎõÐõæåõãú æóÇÍúÕõÑõæåõãú æóÇÞúÚõÏõæÇ áóåõãú ßõáóø ãóÑúÕóÏò [ÇáÊæÈÉ/5]

Artinya:"Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian." (At-Taubah: 5).

Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,


ÃõãöÑúÊõ Ãóäú ÃõÞóÇÊöáó ÇáäóøÇÓó ÍóÊóøì íóÞõæúáõæúÇ áÇó Åöáóåó ÅöáÇóø Çááóøåõ ÝóÅöÐóÇ ÞóÇáõæúåóÇ ÚóÕóãõæúÇ ãöäøíú ÏöãóÇÁóåõãú æóÃóãúæóÇáóåõãú ÅöáÇóø ÈöÍóÞöøåóÇ.

"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka menyatakan, 'Tiada sesembahan yang haq melainkan Allah.' Jika mereka telah menyatakannya, niscaya darah dan harta mereka aku lindungi kecuali karena haknya." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Karena itu, syirik adalah dosa yang paling besar. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,


ÃóáÇó ÃõäóÈöøÆõßõãú ÈöÃóßúÈóÑö ÇáúßóÈóÇÆöÑö ÞõáúäóÇ: Èóáóì íóÇ ÑóÓõæúáó Çááóøåö ÞóÇáó: ÇúáÅöÔúÑóÇßõ ÈöÇááóøåö æóÚõÞõæúÞõ ÇáúæóÇáöÏóíúäö.

"Maukah kalian aku beritahukan tentang dosa yang paling besar?" Kami menjawab, "Ya, wahai Rasulullah!" Beliau bersabda, "Berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Syirik adalah suatu kekurangan dan aib yang Allah Ta’ala menyucikan diri dari keduanya. Karena itu, barangsiapa berbuat syirik kepada Allah Subhanahahu waTa’ala, berarti dia menetapkan untuk Allah Azza waJalla apa yang dia menyucikan diri dari padanya. Dan ini adalah puncak pembangkangan, kesombongan, dan permusuhan kepada Allah Ta’ala.

B. Jenis Syirik

Syirik ada dua jenis: Syirik Besar dan Syirik Kecil

SYIRIK BESAR

Syirik besar bisa mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menjadikannya kekal di dalam neraka, jika ia meninggal dunia dan belum bertaubat daripadanya. Syirik besar adalah memalingkan sesuatu bentuk ibadah kepada selain Allah Subhanahu waTa’ala, seperti berdoa kepada selain Allah Subhanahu waTa’ala atau mendekatkan diri kepadanya dengan menyembelih kurban dan nadzar untuk selain Allah Subhanahu waTa’ala, baik untuk kuburan, jin dan setan. Termasuk juga takut kepada orang-orang telah mati, jin atau setan, bahwa mereka bisa membahayakan atau membuatnya sakit, juga mengharapkan sesuatu kepada selain Allah Subhanahu waTa’ala , yang tidak kuasa melakukannya kecuali Allah Subhanahu waTa’ala , berupa pemenuhan kebutuhan dan menghilangkan kesusahan, hal yang saat ini dilakukan di sekeliling bangunan-bangunan yang didirikan di atas kuburan para wali dan orang-orang shalih di sebagian wilayah Islam. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman,
æóíóÚúÈõÏõæäó ãöäú Ïõæäö Çááóøåö ãóÇ áóÇ íóÖõÑõøåõãú æóáóÇ íóäúÝóÚõåõãú æóíóÞõæáõæäó åóÄõáóÇÁö ÔõÝóÚóÇÄõäóÇ ÚöäúÏó Çááóøåö [íæäÓ/18]

Artinya:"Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, 'Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah'." (Yunus: 18).

Syirik besar ada empat macam:

1. Syirik Dakwah (doa):

Yaitu di samping dia berdoa kepada Allah Subhanahu waTa'ala ia berdoa kepada selainNya. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman,
ÝóÅöÐóÇ ÑóßöÈõæÇ Ýöí ÇáúÝõáúßö ÏóÚóæõÇ Çááóøåó ãõÎúáöÕöíäó áóåõ ÇáÏöøíäó ÝóáóãóøÇ äóÌóøÇåõãú Åöáóì ÇáúÈóÑöø ÅöÐóÇ åõãú íõÔúÑößõæäó [ÇáÚäßÈæÊ/65]

Artinya:"Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)." (Al-Ankabut: 65).

2. Syirik Niat, Keinginan dan Tujuan:

Yaitu ia menujukan suatu bentuk ibadah kepada selain Allah Ta’ala. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman,
ãóäú ßóÇäó íõÑöíÏõ ÇáúÍóíóÇÉó ÇáÏõøäúíóÇ æóÒöíäóÊóåóÇ äõæóÝöø Åöáóíúåöãú ÃóÚúãóÇáóåõãú ÝöíåóÇ æóåõãú ÝöíåóÇ áóÇ íõÈúÎóÓõæäó (15) ÃõæáóÆößó ÇáóøÐöíäó áóíúÓó áóåõãú Ýöí ÇáúÂóÎöÑóÉö ÅöáóøÇ ÇáäóøÇÑõ æóÍóÈöØó ãóÇ ÕóäóÚõæÇ ÝöíåóÇ æóÈóÇØöáñ ãóÇ ßóÇäõæÇ íóÚúãóáõæäó (16) [åæÏ/15¡ 16]

Artinya:"Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia, dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan." (Hud: 15-16).

3. Syirik Keta'atan:

Yaitu menaati selain Allah ta'ala dalam hal maksiat kepada Allah Ta’ala. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman,
ÇÊóøÎóÐõæÇ ÃóÍúÈóÇÑóåõãú æóÑõåúÈóÇäóåõãú ÃóÑúÈóÇÈðÇ ãöäú Ïõæäö Çááóøåö æóÇáúãóÓöíÍó ÇÈúäó ãóÑúíóãó æóãóÇ ÃõãöÑõæÇ ÅöáóøÇ áöíóÚúÈõÏõæÇ ÅöáóåðÇ æóÇÍöÏðÇ áóÇ Åöáóåó ÅöáóøÇ åõæó ÓõÈúÍóÇäóåõ ÚóãóøÇ íõÔúÑößõæäó [ÇáÊæÈÉ/31]

Artinya:"Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (At-Taubah: 31).

4. Syirik Kecintaan (Mahabbah):

Yaitu menyamakan selain Allah Subhanahu waTa’ala dengan Allah Subhanahu waTa’ala dalam hal kecintaan. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman,
æóãöäó ÇáäóøÇÓö ãóäú íóÊóøÎöÐõ ãöäú Ïõæäö Çááóøåö ÃóäúÏóÇÏðÇ íõÍöÈõøæäóåõãú ßóÍõÈöø Çááóøåö [ÇáÈÞÑÉ/165]

Artinya:"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah." (Al-Baqarah: 165).


SYIRIK KECIL

Syirik Kecil tidak menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam, tetapi ia mengurangi tauhid dan merupakan perantara (wasilah) kepada syirik besar. Syirik kecil ada dua macam.

1. Syirik Nyata (Zhahir):

Yaitu syirik dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Dalam bentuk ucapan misalnya, bersumpah dengan nama selain Allah Subhanahu waTa’ala. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,


ãóäú ÍóáóÝó ÈöÛóíúÑö Çááøٰåö ÝóÞóÏú ßóÝóÑó Ãóæú ÃóÔúÑóßó.

"Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kufur atau syirik." (HR. at-Tirmidzi dan dihasankannya, serta dishahihkan oleh al-Hakim).

Termasuk di dalamnya adalah ucapan, ãóÇ ÔóÇÁó Çááøٰåõ æóÔöÆúÊó (atas kehendak Allah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan kehendakmu). Ibnu Abbas radiyAllahu ‘anhu menuturkan,


áóãóøÇ ÞóÇáó áóåõ ÑóÌõáñ: ãóÇ ÔóÇÁó Çááøٰåõ æóÔöÆúÊó ÝóÞóÇáó: ÃóÌóÚóáúÊóäöíú áöáøٰå äöÏðøÇ Þõáú ãóÇ ÔóÇÁó Çááóøåõ æóÍúÏóåõ.

"Ketika ada seseorang berkata kepada Nabi, 'Atas kehendak Allah dan kehendakmu', maka ketika itu beliau bersabda, 'Apakah engkau menjadikan diriku sebagai sekutu bagi Allah? Katakanlah, 'Hanya atas kehendak Allah saja'." (HR. an-Nasa'i).
Termasuk pula ucapan, "Kalau bukan karena Allah Subhanahu waTa’ala dan karena si fulan." Yang benar adalah hendaknya diucapkan,


ãóÇ ÔóÇÁó Çááóøåõ Ëõãóø ÝõáÇóäñ

"Atas kehendak Allah Subhanahu waTa’ala kemudian kehendak si fulan."


æóáóæúáÇó Çááóøåõ Ëõãóø ÝõáÇóäñ

"Kalau bukan karena Allah Subhanahu waTa’ala kemudian karena si fulan."
Sebab kata Ëõãóø (kemudian) menunjukkan tertib berurut, yang berarti menjadikan kehendak hamba mengikuti kehendak Allah Subhanahu waTa’ala.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu waTa’ala,
æóãóÇ ÊóÔóÇÁõæäó ÅöáóøÇ Ãóäú íóÔóÇÁó Çááóøåõ ÑóÈõø ÇáúÚóÇáóãöíäó [ÇáÊßæíÑ/29]

Artinya:"Dan kamu tidak dapat menghendaki (sesuatu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Rabb semesta alam." (At-Takwir: 29).

Sedangkanæó (dan) maka untuk menunjukkan kebersamaan dan persekutuan, tidak menunjukkan tertib berurut. Termasuk dalam larangan ini adalah ucapan 'Tidak ada penolong bagiku kecuali Allah Subhanahu waTa’ala dan engkau', 'Ini adalah atas berkah Allah Subhanahu waTa’ala dan berkahmu.'
Adapun yang berbentuk perbuatan adalah seperti memakai kalung atau benang sebagai pengusir atau penangkal mara bahaya, atau menggantungkan tamimah(1) karena takut kena 'ain (penyakit mata ed.) atau perbuatan lainnya, jika ia berkeyakinan bahwa perbuatannya tersebut merupakan sebab-sebab pengusir atau penangkal mara bahaya, maka ia termasuk syirik kecil. Sebab Allah Subhanahu waTa’ala tidak menjadikan sebab-sebab (hilangnya mara bahaya) dengan hal-hal tersebut. Sedangkan jika ia berkeyakinan bahwa hal-hal tersebut bisa menolak atau mengusir mara bahaya, maka ia adalah syirik besar, sebab ia berarti menggantungkan diri kepada selain Allah Subhanahu waTa’ala .

2. Syirik tersembunyi (Khafi):

Yaitu syirik dalam hal keinginan dan niat, seperti ingin dipuji orang (riya') dan ingin didengar orang (sum'ah). Seperti melakukan suatu amal tertentu untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu waTa’ala, tetapi untuk mendapatkan pujian manusia, misalnya dengan memperbagus shalatnya atau bersedekah agar dipuji dan disanjung karenanya, atau ia melafazhkan dzikir dan memperindah suaranya dalam bacaan (al-Qur'an) agar didengar orang lain, sehingga mereka menyanjung atau memujinya. Jika riya itu mencampuri (niat) suatu amal, maka amal itu menjadi tertolak. Karena itu, ikhlas dalam beramal adalah sesuatu yang niscaya. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman,
Ýóãóäú ßóÇäó íóÑúÌõæ áöÞóÇÁó ÑóÈöøåö ÝóáúíóÚúãóáú ÚóãóáðÇ ÕóÇáöÍðÇ æóáóÇ íõÔúÑößú ÈöÚöÈóÇÏóÉö ÑóÈöøåö ÃóÍóÏðÇ [ÇáßåÝ/110]

Artinya:"Maka Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia berbuat syirik sedikit pun dalam beribadah kepada Rabbnya." (Al-Kahfi: 110).

Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,


ÃóÎúæóÝõ ãóÇ ÃóÎóÇÝõ Úóáóíúßõãõ ÇáÔöøÑúßõ ÇúáÃóÕúÛóÑõ¡ ÞóÇáõæúÇ íóÇ ÑóÓõæúáó Çááóøåö: æóãóÇ ÇáÔöøÑúßõ ÇúáÃóÕúÛóÑõ¿ ÞóÇáó: ÇáÑöøíóÇÁõ.

Artinya:"Yang paling aku takuti atas kalian adalah syirik kecil." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah syirik kecil itu?" Beliau menjawab, "Yaitu riya'." (HR. Ahmad, ath-Thabrani dan al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah).

Termasuk di dalamnya adalah motivasi amal untuk kepentingan duniawi, seperti orang yang menunaikan haji atau berjihad untuk mendapatkan harta benda. Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,


ÊóÚöÓó ÚóÈúÏõ ÇáÏöøíúäóÇÑö ÊóÚöÓó ÚóÈúÏõ ÇáÏöøÑúåóãö¡ ÊóÚöÓó ÚóÈúÏõ ÇáúÎóãöíúÕóÉö ÊóÚöÓó ÚóÈúÏõ ÇáúÎóãöíúáóÉö Åöäú ÃõÚúØöíó ÑóÖöíó æóÅöäú áóãú íõÚúØó ÓóÎöØó.

Artinya:"Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah dan celakalah hamba khamilah(1) jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah." (HR. al-Bukhari).

* (1)Khamishah dan khamilah adalah pakaian yang terbuat dari wool atau sutera dengan diberi sulaman atau garis-garis yang menarik dan indah. Maksud ungkapan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam -wallahu a'lam- dengan sabdanya tersebut adalah untuk menunjukkan orang yang sangat ambisi dengan kekayaan duniawi, sehingga menjadi hamba harta benda. Mereka itulah orang-orang yang celaka dan sengsara. (pent).

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=indexkajian&id=1§ion=kj001