Artikel Hadits : BEGINILAH ISTIGHFAR NABI shallallahu 'alaihi wasallam Rabu, 06 Januari 10 Úä ÇáÃÛÑööóöÈä íÓÇÑ ÇáãÒäí ÑÖí Çááå Úäå ÞÇá: ÞÇá ÑÓæá Çááå Õáí Çááå Úáíå æÓáã : (( íÇ ÃíåÇ ÇáäÇÓ¡ ÊæÈæÇ Åáí Çááå æÇÓÊÛÝÑæå ¡ ÝÅäí ÃÊæÈ Ýí Çáíæã ãÇÆÉ ãÑÉ))(58) ( ÑæÇå ãÓáã)
“Dari al-Agharr bin Yasar al-Muzani radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:”Wahai sekalian manusia, bertaubat dan minta ampunlah (istighfar) kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah seratus kali setiap hari.” (HR. Muslim)
Definisi Istighfar
Istighfar berarti permintaan maghfirah, dan maghfirah berarti permintaan kepada Allah supaya dosanya ditutup dan diampuni. Permintaan supaya dosanya ditutup agar tidak diketahui oleh orang lain, sehingga namanya tercemar karena dosa itu. Oleh sebab itu pada hari qiyamat Allah akan berbicara dangan hamba-Nya yang beriman satu persatu untuk menanyakan dosa mereka, lalu mereka mengakui dosanya, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala akan berfirman:”Telah Aku tutupi dosa kalian di dunia dan hari Aku ampuni dosa kalian.
Maka dari itu, salah satu dosa besar adalah seseorang memberitahukan dan menceritakan kepada orang lain tentang dosa yang telah dia lakukan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ( ßá ÃãÊí ãÚÇÝì ÅáÇ ÇáãÌÇåÑíä¡ æÅä ãä ÇáãÌÇåÑÉ Ãä íÚãá ÇáÑÌá ÈÇááíá ÚãáÇ¡ Ëã íÕÈÍ æÞÏ ÓÊÑå Çááå¡ ÝíÞæá : íÇ ÝáÇä¡ ÚãáÊ ÇáÈÇÑÍÉ ßÐÇ æßÐÇ¡ æÞÏ ÈÇÊ íÓÊÑå ÑÈå¡ æíÕÈÍ íßÔÝ ÓÊÑ Çááå Úäå). ÃÎÑÌå ÇáÈÎÇÑí Úä ÃÈí åÑíÑÉ 1 - ÑóÖöíó Çááøóåõ Úóäåõ - ÑÞã 6069 )
“Seluruh umatku diampuni kecuali al-mujahirun (orang yang terang-terangan berbuat dosa), dan termasauk bentuk Mujaharoh (terang-terangan dalam berbuat dosa) adalah seseorang berbuat dosa pada malam hari, kemudian pada pagi hari dosanya telah ditutup oleh Allah, dia berkata:”Wahai fulan semalam aku telah melakukan seperti ini dan ini (menceritakan dosanya).”Allah telah menutupi dosanya di malam hari, tetapi dia membuka kembali dosa yang telah ditutup oleh Allah tersebut.(Diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)
Istighfar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah manusia yang senantiasa bertaubat beristighfar kepada Allah, hal ini sebagaimana hadits di atas dan juga hadits berikut ini:
Úä ÃÈí åÑíÑÉ ÑÖí Çááå Úäå ÞÇá: ÓãÚÊ ÑÓæá Çááå Õáí Çááå Úáíå æÓáã íÞæá: (( æÇááå Åäí áÇÓÊÛÝÑ Çááå æÃÊæÈ Åáíå Ýí Çáíæã ÃßËÑ ãä ÓÈÚíä ãÑÉ))(57) ( ÑæÇå ÇáÈÎÇÑí)
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:”Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam satu hari lebih dari 70 kali.”(HR.Bukhari)
Sahabat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, menceritakan tentang istighfar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dia berkata: ßäÇ äÚÏ áÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã Ýí ÇáãÌáÓ ÇáæÇÍÏ ÞÈá Ãä íÞæã ãÇÆÉ ãÑÉ : ÑÈ ÇÛÝÑ áí æÊÈ Úáí Åäß ÃäÊ ÇáÊæÇÈ ÇáÑÍíã (ÑæÇå ÃÈæ ÏÇæÏ æÇáÊÑãÐí æÕÍÍå) “Kami menghitung dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dalam satu majelis (sebelum beliau bangun dari majelis tersebut) seratus kali ucapan: ÑÈ ÇÛÝÑ áí æÊÈ Úáí Åäß ÃäÊ ÇáÊæÇÈ ÇáÑÍíã
(Wahai Rabbku, ampuni aku dan terima taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang) (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dan beliau mengatakan hadits ini hasan)
Macam-macam Istighfar
Ketahuilah wahai saudaraku, para pembaca yang semoga dirahmati Allah, bahwa istighfar itu ada dua macam,
Pertama:Istighfar Mutlak
Maksudnya adalah istighfar yang tidak ada ketentuan waktunya, maka bentuk istighfar ini bisa dilakukan kapan saja, dan dalam kondisi apa saja. Luqman al-hakim berkata kepada anaknya:
“Wahai anakku biasakan lisanmu dengan ucapan: Çááåã ÇÛÝÑ áí karena Allah memiliki waktu-waktu yang tidak ditolak permitaan hamba-Nya di waktu itu.”
Al-Hasan berkata:”Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah, meja-meja makan, jalan-jalan, pasar-pasar dan majelis-majelis kalian di manapun kalian berada. Karena kalian tidak tahu kapan turunnya penampunan Allah Subhanahu wa Ta'ala”
Kedua : Istighfar Muqayyad
Istighfar ini dilakukan pada waktu-waktu berikut ini:
1.Setiap selesai shalat wajib
Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullahdari sahabat Tsauban radhiyallahu 'anhu: ßÇä ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÅÐÇ ÇäÕÑÝ ãä ÕáÇÊå ÇÓÊÛÝÑ ËáÇËÇ
“Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila selesai shalat beliau beristighfar tiga kali.”
2.Setelah terjerumus dan melakukan dosa
Sebagaimana firman Allah Ta'ala: æóÇáøóÐöíäó ÅöÐóÇ ÝóÚóáõæÇ ÝóÇÍöÔóÉð Ãóæú ÙóáóãõæÇ ÃóäÝõÓóåõãú ÐóßóÑõæÇ Çááåó ÝóÇÓúÊóÛúÝóÑõæÇ áöÐõäõæÈöåöãú æóãóä íóÛúÝöÑõ ÇáÐøõäõæÈó ÅöáÇøó Çááåõ æóáóãú íõÕöÑøõæÇ Úóáóì ãóÇ ÝóÚóáõæÇ æóåõãú íóÚúáóãõæäó {135}
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah - Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui.” (QS.Ali Imran:135)
Dan di dalam kitab As-Sunnan dari sahabat Ali radhiyallahu 'anhu bahwa Abu Bakar radhiyallahu 'anhu
ãÇ ãä ÚÈÏ ÃÐäÈÐäÈÇ ÝÞÇã ÝÊæÖà ÝÃÍÓä æÖæÁå ¡ Ëã ÞÇã ÝÕáì æÇÓÊÛÝÑ ãä ÐäÈå ¡ ÅáÇ ßÇä ÍÞÇ Úáì Çááå Ãä íÛÝÑ áå
“Tidaklah seorang hamba melkukan dosa, lalu berwudhu dengan sempurna, kemudian shalat dua rakaat, kemudian beristighfar kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuni dosanya.”(HR. Abu Dawud, Tirmidzi dll)
3. Ketika keluar dari WC
Imam Tirmidzi, Abu Dawud dan selainnya meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila keluar dari WC membaca: ÛÝÑÇäß (Ya Allah ampuni aku)
4. Setelah Tahiyat Akhir
Abu Bakar as-Shidiq radhiyallahu 'anhu berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:”Ya Rasulullah ajari aku sebuah doa yang aku baca di dalam shalatku. Beliau bersabda,’Wahai Abu Bakar Ucapkanlah: ÑóÈöø Åöäöøí ÙóáóãúÊõ äóÝúÓöí ÙáãÇ ßËíÑÇ æáÇ íÛÝÑ ÇáÐäæÈ ÅáÇ ÃäÊ ÝóÇÛúÝöÑú áöí ãóÛóÝóÑÉó ãä ÚäÏß æÇÑÍãäí Åäß ÃäÊ ó ÇáúÛóÝõæÑõ ÇáÑóøÍöíã
“Ya Rabb, sesungguhnya aku telah menganiaya/menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang besar, dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau, maka ampunilah Aku dengan pengampunan-Mu dan rahmati aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Ampun dan Penyayang.”(HR. Bukhari dan Muslim)
5. Ketika Ruku’ dan Sujud
Aisyah radhiyallahu 'anha dia berkata:
ßÇä ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã íßËÑ Ãä íÞæá Ýí ÑßæÚå æ ÓÌæÏå :ÓÈÍÇ äß Çááåã ÑÈäÇ æÈÍãÏß Çááåã ÇÛÝÑ áí
“Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memperbanyak di dalam ruku’ dan sujud beliau bacaan (doa di atas) –yang artinya- Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan pujian kepadam-Mu, ampunilah aku.”(HR. Bukhari dan Muslim)
6. Ketika tertimpa kesempitan hati dan kesulitan dalam urusan
Sesorang datang kepada Sa’id bin Musayyab rahimahullah, lalu berkata kepaanya,’Aku mengeluhkan kepadamu tentang kerasnya hatiku, Maka beliau rahimahullah menjawab:”Lunakanlah hatimu dengan banyak berdzikir dan beristighfar.”
7. Waktu Sahur
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: ÇáÕøóÇÈöÑöíäó æóÇáÕøóÇÏöÞöíäó æóÇáúÞóÇäöÊöíäó æóÇáúãõäÝöÞöíäó æóÇáúãõÓúÊóÛúÝöÑöíäó ÈöÇúáÃóÓúÍóÇÑö {17}
“(yaitu) Orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta'at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imron:17)
Dan juga terdapat hadits shahih di dalam shahih Bukhari, bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala, turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman: åá ãä ÓÇÆá ÝÃÚØíå¡ åá ãä ÏÇÚ ÝÃÓÊÌíÈ áå¡åá ãä ãÓÊÛÝÑ áÝÃÛÝÑ áå
“Adakah yang meminta, sehingga Aku akan beri, adakah yang berdoa sehingga Aku kabulkan, adakah yang meminta ampun, sehingga aku ampuni.” Hingga terbit fajar.
Keutamaan Istighfar.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan tentang beberapa keutamaan istighfar dalam firman-Nya: ÝóÞõáúÊõ ÇÓúÊóÛúÝöÑõæÇ ÑóÈøóßõãú Åöäøóåõ ßóÇäó ÛóÝøóÇÑðÇ {10} íõÑúÓöáö ÇáÓøóãóÂÁó Úóáóíúßõã ãøöÏúÑóÇÑðÇ {11} æóíõãúÏöÏúßõã ÈöÃóãúæóÇáò æóÈóäöíäó æóíóÌúÚóá áøóßõãú ÌóäøóÇÊò æóíóÌúÚóá áøóßõãú ÃóäúåóÇÑðÇ {12}
“Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh :10-12)
Yang termasuk keutamaan Istighfar :
-Diampuni dosa-dosa dan kesalahannya
-Diperolehnya kebaikan dan barakah
-Diperbanyak harta dan keturunannya
-Dan masih banyak keutamaan yang lainnya
Bacaan-bacaan Istighfar Çááåã ÇÛÝÑ áí æ ÊÈ Úáí ÅÈß ÃäÊ ÇáÊæÇÈ ÇáÑÍíãö
“Ya Allah ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha penerima Taubat dan Maha Penyayang.” ÃÓÊÛÝÑ Çááå ÇáÐí áÇ Åáå ÅáÇ åæ ÇáÍí ÇáÞíæã æÃÊæÈ Åáíå
“Aku meminta ampun kepada Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan dia yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku hertaubat kepada-Nya.”
Dan yang termasuk bacaan istighfar yang paling utama adalah bacaan sayidul istighfar, doanya adalah sebagai berikut: Ãááåã ÃäÊ ÑÈí áÇ Åáå ÅáÇ ÃäÊ ÎáÞÊäí æ ÃäÇ ÚÈÏß æÃäÇ Úáì ÚåÏß ææÚÏß ãÇ ÇÓÊØÚÊ ¡ ÃÚæÐ Èß ãä ÔÑ ãÇ ÕäÚÊ ¡ ÃÈæÁ áß ÈäÚãÊß Úáì æ ÃÈæÁ áß ÈÐäÈí ÝÇÛÝÑ áí ÝÅäå áÇ íÛÝÑ ÇáÐäæÈ ÅáÇ ÃäÊ "
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:”Barang siapa membacanya (sayidul istighfar) dari siang hari dengan yakin dengannya, maka apabila dia meninggal hari itu sebelum sore hari maka dia termasuk ahli surga, dan barang siapa membacanya dari waktu malam, dengan yakin dengannya, maka apabila dia meninggal hari itu sebelum pagi hari maka dia termasuk ahli surga.”(HR. Bukhari)
(Sumber: ad-Durar as-Saniyah Syarh Arbain Nawawiyah,Dr. Bundar bin Nafi’, Daar Ibnul Jauzi. Diterjemahkan oleh Abu Yusuf Sujono)
Hit : 1 |
Index Hadits | kirim ke teman | Versi cetak |
Bagikan
| Index Penjelasan Hadits |
|